PENINGKATAN SELF-EFFICACY IBU HAMIL UNTUK MEMBERIKAN ASI PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMBUNG KOTA BINJAI
DOI:
https://doi.org/10.22437/jssm.v6i2.37314Keywords:
Self Efficacy, Pregnant Women, Exclusive BreastfeedingAbstract
Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pemberian ASI yang diberikan kepada bayi mulai dari bayi baru lahir sampai
bayi berusia 6 (enam) bulan. Bayi yang sedari lahir diberikan ASI eksklusif akan memiliki perkembangan kognitif
yang sangat baik, untuk itu banyak program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif
di masyarakat. Kota Binjai merupakan salah satu kota di Sumatera Utara yang capaian ASI eksklusifnya masih rendah
yakni 40 persen. Rambung merupakan salah satu kecamatan di Kota Binjai yang paling rendah capaian ASI
eksklusifnya sebesar 12 persen. Salah satu faktor ketidakberhasilan dalam pemberian ASI yakni kurangnya
kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan self efficacy
ibu hamil agar memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung
Kecamatan Binjai Selatan pada bulan Mei 2024 melalui workshop dan praktik menyusui. Hasil menunjukkan ada
peningkatan self efficacy ibu setelah diberikan edukasi dan praktik menyusui melalui instrument yang diberikan setelah
kegiatan selesai. Self efficacy dapat ditingkatkan sejak awal kehamilan melalui kelompok komunitas menyusui.
Puskesmas Rambung disarankan untuk memodifikasi bentuk edukasi yang lebih menarik agar mudah dipahami oleh
ibu hamil, selain itu perlunya dibentuk komunitas menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung sebagai sarana
berbagi informasi untuk ibu hamil.
Downloads
References
1. WHO. Guidance on regulatory measures aimed at restricting digital marketing of breast-milk subsitutes. 2023.
2. WHO. World Health Organizations, United Nations Children’s Fund. 2022. Protecting Breastfeeding Through Further Investments and Policy Actions. 2021.
3. Zhou Q, Chen H, Younger KM, Cassidy TM, Kearney JM. I was determined to breastfeed, and I always found a solution”: successful experiences of exclusive breastfeeding among Chinese mothers in Ireland. 2020.
4. Fani A. Human Milk Benefits and Breastfeeding. J Pediatr Neonatal Individ Med. 2012;1.
5. UNICEF. Breastfeeding Benefit. 2022.
6. Presiden RI. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.
7. Badura A. Social cognitive theory. In: In:Vasta R, editor. Annals of child development. Greenwich: CT:JAI Press; 1989. hal. 1–60.
8. Bandura A. Guide to the construction of self-efficacy scales. 2006. 307–337 hal.
9. Handayani N, Munjidah A, Abidah SN, Kencana JP, Zannah EM. Prenatal class sebagai upaya untuk meningkatkan self Efficacy ibu hamil. J Keperawatan. 2024;16:527–34.
10. Nanik Handayani, Yasi Anggraini, Ika Mardiyanti, Ratna Ariesta Dwi A., Hotimah Masdan Salim, Jessica Puspa Kencana EMZ. Upaya peningkatan self efficacy ibu hamil dalam deteksi dini resiko tinggi kehamilan melalui prenatal class. Communnity Dev J. 2023;4(4):8268–72.
11. Sulistyaningsih P. Pengaruh tele edukasi terhadap peningkatan self-efficacy ibu hamil menghadapi persalinan. 2014;1(1148020221):56–61.
12. Rahayu S, Zulala NN. Hubungan Usia Ibu dengan Pencapaian ASI Ekslusif di Puskesmas Pajangan. Inf Dan Promosi Kesehat. 2023;2(2):129–41.
13. Malekian M, Irving M, Hundley V. Factors associated with breastfeeding knowledge and attitudes among non-pregnant, nulliparous women of reproductive age: A scoping review. Midwifery. 2025;148(104511):1–11.
14. Silaban VF, Simamora V, Tobing VH, Situmorang VT, Fadilla W, Ningsih W. Hubungan Breastfeeding Self Efficacy Ibu Menyusui Terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif pada Bayi 0-6 Bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ngabang. J Ners [Internet]. 2024;8(1):1116–21. Tersedia pada: http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners

e-ISSN : 