Evaluasi Status Kesuburan Tanah dan Kesesuaian Lahan Jelutung Rawa (Dyera Lowii Hook. F)

Evaluation of Soil Fertility Status and Land Suitability of Jelutung Rawa (Dyera Lowii Hook. F)

Authors

  • Rike Puspitasari Tamin Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi
  • Richard Robintang Parulian Napitupulu Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.49778

Keywords:

land suitability, peatland, jelutung rawa

Abstract

ABSTRACT

Jambi Province is one of the regions in Indonesia with a fairly extensive peat forest area, spread across several districts, including Muaro Jambi Regency and Tanjung Jabung Timur Regency. In recent years, the peat swamp forests in this area have experienced degradation, primarily due to land fires. One important conservation area is the Orang Kayo Hitam Grand Forest Park, which is dominated by a peat swamp forest ecosystem with high plant diversity. The main problem faced is the decline in peat soil quality after the fire, which impacts the success of rehabilitation activities. This study aims to evaluate the status of soil fertility and land suitability for the growth of swamp jelutung on post-fire peatlands. The results show that the soil fertility status at the study site is still quite good, but there are main limiting factors in the form of nutrient retention and low potassium availability. Under these conditions, the current land suitability class is quite suitable (S2) and can be improved to very suitable (S1) with moderate management by adding 150-200 g of dolomite per planting hole to increase soil pH and adding 180.34 g of KCl single fertilizer per planting hole for peat soil with a BV of 0.2.

 

Keywords: land suitability, peatland, jelutung rawa

 

ABSTRAK

Provinsi Jambi merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kawasan hutan gambut cukup luas, tersebar di beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Beberapa tahun terakhir, hutan rawa gambut di kawasan ini mengalami degradasi terutama akibat kebakaran lahan. Salah satu kawasan konservasi penting adalah Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam yang didominasi oleh ekosistem hutan rawa gambut dengan keanekaragaman tumbuhan tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah penurunan kualitas tanah gambut pasca kebakaran yang berdampak pada keberhasilan kegiatan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah dan kesesuaian lahan terhadap pertumbuhan jelutung rawa pada lahan gambut pasca kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah di lokasi penelitian masih tergolong cukup baik, namun terdapat faktor pembatas utama berupa retensi hara dan ketersediaan unsur kalium yang rendah. Kondisi tersebut, kelas kesesuaian lahan saat ini cukup sesuai (S2) dan dapat ditingkatkan menjadi sangat sesuai (S1) dengan pengelolaan sedang melalui penambahan dolomit 150 - 200 g per lubang tanam untuk meningkatkan pH tanah serta penambahan pupuk tunggal KCl sebanyak 180,34 g per lubang tanam untuk tanah gambut dengan BV 0,2.

 

Kata kunci:  kesesuaian lahan, lahan gambut, jelutung rawa

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus F, IGM Subiksa. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk pertanian dan aspek lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAFT) Bogor, Indonesia.

Awaludin. 2016. Keluhan kesehatan masyarakat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kota Pekanbaru. Journal Endurance 1(1): 37-46. doi: 10.22216/jen.v1i1.1079.

Dariah A, Maftuah E, Maswar. 2016. Karakteristik Lahan Gambut. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Hartatik W, Subiksa IGM, Dairiah AI. 2011. Sifat Fisik dan Kimia Tanah Gambut. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Hoscilo A, Page SE, Tansey Kj, Rieley JO. 2011. Effect of repeated fires on landcover change on peatland in Southern Central Kalimantan, Indonesia, from 1973 to 2005. International Journal of Wildland Fire, 20(4), 578-588. doi: 10.1071/WF10029.

Izzati M. 2016. Perubahan pH dan salinitas tanah pasir dan tanah liat setelah penambahan pembenah tanah dari bahan dasar tumbuhan akuatik. Fakultas Sains dan Matematika. Universitas Diponegoro.

Masganti, Wahyunto, Ai Dariah, Nurhayati, Rachmiwati Y. 2014. karakteristik dan potensi pemanfaatan lahan gambut terdegradasi di Provinsi Riau. Jurnal Sumberdaya Lahan 8 (1): 59-66

Miettinen J, Liew SC. 2010. Degradation and development of peatlands in Peninsular Malaysia and in the islands of Sumatra and Borneo since 1990. Land Degradation & Development 21(3): 285–296.

