PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN SEHAT BERBAHAN KELOR PADA IBU BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI RT 10 KELURAHAN PINANG MERAH KOTA JAMBI

Authors

  • Usi Lanita Universitas Jambi
  • Asparian Asparian Universitas jambi
  • Sri Astuti Siregar Universitas Jambi
  • Kasyani Kasyani Universitas Jambi
  • Vinna Rahayu Ningsih Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/jssm.v6i2.45878

Keywords:

Pengetahuan; Kelor; Balita; Stunting

Abstract

Abstrak

Masalah gizi balita masih menjadi fokus pemerintah untuk diatasi adalah stunting. Pada anak-anak, stunting dapat berdampak pada perkembangan fisik, mental dan emosi, serta perkembangan otak. Anak yang menderita stunting, setelah dewasa akan lebih mudah terserang penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular.Prevalensi stunting Provinsi Jambi 13,5% pada 2023 belum mencapai target penurunan. Berdasarkan SSGI tahun 2021, angka prevalensi stunting di Kota Jambi sebesar 14,0%. Salah satu wilayah di Kota Jambi yaitu Kelurahan Pinang Merah khususnya di RT 10 banyak ditemukan tanaman kelor yang ditanam di perkarangan rumah warga (Masyarakat) yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sebagai bahan makanan sehat. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman kelor menjadi makanan sehat sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Pelatihan dilakukan Pada Ibu Balita di RT 10 Kelurahan Pinang Merah Kota Jambi Tahun 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu balita setelah diberikan penyuluhan/sosialisasi tentang makanan sehat berbahan kelor bagi balita, dan menambah keterampilan ibu-ibu dalam membuat makanan tambahan balita berbahan kelor yaitu nugget kelor dan pudding kelor sebagai makanan sehat untuk dikonsumsi sehar-hari dalam rumah tangga. Adanya kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya pencegahan stunting pada balita di Kota Jambi.

Kata Kunci: Pengetahuan; Kelor; Balita; Stunting

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. De Pee, S., Taren, D., & Bloem, M.W. (2017). Nutrition and health in a developing world (3rd Ed.). Swiss: Humana Press.

2. Angraini, W., Amin, M., Pratiwi, B.A., Febriawati, H., & Yanuarti, R. (2021). Pengetahuan ibu, akses air bersih dan diare dengan stunting di puskesmas aturan Mumpo Bengkulu Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 8(2), 92-102

3. World Health Organization. 2023. Levels and trends in child malnutrition. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/joint-child-malnutrition-estimates-unicef-who-wb

4. Kementerian Kesehatan RI. Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2021. (Kementerian Kesehatan RI, 2021).

5. Kementerian Kesehatan RI. Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022).

6. Kementerian Kesehatan RI. Survei Kesehatan Indonesia 2023. (Kementerian Kesehatan RI, 2024).

7. Presiden Republik Indonesia. Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. (2021).

8. Pemerintah Provinsi Jambi. Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 11 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi 2021-2026. (2021).

9. Zakaria, Thamrin, A., Lestari, R. S., & Hartono, R. (2013). Pemanfaatan tepung kelor (Moringa oleifera) dalam formulasi pembuatan makanan tambahan untuk balita gizi kurang. Media Gizi Pangan, XV(1), 1-6.

10. Budiani, D. R., Mutmainah, Subandono, J., Sarsono, & Martini. (2020). Pemanfaatan tepung daun kelor sebagai komponen makanan pendampng ASI (MPASI) padat nilai gizi.

Downloads

Published

2025-07-22