Tanggung Jawab Hukum Perusahaan Asuransi dan Perlindungan Konsumen Pasca Pencabutan Izin Usaha

Authors

  • Vincencia Mayang Asmara Megaputri Fakultas Hukum Universitas Jember
  • Iswi Hariyani Universitas Jember
  • Bhim Prakoso Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.22437/rr.v7i2.47747

Keywords:

Pencabutan Izin Usaha, Penyelesaian Sengketa, Akibat Hukum

Abstract

The revocation of PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha's business licence by OJK on 5 December 2022 was due to violations of solvency, investment adequacy ratio, and minimum equity requirements. The revocation of this business licence requires the company to undergo liquidation and has an impact on policyholders who face the risk of defaulting on claims. This research uses normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The result of the discussion of the issues examined by the author is that the revocation of PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha's business licence by the OJK meant that the company lost its legal status to operate, resulting in a liquidation process aimed at settling the company's obligations and protecting the interests of policyholders. The consequences of the revocation of the business licence for policyholders include changes in the claims mechanism, which now proceeds through an administrative and uncertain liquidation process, as well as facing the risk of losses due to the company's limited assets. After its business licence was revoked, PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha is obligated to prioritise policyholders in settling its obligations, meaning the company must refund all premiums to policyholders due to the cancellation of the insurance agreement. Legal protection for policyholders is provided through the insurance policy as internal legal protection and external legal protection from the OJK and the Deposit Insurance Agency under the P2SK Law. In the event of a dispute, policyholders may resolve it through litigation by filing a breach of contract lawsuit if the company fails to fulfil the insurance agreement.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditama Setya, Rinitami Njatrijani, dan Paramita Prananingtyas, “Polis Asuransi Jiwa Sebagai Alat Bukti Penuntutan Klaim Dalam Perjanjian Asuransijiwa (Studi Di Pt Asuransi Jiwasraya Semarang Timur) ”, Diponegoro Law Review, Vol. 5, No. 2, 2016.

Agnes Widananti, “Tanggung Jawab Hukum Terhadap Tertanggung Yang Mengalami Kerugian Gagal Bayar Asuransi Jiwa”, Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, Vol. 1, No. 6, 2024.

Amanda dan Yudho, “Tugas dan Fungsi Otoritas Jasa Keuangan dalam Sengketa Perdata”, Jurnal Private Law, Vol. 7, No. 2, 2019.

Anak Agung Gede dan I Putu Rasmadi, “Mekanisme Penyelesaian Sengketa Asuransi”, Jurnal Kertha Desa. Vol. 9, No. 6, 2021.

Bianca, Nyulistiowati, Aam Suryanah, “Perlindungan Hukum Terhadap Perusahaan Asuransi Pasca Dicabut Izin Usaha Ditinjau Dari Ketentuan Asuransi”, Jurnal Literasi Hukum, Vol. 4, No. 2, 2020.

Divisi Humas OJK, https://ojk.go.id/id/berita-dan kegiatan/pengumuman/Documents/POINTER-.pdf diakses pada 04 Februari 2025 pukul 13.24 WIB.

Dwi Armeilia, “Perlindungan Hukum Dan Hak Memperoleh Keselamatan Kerja Bagi Tenaga Kesehatan Akibat Pandemi Covid-19”, Al’Adl: Jurnal Hukum, Vol. 13, No. 2, 2021.

Hilda Ananda dan Siti Nur Afifah, “Penyelesaian Secara Litigasi dan Non Litigasi”, Jurnal Ekonomi Syariah dan Keuangan Islam, Vol. 1, No. 1, 2023.

Isnaeni, Moch. 2016. Pengantar Hukum Jaminan Kebendaan. Yogyakarta: Laksbang Pressidno.

Lia Agustina dan Rika Afifah, “Penyelesaian Sengketa Melalui Jalur Litigasi Perbandingan Efektivitas Penyelesaian Sengketa Antara Jalur Litigasi Dengan Jalur Non Litigasi”, Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 2, No. 2, 2025.

Marzuki, Peter Mahmud. 2010. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Persada Media Group.

Mas, Marwan. 2003. Pengantar Ilmu Hukum. Bogor: Ghalia Indonesia.

Merina Puspita Sari et.al, “Analisis Fungsi Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Perusahaan Asuransi”, Jurnal Fundamental Justice, Vol. 4, No. 1, 2023.

Nurul Febrianti, “Perlindungan Konsumen dalam Penyelesaian Sengketa Konsumen Melalui Jalur Litigasi”, Jurnal Hukum Acara Perdata, Vol. 1, No. 1, 2015.

Ridwan dan Gultom, “Optimalisasi Peranan Pemerintah dalam Perlindungan Hukum terhadap Pemegang Polis Asuransi Guna Mencegah Terjadinya Gagal Bayar oleh Perusahaan Asuransi”, Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, Vol. 9, No. 11, 2024.

Rinitami Njatrijani, Putri Ayu S, dan Cantika Assyifani P, “Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Badan Pengawas Terhadap Fenomena Gagal Bayar Polis Asuransi Di Indonesia”, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, Vol. 6, No. 2. 2024.

S, Man Suparman dan Endang. 2004. Hukum Asuransi Perlindungan Tertanggung Asuransi Deposito Usaha Perasuransian. Bandung: Alumni.

Sandrarina dan Gunawan, “Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelesaian Wanprestasi dalam Perjanjian Jual Beli”, Unes Law Review, Vol. 6, No. 4, 2024.

Sari dan Nugroho, “Peran Litigasi dalam Penyelesaian Sengketa Wanprestasi di Pengadilan Perdata”,, Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol. 3, No. 28, 2021.

Suyanto, “Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Pada Jual Beli Rumah Deret Berdasarkan PPJB”, Jurnal Kajian Hukum, Vol. 4, No. 1.

Tutik, Titik Triwulan. 2010. Perlindungan Hukum Bagi Pasien. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Widijantoro, Yohanes Triyana, Budi Arianto. 2019. Hukum Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan Di Era Otoritas Jasa Keuangan. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Mayang Asmara Megaputri, V., Hariyani, I., & Prakoso, B. (2025). Tanggung Jawab Hukum Perusahaan Asuransi dan Perlindungan Konsumen Pasca Pencabutan Izin Usaha. Recital Review, 7(2), 281–300. https://doi.org/10.22437/rr.v7i2.47747