Implementasi Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Kota Jambi

Authors

  • Triana Deswita Fakultas Hukum Universitas Jambi
  • Elly Sudarti Fakultas Hukum Universitas Jambi
  • Dheny Wahyudi Fakultas Hukum Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/pampas.v6i2.40924

Keywords:

Coaching Assessment, Maximum Security, Penitentiaries, Penilaian Pembinaan, Keamanan Maksimum, Lembaga Pemasyarakatan

Abstract

The purpose of the study was to determine and analyze how the Prisoner Guidance Assessment System is regulated in the decree of the Director General of the Ministry of Law and Human Rights No. PAS-10.OT.02.02 of 2021 concerning the prisoner guidance assessment system and how it is implemented in the Class IIA Correctional Institution in Jambi City. This study uses an empirical legal method and the results of this study indicate that the Class IIA Prison in Jambi City, which is designated as a maximum security type prison, applies four guidance assessment variables, namely personality, independence, attitude, and mental condition, where in the regulations on the Revitalization of Correctional Services only three variables should be used for this type. This can happen because there was no data collection between inmates (WBP) sorted according to the level of risk of inmates (WBP), so that the Class IIA Prison in Jambi City implements the four guidance variables. In addition, several inhibiting factors were also found, such as excess capacity, limited facilities and infrastructure, and the number of officers that is not comparable to the number of inmates.

Abstrak

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana yang di atur dalam keputusan direktur jendral KEMENKUMHAM No. PAS-10.OT.02.02 Tahun 2021 tentang sistem penilaian pembinaan narapidana dan bagaimana implementasinya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lapas Kelas IIA Kota Jambi, yang ditetapkan sebagai lapas dengan tipe maximum security, menerapkan keempat variabel penilaian pembinaan, yaitu kepribadian, kemandirian, sikap, dan kondisi mental, yang mana pada peraturan tentang Revitalisai penyelenggaraan pemasyarakatan seharusnya tiga variabel saja yang digunakan untuk tipe ini. Hal ini dapat terjadi karena tidak ditemukan adanya pendataan antara warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang diurut berdasarkan tingkat resiko warga binaan pemasyarakatan (WBP), sehingga membuat Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Jambi menjalankan keempat variabel pembinaan. Selain itu, ditemukan juga beberapa faktor penghambat seperti kelebihan kapasitas, keterbatasan sarana prasarana, dan jumlah petugas yang tidak sebanding dengan jumlah narapidana. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andi Kaisar agung, Saputra Aswar. “Peranan Lembaga Pemasyarakatan Dalam

Melakukan Pembinaan Terhadap Narapidana Lanjut Usia.” Al-Ishlah 24, no.

1 104-1025 (2021): 115.

Aprilia, Sal Sabila, Elizabeth Siregar, and Tri Imam Munandar. “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Tersangka Melalui Upaya Praperadilan.” PAMPAS: Journal of Criminal Law 4, no. 1 (2023): 16–32. https://doi.org/10.22437/pampas.v4i1.24097.

Arfa, Nys., Yulia Monita, and Erwin Erwin. “Pelaksanaan Sanksi Disiplin Terhadap Narapidana Berdasarkan Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 (Studi Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Jambi).” PAMPAS: Journal of Criminal Law 5, no. 2 (2024): 233–41. https://doi.org/10.22437/pampas.v5i2.33808.

Bahan Ajar, Universitas Jambi. “Tim Pengajar Mata Kuliah Sistem Pemasyarakatan Terpidana,” 23, 2019.

Djisman Samosir. Penologi Dan Pemasyarakatan. Bandung: Nuansa Aulia, 2020.

Dr. Sugeng Pujilekson, M.Si. Sosiologi Penjara. Malang: Intrans Publishing,2017.

Dwidja Priyatno. Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara Di Indonesia. Bandung: Pt.Refika Aditama, 2006.

Elisa Putri, Dina, Elly Sudarti, and Elizabeth Siregar. “Tindak Pidana Penipuan Melalui Aplikasi Digital (Gagasan Pemikiran Pertanggungjawaban Oleh Bank).” PAMPAS: Journal of Criminal Law 5, no. 1 (2024): 72–87. https://doi.org/10.22437/pampas.v5i1.31716.

