Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus Meissn.)
The Effect of Providing Cow Manure on The Growth of Red Calliandra Seedlings (Calliandra calothyrsus Meissn.)
DOI:
https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.50300Keywords:
red calliandra, cow manure, ultisolAbstract
ABSTRACT
The number of people in the world continues to increase causing a soaring energy needs and wood needs. The way to get raw materials for renewable energy is to use energy wood from leguminous species, such as red calliandra (Calliandra calothyrsus Meissn.). The benefits of calliandra are forage for livestock, erosion control, conservation and reclamation, and raw material for wood pellets. The success of generative calliandra cultivation is determined by many factors, one of which is the planting media. Planting media used in cultivation do not all contain sufficient nutrients, such as ultisol soil which has problems such as soil acidity, and low macro nutrients and low C-organic, to overcome these problems the addition of organic matter in the from of cow manure. The purpose of this study was to analyse the effect of cow manure and the best dose of cow manure on the growth of red calliandra seedlings. Methods the study used a CRD single-factor with 5 levels of cow manure treatment (k0 without fertilizer, k1=50 g/polybag, k2=100 g/polybag, k3=150 g/polybag, k4=200 g/polybag) repeated 6 times so as to obtain 30 experimental units, consisting of 5 seedlings so that a total of 150 seedlings. The observation variables were height, diameter, number of leaves, root and crown dry weight. The results showed that the application of cow manure had a significant effect on the growth of red calliandra seedlings, especially on the variables of height, number of leaves, and root dry weight but had no significant effect on the variables of diameter and crown dry weight. The application of cow manure at a dose of 100 g/polybag is the best dose to support the growth of red calliandra (Calliandra calothyrsus Meissn.) seedlings.
Key words: red calliandra, cow manure, ultisol.
ABSTRAK
Jumlah penduduk di dunia terus mengalami peningkatan menyebabkan melonjaknya kebutuhan energi maupun kebutuhan kayu. Cara untuk mendapatkan bahan baku Energi Terbarukan (EBT) adalah menggunakan kayu energi dari jenis leguminosa, seperti tanaman kaliandra merah (Calliandra calothyrsus Meissn.). Manfaat kaliandra yaitu hijauan makan ternak, pengontrol erosi, konservasi dan reklamasi, serta bahan baku wood pellet. Keberhasilan budidaya kaliandra secara generatif ditentukan dari banyak faktor salah satunya yaitu media tanam. Media tanam yang digunakan dalam budidaya tidak semua mengandung unsur hara yang cukup, seperti tanah ultisol yang memiliki permasalahan seperti kemasaman tanah, dan unsur hara makro yang rendah serta C-organik yang rendah, untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang sapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pupuk kandang sapi dan dosis terbaik pada pemberian pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan bibit kaliandra merah. Metode penelitian menggunakan RAL faktor tunggal dengan 5 taraf perlakuan pupuk kandang sapi (k0=tanpa pupuk, k1=50 g/polybag, k2=100 g/polybag, k3=150 g/polybag, k4=200 g/polybag) diulang 6 kali sehingga diperoleh 30 satuan percobaan, terdiri dari 5 bibit sehingga total 150 bibit. Variabel pengamatan berupa pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, berat kering akar dan tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kaliandra merah terutama pada variabel tinggi, jumlah daun, dan berat kering akar namun tidak berpengaruh nyata pada variabel diameter dan berat kering tajuk. Pemberian pupuk kandang sapi dengan dosis 100 g/polybag merupakan dosis terbaik untuk menunjang pertumbuhan bibit kaliandra merah (Calliandra calothyrsus Meissn.).
Kata kunci: kaliandra merah, pupuk kandang sapi, ultisol.
Downloads
References
Atman. 2020. Peran pupuk kandang dalam meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Jurnal Sains Agro. 5(1). http://ojs.umb-bungo.ac.id/index.php/saingro/index.
Chamberlain JR. 2001. Calliandra calothyrsus an agroforestry tree for the humid tropics. Tropical Forestry Papers. 40.
