Pengawet Alami Kayu Sengon dengan Ekstrak Umbi Gadung terhadap Rayap Kayu Kering
Natural Preservatives of Sengon Wood with Umbi Gadung Extract Against Drywood Termites
DOI:
https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.49784Keywords:
drywood termites, gadung tuber extract, sengon wood, wood preservationAbstract
ABSTRACT
Sengon wood (A. chinensis) is a type of wood that has great potential as a source of industrial raw materials and holds significant economic value. However, sengon wood has low natural durability, classified as durability class IV–V, making it highly susceptible to attack by wood-destroying organisms such as termites. Therefore, wood preservation treatment is necessary to extend its service life. This study aims to analyze the interaction effect between the concentration of gadung tuber (D. hispida) extract with ethanol solvent and the soaking duration on the durability of sengon wood using the cold soaking method. The extract concentrations used were 1%, 3%, and 5%, and the soaking durations were 1 day, 2 days, and 3 days. The preserved samples were subjected to forced feeding tests using 50 healthy and active drywood termites (C. cynocephalus Light) on test specimens measuring 2.5 cm × 2.5 cm × 2 cm. The preservative performance parameters included absorption and retention, while the wood durability parameters included weight loss and termite mortality rate. The interaction between gadung tuber extract concentration and soaking duration significantly affected the retention and absorption values, while weight loss and termite mortality showed no significant effect. The highest retention and absorption values were obtained at a soaking duration of 3 days and a concentration of 5%, with average retention and absorption values of 0.028 g/cm³ and 0.438 g/cm³, respectively
Keywords: drywood termites, gadung tuber extract, sengon wood, wood preservation
ABSTRAK
Kayu sengon (A.chinensis) merupakan kayu yang memiliki potensi sebagai penyedia bahan baku industri dan memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Kayu sengon memiliki tingkat keawetan yang rendah, yaitu kelas awet IV-V sehingga sangat mudah diserang oleh organisme perusak kayu seperti rayap. Perlu dilakukan proses pengawetan kayu untuk meningkatkan umur pakai kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi antara konsentrasi ekstrak umbi gadung (D. hipsida) dengan pelarut etanol dan lama perendaman terhadap keawetan kayu sengon dengan metode perendaman dingin. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 1%, 3% dan 5% dan lama perendaman yang dilakukan 1 hari, 2 hari dan 3 hari. Pengawetan diumpan paksa dengan rayap kayu kering (C. cynocephalus Light) yang sehat dan aktif sebanyak 50 ekor pada contoh uji yang berukuran (2,5 cm x 2,5 cm x 2 cm). Parameter pengujian bahan pengawet terdiri dari absorbsi dan retensi, sedangkan parameter pengujian keawetan kayu terdiri dari penurunan bobot dan nilai mortalitas rayap kayu kering. Interaksi antara konsentrasi ekstrak umbi gadung dan lama perendaman terhadap keawetan kayu sengon memberikan pengaruh nyata terhadap nilai retensi dan absorbsi, sedangkan penurunan bobot dan mortalitas tidak memberikan pengaruh nyata. Interaksi retensi dan absorbsi nilai tertinggi diperoleh pada lama perendaman 3 hari dan konsentrasi 5%, dengan nilai rata-rata retensi 0,028 g/cm3 dan absorbsi 0,438 g/cm³.
Katakunci: ekstrak umbi gadung, kayu sengon, pengawetan kayu, rayap kayu kering
Downloads
References
(BSN) BSN. 1999. SNI 03-5010.1-1999: Pengujian kuat lentur kayu.
Amin S, Hutomo AP, Arifin Z. 2021. Pengawetan Perendaman Dingin Dan Panas Dingin Kayu Trembesi (Albizia Saman) Menggunakan Pengawet Boraks. Bul Poltanesa. 22(1):86–94. doi:10.51967/tanesa.v22i1.470.
Anggraini R, Khabibi J, Albayudi, Riani VE. 2021a. Durability characteristics of Alstonia scholaris wood treated with Cerbera manghas seed ethanol extract against Schizophyllum commune Attack. Di dalam: Lubis MAR, editor. Proceedings of the 10th International Symposium for Sustainable Humanosphere. Indonesia: Springer. hlm 203–212.
Anggraini R, Khabibi J, Ridho MR. 2021b. Utilization of Wood Vinegar as a Natural Preservative for Sengon Wood (Falcataria moluccana Miq.) against Fungal Attack (Schizophyllum commune Fries). J Sylva Lestari. 9(2):302–313. doi:10.23960/jsl29302-313.
Ardiansa B, Ariyanti A, Hapid A. 2014. Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman kayu sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) dalam ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes sp.). J War Rimba. 2(1):81–87.
Ardiansa B, Ariyanti A, Hapid A. 2017. Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman kayu sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) dalam ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes sp.). J War Rimba. 2(1).
Azis A, Prayitno TA, Hadikusumo SA, Santoso M. 2013. Uji ekstrak etanol kumis kucing (Orthosiphon sp.) sebagai pengawet alami kayu. J Ilmu Kehutan. 8(1):48–56.
Basyaruddin, Suryaningsih A, Awali J. 2019. Potensi pemanfaatan kayu gelam dan kayu sengon dalam dunia konstruksi berdasarkan uji kuat lentur. Rekayasa Sipil. 13(3):193–198.
Carolina S, Wiwin TI, Sunardi. 2019. Pemanfaatan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) sebagai bahan pengawet alami. J Sylva Sci. 2(3):558–566.
Daviyana SA, Wardenaar E, Yanti H. 2013. Pemanfaatan Ekstrak Kulit Kayu Gerunggang (Cratoxylon arborescens BI) Untuk Pengawetan Kayu Karet (Hevea brasiliensis) dari Serangan Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren). J Hutan Lestari. 1(2):199–207.