Hafrida, S.H.,M.H. and Usman, Keadilan Restoratif (Restorative Justice) Dalam Sistem Peradilan Pidana (Yogyakarta: Dee Publish, 2024).

Hafrida, Yulia Monita, and Elizabeth Siregar. “Pembinaan Narapidana Anak Di Lembaga Pemasyarakatan Anak Sei. Bulu Muara Bulian.” Publikasi Pendidikan 5, no. 3 (2015): 198–213. https://doi.org/10.26858/publikan.v5i3.1613.

Ilahi, M. Alvi Rizki, Elly Sudarti, and Nys. Arfa. “Pelaksanaan Pidana Pelatihan Kerja Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana.” PAMPAS: Journal of Criminal Law 1, no. 2 (2021): 125–39. https://doi.org/10.22437/pampas.v1i2.9572. Ismet Firaus. “Wali Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika IIA Cipinang Di Tinjau Dari Perspektif Pekerjaan Sosial Koreksional.” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020.

Kemenkunham RI. Peraturan Menteri Hukum Dan HAM No. 33 Tahun 2015 Tentang Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Dan Rumah Tahanan Negara Nomor 65, no 879 (2017):2004-6

Kemenkumham RI. Peraturan Menteri Hukum Dan HAM No. PAS-OT.02.02 Tahun 2021 Tentang Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana

Kepdirjen Kemenkumham No. Pas-15.Pr.01.01 Tahun 2019 Tentang Penetapan Lembaga Pemasyarakatan Pilot Project Maximum Security, Medium Security, Dan Minimum Security.

Logman Leobby. Pidana Dan Pemidanaan, 2001.

Mohammad, achmad Rifa’i, mahsun Ismail, asha sakinah. “Implementasi Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) Untuk Penilaian Berkelakuan Baik Warga Binaan Pemasyarakatan Tindak Pidana Korupsi Di Lapas Kelas IIIA Pamekasan.” YUSTITIA 25 (n.d.): 50.

Narkotika, Permasyarakatan, and Kelas IIA. “Pembinaan Narapidana Berdasarkan Sistem Pemasyarakatan Dalam Perspektif Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Lembaga PemasyarakatanNarkotika Kelas IIA Langkat” 4, no. 1 (2022): 261–70.

Oksidelfa Yanto.,S.H., M.H. Negara Hukum Kepastian,Keadilan,Kemanfaatan Hukum Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. pustaka reka cipta, 2020.

Papua, Humas Kemenkumham. “Buka Bimtek SPPN Tahun 2024 Kakanwil Kemenkumham Papua,” 2024. -kemenkumham-papua-berikan-pelayanan dengan-hati-yang-tulus-dan-ikhlas-bagi-narapidana#:~:text=Dalam sambutannya%2C Kakanwil Anthonius M,terukur%2C objektif%2C dan sistematis.&text=Dengan adanya bimbingan teknis ini,proses pembinaan narapidana di Papuasam.

P. Joko Subagyo. Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktik. Jakarta, 2015.

Ramelan, Rahardi. Cipinang Desa Tertinggal, 2008.

Samosir, Djisman. Penologi Dan Pemasyarakatan. Cetakan II. Jl. Permai 20 No.18 Margahayu Permai, Bandung: Penerbit Nuansa Aulia, 2020.

Sugiyono, Dr Prof. METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF DAN R&D. Jl. Gegerkalong Hilir No. 84 Bandung: Alfabeta, 2017.

Topo santoso, hasril hertanto. “Menunggu Perubahan Dari Balik Jeruji (Studi Awal Penerapan Konsep Pemasyarakatan),” 2007, 37.

Waluyo, bambang. Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia, 2022.

Widya Islamiyah. “Analisis Yuridis Terhadap Pembinaan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan IIB Barru.” Hasanuddin Makasar, 2017.

Downloads

Published

2025-07-08

How to Cite

Deswita, T., Sudarti, E., & Wahyudi, D. (2025). Implementasi Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Kota Jambi. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 6(2), 296–305. https://doi.org/10.22437/pampas.v6i2.40924

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.