Kesehatan Mental Sumber Daya Manusia Indonesia

Authors

  • Daerossi Hani Khoirunissa Magister Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya/Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau
  • Ni Made Sukartini Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.22437/jssh.v4i1.9919

Keywords:

cacat mental, pasung, desa, Podes 2018, SIG, OLS

Abstract

Kesehatan SDM menjadi penting disebabkan oleh peran SDM sebagai input modal bagi perekonomian.Kerugian akibat gangguan kesehatan mental akan berdampak pada gangguan fungsi fisik penderitanya, serta akan menjadi kerugian ekonomi pada wilayahnya. Peneliti menduga terdapat hubungan antara kondisi wilayah terhadap jumlah penderita kesehatan mental. Peneliti berharap agar masalah kesehatan mental dapat dilihat sebagai prioritas dalam merumuskan kebijakan.Penelitian empiris melalui data bersumber dari sumber Podes 2018 oleh BPS. Gambaran cacat mental menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk akan menghasilkan jumlah cacat mental yang lebih tinggi. Prevalensi cacat mental menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah Sulawesi memiliki prevalensi cacat mental yang sedang di setiap wilayah. Kejadian pemasungan memiliki pola yang sama dengan jumlah cacat mental dengan kejadian terbanyak di provinsi NTT. Semakin sulit topografi wilayah maka akan semakin banyak kasus pemasungan yang terjadi. Metode OLSdengan menggunakan robust standart errormenunjukkan bahwa pengaruh lingkungan fisik seperti topografi tidak terlalu berpengaruh pada jumlah cacat mental, namun pencemaran dan permukiman kumuh berpengaruh positif terhadap jumlah cacat mental.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2020-06-30