A DESCRIPTION OF THE GROWTH IN WEIGHT AND LENGTH OF INFANTS AGED 0-6 MONTHS WHO WERE GIVEN BREAST MILK AND ADDITIONAL FOODS AT THE RAWASARI PUBLIC HEALTH CENTER IN JAMBI CITY
DOI:
https://doi.org/10.22437/jkuj.v9i3.48092Kata Kunci:
Babies, Body Weight, Body Length, Breast MilkAbstrak
Usia bayi dibawah enam bulan merupakan masa Periode emas yang dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi memperoleh asupan gizi atau nutrisi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Gambaran Pertumbuhan Berat Badan dan Panjang Badan Bayi Usia 0-6 Bulan yang diberi Asi dan Makanan Tambahan di Puskesmas Rawasari Kota Jambi. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan Sampel dengan Quota Sampling dengan 15 Responden ASI Eksklusif dan 15 bayi Non ASI Eksklusif. Hasil penelitian Gambaran berat badan bayi usia 0-6 bulan yang ASI Eksklusif kategori gizi kurang dan gizi lebih masig-masing 1 responden (7%) dan kategori gizi baik 13 responden (86%), Gambaran berat badan bayi yang ASI Non Eksklusif kategori gizi baik 10 responden (67%), kategori gizi lebih 4 responden (26%), kategori gizi kurang 1 responden (7%), Gambaran Panjang badan bayi usia 0-6 bulan yang di beri ASI Eksklusif dan ASI Non Eksklusif di Puskesmas Rawasari memiliki hasil yanng sama yaitu kategori Pendek 1 responden (7 %) dengan kategori Normal 14 responden (93%). Dapat disimpulkan bahwa bayi yang diberi makanan tambahan pada usia 0-6 bulan dapat membuat bayi menjadi kegemukan atau obesitas. Saran Hasil dari penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi ibu agar dapat memberikan nutrisi pada anak pada waktu atau usia yang tepat.
Unduhan
Referensi
1. Yulizawati, sst., m.keb rahmayani afrah, s.keb., b. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. (pindomedia pustaka, siduarjo, 2022).
2. Kementerian kesehatan republik indonesia. Perbedaan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan yang diberi asi eksklusif dengan yang diberi susu formula di kecamatan ngawi. Riskesdas 2018 3, 103–111 (2018).
3. Dewi andriani. Perbandingan berat badan dan panjang badan pada bayi 0-6 bulan yang diberikan asi dengan bayi 0-6 bulan yang diberikan pasi di posyandu melati 2 kecamatan semapir surabaya. Sage encycl. Educ. Res. Meas. Eval. 3, 21–26 (2018).
4. Bulan, u., wilayah, d. I., puskesmas, k. & kota, l. Pengaruh pemberian asi eksklusif terhadap berat badan bayi usia 4-6 bulan di wilayah kerja puskesmas langsa kota. 3, 8–15 (2018).
5. Facilities, b. I. N. Protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services. (world health organization, 2017).
6. Bagaray, e. F., langi, f. L. F. G. & posangi,J. Derteminan pemberian asi eksklusif 24 jam terakhir pada bayi umur 0 - 6 bulan di indonesia. 9, (2020).
7. Dinkes provinsi jambi. Profil kesehatan provinsi jambi 2020. (2021).
8. Komunitas, j. K., pada, p. M. & bulan, b. Pemberian mp-asi pada bayi 0-6 bulan dan faktor- faktor yang berhubungan complementary feeding or infants aged 0-6 months and the related factors. 7, 176–181 (2021).
9. Izhar, e. Perbandingan antara perkembangan bayi usia 0-6 bulan yang diberi asi eksklusif dengan yang diberi susu formula di puskesmas kecamatan kebayoran baru 1. Izhar e. Perbandingan antara perkembangan bayi usia 0-6 bulan yang diberi asi eksklusif dengan yang dib. (2022).
10. Hera oktavia. Hubungan pemberian asi eksklusif dengan status gizi bayi usia 6-11 bulan di wilayah kerja puskesmas lingkar timur kota bengkulu. 3, 6 (2021).
11. Jumadillia. Perbandingan pemberian asi eksklusif dan non-eksklusif terhadap pertumbuhan bayi usia 7 – 12 bulan di wilayah kerja puskesmas ktk kota solok. (2018).
12. Zonyfar, c. Et al. Metodologi penelitian. (cv. Pena persada, jawa tengah, 2022).
13. Helwig, n. E., hong, s. & hsiao-wecksler, e.T. Metodologi penelitian. (gundarma ilmu, makassar, 2018)
14. Felix., i. G. P. Hubungan antara karakterisktik ibu dan pemberian asi eksklusif. J. Chem. Inf. Model. 53, 1689–1699 (2013).
15. Nisa, z. H. Faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakberhasilan dalam pemberian asi eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di klinik pratama spn polda metro jaya periode 06 juni 06 – 06 juli 2022.J. Ilm. Kesehat. Bpi 7, 50–59 (2023).
16. Rahayu, s., djuhaeni, h., nugraha, g. I. & mulyo, g. E. Hubungan pengetahuan, sikap, perilaku dan karakteristik ibu tentang asi eksklusif terhadap status gizi bayi. Action aceh nutr. J. 4, 28 (2019).
17. Anggraini, d. I. & septira, s. Nutrisi bagi bayi berat badan lahir rendah (bblr) untuk mengoptimalkan tumbuh kembang nutrition for low birth weight infant to optimize infant growth and development. Majority 5, 151–155 (2016).
18. Lestari, p., kartini, a. & suyatno, s. Hubungan praktik pemberian susu formula dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan di kecamatan semarang timur kota semarang.J. Kesehat. Masy. 2, 339–348 (2014).
19. Simanjuntak, l. & simanjuntak, c. Perbandingan pertumbuhan bayi usia 6 bulan yang mendapat asi eksklusif dan non eksklusif di kecamatan sigumpar. J. Keperawatan hkbp balige 1, 1–12 (2020).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Arlina Karoba, ica meinarisa, Nurlinawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