Desiani TW, Pertiwi YAB, Agustina A. 2025. Pengaruh lama perendaman dingin dan konsentrasi ekstrak limbah gergajian kayu jati terhadap pengawetan kayu pinus melalui uji kubur. J Hutan Trop. 20(1):90–99.
Eskani IN, Utamaningrat IMA. 2019. Pengaruh konsentrasi, waktu perendaman, dan jenis kayu pada pengawetan alami kayu menggunakan ekstrak daun sambiloto. Din Kerajinan dan Batik Maj Ilm. 36(1):61–70. doi:10.22322/dkb.V36i1.4149.
Fatimah A, Suwadji S, Kusumaningsih KR. 2024. Pengaruh konsentrasi ekstrak daun sambiloto (Andrografis paniculata) terhadap serangan rayap tanah pada tiga jenis kayu. Agroforetech. 2(1):738–743.
Firmanto A. 2017. Teknologi pengawetan kayu bangunan dalam rangka menambah nilai ekonomi kayu. J Log. 19(1):12–19. http://jurnal.unswagati.ac.id.
Ismanto A. 2017. Efikasi destilat kayu nangka (Artocarpus integra Merr.) terhadap rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light). J Sains Nat Univ Nusa Bangsa. 5(1):17–23. doi:10.31938/jsn.v5i1.95.
Kusumaningsih KR. 2011. Sifat penyerapan bahan pengawet pada beberapa jenis kayu bangunan. J Wana Trop. 1(17):16–25.
Kusumaningsih KR, Hadi DS, Sebriliani AE. 2024. Pemanfaatan limbah kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) sebagai bahan pengawet untuk mencegah serangan rayap kayu kering pada kayu jabon (Anthocephalus cadamba). J Wana Trop. 13(2):52–61. doi:10.55180/jwt.v13i2.968.
Oksari AA, Susanty D, Rizki FH, Wanda IF, Arinana, Dadang. 2023. Potential of Dioscorea bulbifera L . as a bio- insecticide in controlling dry wood termites (Cryptotermes cynocephalus Ligh .). Int Conf Mod Sustain Agric. 1133. doi:10.1088/1755-1315/1133/1/012046.
Pandit IKN, Nandika D, Darmawan WI. 2011. Analisis Sifat Dasar Kayu Hasil Hutan Tanaman Rakyat. J Ilmu Pertan Indones. 16(2):119–124. https://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/view/6609.
Prawira H, Oramahi HA, Setyawati D, Diba F. 2013. Aplikasi asap cair dari kayu laban (Vitex pubescens Vahl) untuk pengawetan kayu karet. J Hutan Lestari. 1(1):16–22.
Riska E, Erniwati, Abdul H. 2014. Retensi bahan pengawet ekstrak daun tembelekan (Lantana camara L) pada beberapa jenis kayu dan efektifitasnya terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes sp.). War Rimba. 2(3):125–232.
Sadir M, Mirawati B. 2024. Pengawetan bambu tali (Gigantochloa apus K) menggunakan metode rendaman panas. J Silva Samalas. 7(1):46. doi:10.33394/jss.v7i1.12440.
Saputro DD, Widayat W. 2016. Karakterisasi Limbah Pengolahan Kayu Sengon Sebagai Bahan Bakar Altrnatif. Sainteknol J Sains dan Teknol. 14(1):21–29.
Sari R. 2022. Analisis sifat fisis dan keawetan kayu bungur (Lagerstroemia speciosa) yang diberi perlakuan pemanasan. Skripsi. Jambi: Universitas Jambi.
Syahril S, Sribudiani E, Somadona S. 2022. Efektivitas pengawetan kayu sengon (Paraserianthes falcataria) menggunakan ekstrak biji mahoni dengan metode rendaman dingin terhadap serangan rayap tanah. J For Sci Avicennia. 5(2):159–167. doi:10.22219/avicennia.v5i1.21662.
Tampubolon AE, Oemry S, Lubis L. 2015. Uji daya hidup rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) (Isoptera: Rhinotermitidae) dalam berbagai media kayu di laboratorium. J Online Agroteaknologi. 3(3):864–869.
Tristania ES, Susanti CME, Gunawan E. 2023. Potensi ekstrak aseton kayu sowang (Xanthosthemon sp.) sebagai bahan pengawet alami kayu pulai (Alstonia scholaris R. Br.) dan kayu sengon [Parasienthes falcataria L. (Nielsen)]. Igya ser hanjop J Pembang Berkelanjutan. 5(1):67–76. doi:10.47039/ish.5.2022.67-76.
Utari N, Diba F, Sisillia L. 2018. Perbandingan tingkat keawetan kayu sengon (Falcataria moluccana L. Nielsen) dan kayu sugi (Cryptomeria japonica D.Don) dengan ekstrak limbah kulit kayu jati (Tectona grandis L.F.) terhadap serangan rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren. J Tengkawang. 8(2):75–87.
Wulandari FT. 2012. Ekstrak umbi gadung dan ekstrak biji mimba sebagai bahan pengawet kayu ramah lingkungan. Media Bina Ilm. 6(4):40–43.
Yama DI. 2018. Keefektifan Termisida Nabati Berbahan Aktif Rotenone terhadap Mortalitas dan Perubahan Perilaku Hama Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus). J Citra Widya Edukasi. 10(2):109–116.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Riana Anggraini, Didi Tarmadi, Ardiansyah Ardiansyah, Muhammad Rasyidur Ridho, Yunia Frida Adelka, Saviska Luqyana Fadia, Sumiati Simanullang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












