Analisis Yuridis Terhadap Pembuatan Akta Hibah Sebagai Alat Bukti Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah

Authors

  • Dwi Cyntia Marshel Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan daerah (BPKPD)

DOI:

https://doi.org/10.22437/rr.v7i2.45430

Keywords:

deed of grant, land ownership, legal evidence, dispute

Abstract

A deed of grant (akta hibah) is an authentic legal instrument used to prove the transfer of land and building ownership from a donor to a recipient without compensation. Although grants are regulated under the Indonesian Civil Code, the Basic Agrarian Law, and land registration regulations, in practice many grants are still executed through private deeds or remain unregistered, often leading to ownership disputes. This gap between legal provisions and implementation forms the basis of this study, which examines the juridical aspects of grant deeds and their evidentiary strength in land disputes. The findings reveal that a properly executed grant deed, fulfilling both formal and material requirements before a Land Deed Official (PPAT) and registered with the Land Office, holds perfect evidentiary value as an authentic deed. Conversely, improperly executed deeds may be annulled, as demonstrated in several court rulings on disputed grants. This study contributes to legal scholarship by emphasizing the importance of procedural compliance and the crucial role of PPAT in ensuring legal certainty, protecting parties’ rights, and preventing potential family conflicts in the future.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arimurti, A. T. M. F. M. P. (2023). Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah atas Pembatalan Akta Hibah (Studi Putusan Nomor 3750/Pdt.G/2021/PA.JS). Ajudikasi: Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 1–16.

Rachmonicha, R. (2025). Pembatalan Akta Perjanjian (Ikatan) Hibah atas Tanah dan Legitieme Portie dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 2892 K/PDT/2021. Skripsi. Universitas Indonesia.

Hasibuan, S. R. (2023). Upaya Hukum Bagi Para Pihak Yang Dirugikan Akibat Akta Hibah yang Melanggar Legitime Portie (Studi Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2892 K/Pdt/2021). Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Choliek, V. Q. (2024). Tinjauan Yuridis Terhadap Hukum Berdasarkan Hibah Akta Penyelesaian Sengketa Tanah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor: 54/Pdt. G/2021/Pn. Pwt). Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 17, 459–462.

Hadiyanti, A. R., Safa’at, R., & Anshari, T. (2021). Kedudukan Akta Hibah dalam Sengketa Kepemilikan Hak Atas Tanah. Lentera Hukum, 4(3), 205–220.

Firdaus, M. A. (2022). Analisis Yuridis Keabsahan Akta Hibah Tanah Tanpa Persetujuan Ahli Waris. Jurnal Ilmu Hukum Legal Opinion, 10(1), 55–63.

Sari, N. P. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Ahli Waris dalam Sengketa Akta Hibah. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 7(2), 87–95.

Nurdin, D., & Ramadhani, L. (2022). Pembatalan Akta Hibah Oleh Ahli Waris Berdasarkan Asas Keadilan. Jurnal IUS, 10(1), 123–134.

Fadilah, L. (2023). Kekuatan Pembuktian Akta Hibah dalam Sengketa Perdata. Jurnal Wawasan Yuridika, 7(3), 210–221

Utami, D. R. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Para Pihak dalam Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Hibah. Jurnal Hukum Kenotariatan dan Keagrariaan, 5(2), 45–54.

Ramadhani, A. (2021). Analisis Yuridis Akta Hibah Tanah Terhadap Kepastian Hukum Kepemilikan Tanah. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(1), 67–74.

Rahayu, P. D. (2021). Kedudukan Hukum Akta Hibah dalam Perspektif Undang-Undang Pokok Agraria. Jurnal Rechtstaat, 9(2), 101–110.

Yulianti, T. (2022). Peran Notaris dalam Pembentukan Akta Hibah yang Sah Menurut Hukum. Jurnal Notarius, 6(1), 59–68.

Nugroho, A. (2023). Tinjauan Hukum Perdata terhadap Hibah yang Merugikan Ahli Waris. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 23(4), 331–340

Rini, M. (2022). Eksistensi Akta Hibah dalam Kepemilikan Hak Atas Tanah Perspektif Yuridis. Jurnal Hukum & Pembangunan, 52(1), 25–34

Downloads

Published

2025-09-29

How to Cite

Cyntia Marshel, D. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Pembuatan Akta Hibah Sebagai Alat Bukti Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah. Recital Review, 7(2), 206–225. https://doi.org/10.22437/rr.v7i2.45430