Dharmaputri NWP, Wijaya IN, Adiartayasa W. 2016. Identifikasi mikoriza vesikular arbuskular pada rhizosfer tanaman lamtoro (Leucaena Leucocephala) dan kaliandra (Calliandra calothyrsus) serta perbanyakan dengan media zeolit. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 5(2):171–180. http://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT’
Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan. 2013. Energi Baru dan Terbarukan Pelet Kayu/WoodPellet.https://dlhk.bantenprov.go.id/storage/dlhk/upload/dokumen/artikel%201.pdf. Diakses pada 25 Agustus 2024.
Ermadani, Muzar A, Mahbub IA. 2011. Pengaruh residu kompos tandan buah kosong kelapa sawit terhadap beberapa sifat kimia ultisol dan hasil kedelai. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 13(2):11-18.
Febijanto I. 2019. Perencanaan PLTU biomassan berbahan bakar tanaman kaliandra merah di Kalimantan Timur. Jurnal Energi dan Lingkungan. 14(1):31-36
Fitriatin BN, Yuniarti A, Turmuktini T, Ruswandi FK. 2014. The effect of phosphate solubilizing microbe producing growth regulators on soil phosphate, growth and yield of maize and fertilizer efficiency on ultisol. Eurasian Journal of Soil Science (Ejss). 3(2):101. https://doi.org/10.18393/ejss.34313.
Hardianus, Suryantini R, Wulandari RS. 2017. Efektifitas trichoderma dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter semai Acacia Mangium pada tanah ultisol (Effectiveness of Trichoderma and Manure on Height and Diameter Growth of Acacia mangium Seedlings in Ultisol Soil). Jurnal Hutan Lestari. 5(2):521–529.
Hartatik W, Widowati LR. 2006. Pupuk Kandang Organik dan Pupuk Hayati, Pupuk Kandang. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Jawa Barat, Indonesia.
Hartatik W, Setyorini D. 2012. Pemanfaatan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas tanaman. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan Dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. 571-582.
Hendrati RL, Hidayati N. 2014. Budi Daya Kaliandra untuk Bahan Baku Sumber Energi. IPB Press, Jakarta, Indonesia.
Herdiawan I, Fanindi A, Semali A. 2000. Karakteristik dan pemanfaatan kaliandra (Calliandra calothyrsus). Lokakarya Nasional Tanaman Pakan Ternak, 141–148.
Indrawanto C, Atman. 2017. Integritas tanaman dan ternak solusi meningkatkan pendapatan petani. 108 p. IAARD Press.
Indriyani N, Wardiyati T, Nawawi M. 2018. The effect of kind of manure on growth and yield of brassica rapa l. And brassica juncea L. Jurnal Produksi Tanaman. 6(5), 734–741.
Kementan. 2009. Peraturan Menteri Pertanian No.28/Permentan/SR.130/5/2009 tentang pupuk organik dan pembenah tanah. (71p). Kementerian Pertanian Republik Indonesia 17: hlm.
Marjenah. 2001. Morfologi perbedaan naungan di persemaian terhadap pertumbuhan dan respon morfologi dua jenis semai meranti. Jurnal Rimba Kalimantan. 6(2).
Maryam A, Susila AD, Kartika JG. 2015. Pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil, panen tanaman sayuran di dalam nethouse. Buletin Agrohorti. 3(2):263–275. https://doi.org/10.29244/agrob.v3i2.15109.
Maulidani A, Hatta GM, Arifin YF. 2019. Studi daya dan kualitas hidup kaliandra merah (Calliandra calotyrsus meissn.) Pada tiga jenis tanah di areal reklamasi bekas penambangan semen. Jurnal Sylva Scienteae. 02(3):540–547.
Melsasail L, Warouw VRC, Kamagi YEB. 2019. Pengaruh penambahan lempung dan bahan organik serta dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di media pasir pantai. 2(6):1–14.
Nuryani E, Haryono G, Histroriawati. 2019. Pengaruh dosis dan saat pemberian pupuk P terhadap hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris, L.) tipe tegak. Jurnal ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika.4(1):14-17.
Panda NDL, Jawang UP, Lewu LD. 2021. Pengaruh bahan organik terhadap daya ikat air pada tanah ultisol lahan kering. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 8(2):327–332. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2021.008.2.3.