Miettinen J, Hooijer A, Vernimmen R, Liew SC, Page SE. 2017. From carbon sink to carbon source: Extensive peat oxidation in insular Southeast Asia since 1990. Environmental Research Letters 12(2): 024014. doi: 10.1088/1748-9326/aa5b6f.

Najiyati S, Muslihat L, I Nyoman N, Suryadiputra. 2005. Panduan pengelolaan lahan gambut untuk pertanian berkelanjutan. Proyek Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia. Wetlands International Indonesia Programme dan Wildlife Habitat Canada. Bogor. Indonesia.

Noor M. 2001. Pertanian Lahan Gambut, Potensi dan Kendala. Kanisius. Yogyakarta.

Nurjanah S, Octavia D, Kusumadewi F. 2013. Identifikasi lokasi penanaman kembali ramin (Gonystylus Bancanus Kurz) di hutan rawa gambut sumatera dan kalimantan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi Dan Rehabilitasi, Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan. Forda Press.

Page SE, Rieley JO, Banks CJ. 2011. Global and regional importance of the tropical peatland carbon pool. Global Change of Biology 17(2): 798-818. doi: 10.1111/j.1365-2486.2010.02279.x.

Purwanto E. 2008. Kajian macam media tanam dan konsentasi iba terhadap pertumbuhan stek jarak pagar (Jatropha Curcas I). Program studi agronomi. Universitas Sebelas Maret.

Rayes ML. 2007. Deskripsi profil tanah di lapangan. Unit penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Ritung S, Nugroho K, Mulyani A, Suryani E. 2011. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. 168 hal

Siahaan H, Sumadi A, Kunarso A, Purwanto. 2018. Kondisi vegetasi dan suksesi awal pasca kebakaran pada hutan rawa gambut merang kepahyang sumatera selatan. Buku Panduan dan Abstrak Seminar Nasioanal BP2LHK Palembang.

Supriyono A. 2006. Dampak penggenangan, pengatusan dan amelioran terhadap sifat kimia dan hasil padi sawah (Studi Kasus Pangkoh, Kalimantan Tengah). Disertasi. Program Pascasarjana. UGM. Yogyakarta.

Tamin RP, Ulfa M, Saleh Z. 2019. Identifikasi Potensi Pohon Induk Pada Tegakan Tinggal Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam Pasca Kebakaran Hutan. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi| JIITUJ| 3(1): 10–17.

Tamin RP, Ulfa M, Saleh Z. 2021. Identifikasi potensi permudaan alam di hutan rawa gambut taman hutan raya orang kayo hitam provinsi jambi pasca kebakaran hutan. Jurnal Al-Kauniyah : Jurnal Biologi 14(1): 42-51.

Tamin RP, Ulfa M, Saleh Z. 2021. Identifikasi potensi penyebar benih tumbuhan pada hutan rawa gambut dalam rangka regenerasi alami dan restorasi lahan gambut pasca kebakaran. Wahana Foresta: Jurnal Kehutanan 16(2): 181-192.

Tim Sintesis Kebijakan. 2008. Pemanfaatan dan konservasi ekosistem lahan rawa gambut di Kalimantan. Pengembangan Inovasi Pertanian 1(2) :149-156

Winarso S. 2005. Kesuburan Tanah: Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava media. Jogjakarta

Wulan AJ, Subagio S. 2016. Efek asap kebakaran hutan terhadap gambaran histologis saluran pernapasan. Majority 5(3): 162

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

1.
Tamin RP, Napitupulu RRP. Evaluasi Status Kesuburan Tanah dan Kesesuaian Lahan Jelutung Rawa (Dyera Lowii Hook. F) : Evaluation of Soil Fertility Status and Land Suitability of Jelutung Rawa (Dyera Lowii Hook. F). Jurnal Silva Tropika [Internet]. 2025 Dec. 31 [cited 2026 May 6];9(2):260-73. Available from: https://www.online-journal.unja.ac.id/STP/article/view/49778