Pasang YH, Jayadi M, Rismaneswati. 2019. Peningkatan unsur hara fosfor tanah ultisol melalui pemberian pupuk kandang, kompos dan pelet. Jurnal Ecosolum. 8(2):86. https://doi.org/10.20956/ecosolum.v8i2.7872.
Pradana W, Anas B. 2017. Pemanfaatan kayu kaliandra dan limbah teh sebagai bahan baku biobriket. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. 25(1)
Prasetyo E, Wiyono, Lestari P, Hidayat R, Oktalina SN, Ngadianto A, Nugroho P. 2018. Penanaman kaliandra sebagai kayu energi dan hijauan makanan ternak pada pertanaman agroforestri masyarakat Desa Gerbosari, Samigaluh Kulon Progo. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat. 1(1):1–10. https://doi.org/10.22146/jp2m.39216.
Refliaty, Tampubolon G, Hendriansyah. 2011. Pengaruh pemberian kompos sisa biogas kotoran sapi terhadap perbaikan beberapa sifat fisik ultisol dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merill). Jurnal Hidrolitan. 2(3):103–114.
Rini MP, Asmarahman C, Indriyanto, Riniarti M. 2024. Uji efektivitas pupuk kandang sapi untuk meningkatkan pertumbuhan kaliandra merah ( Calliandra Calothyrsus Meissn.) pada tanah tercemar limbah oli. 8(1):192–199. Doi: http://dx.doi.org/10.32522/ujht.v8i1.12457.
Rukmini A. 2017. Pengaruh dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata L.) pada kondisi kadar air tanah yang berbeda. Skripsi. Jurusan Biologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.
Stewart J, Mulawarman, Roshetko JM, Powell MH. 2001. Produksi dan Pemanfaatan Kaliandra (Calliandra calotyrsus). Edisi kedua. Winrock Internasional and the Taiwan Forestry Research institute. Bogor, Indonesia.
Stewart JL, Mould FL, Harvey MI. 2000. The effect of drying treatment on the fodder quality and tannin content of two provenances of calliandra calothyrsus Meissner. Journal of the Science of Food and Agriculture. 80(10): 1461-1468.
Succi CW, Heddy S. 2018. Pengaruh Intensitas cahaya terhadap keanekaragaman tanaman puring (Codiaeum variegetum). Jurnal Produksi Tanaman. 16(1):161-169.
Sugiarto T. 2007. Respon semai mahoni (Swietenia mahagoni Jacg.) umur tiga bulan dari berbagai komposisi dan dosis pupuk organik.
Sujana IP, Pura INLS. 2015. Pengelolaan tanah ultisol dengan pemberian pembenah organik biochar menuju pertanian berkelanjutan. Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem. 5(9):01-69.
Syahputra E, Fauzi, Razali. 2015. Karakteristik sifat kimia sub grup tanah ultisol di beberapa wilayah Sumatera Utara. Jurnal Agroekoteknologi. 4(1):1796–1803.
Tangendjaja BE, Wina TM, Ibrahim, Palmer B. 1992. Kaliandra (Calliandra calothyrsus) Dan Manfaatnya. Balai Penelitian Ternak dan The Australian Centre For Institute Agricultural Research. 13-42
Tarigan NEB. 2022. Pengaruh dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit kepayang (Pangium edule Reinw) pada media tanah ultisol. Skripsi. Jurusan Kehutanan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia.
Trisnadewi AAAS, Cakra IGLO. 2015. Kecernaan in-vitro tanaman kaliandra (Calliandra Calothyrsus) berbunga merah dan putih. Pastura. 5(1):39-41. https://doi.org/10.24843/pastura.2015.v05.i01.p07.
Utari IT. 2024. Pengaruh pemberian berbagai bahan organik pada media tanam subsoil terhadap pertumbuhan bibit petai (Parkia Spesiosa). Skripsi. Jurusan Kehutanan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia.
Wasis B, Fitriani AS. 2022. Pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan cocopeat terhadap pertumbuhan (falcataria mollucana) pada media tanah tercemar oli bekas. Jurnal Silvikultur Tropika. 13 (03):198-207.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Windi Putri Rahayu, Lizawati Lizawati, Rizky Ayu Hardiyanti, Hamzah Hamzah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












