Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Desa Tohkuning Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Ethnobotany of Medicinal Plant Utilization by the Community in Tohkuning Village, Karanganyar District, Central Java

Authors

  • Nurayni Dwi Astuti Forest Management Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret
  • Ana Agustina Forest Management Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret
  • Rezky Lasekti Wicaksono Forest Management Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.50715

Keywords:

Conservation efforts, plant species, traditional medicine

Abstract

ABSTRACT

Village communities generally still use medicinal plants as traditional medicine, one of which is the Tohkuning Village community. The use of plants as medicines has not been well documented. In fact, local knowledge of the community regarding medicinal plants can provide data on the process or ideas that are important to carry out. Therefore, the purpose of this study was to determine the types of medicinal plants and the knowledge of the Tohkuning Village community in utilizing medicinal plants and to identify medicinal plant conservation efforts carried out by the Tohkuning Village community. This research was conducted in Tohkuning Village in September-October 2024. The sample determination was carried out using purposive sampling and snowball sampling. Data analysis was carried out using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results showed that there were 54 species of medicinal plants. The type of medicinal plant most often found in ginger (67.74%). The most commonly found organ of medicinal plants is leaves (57.41%). The conservation status of medicinal plants found in Tohkuning Village, according to the IUCN Red List, includes one species with Endangered status, namely big-leaf mahogany, and one species with Near Threatened status, namely tempuyung. Conservation efforts are carried out by cultivating and utilizing medicinal plants sustainably.

 

Keywords: conservation efforts, plant species, traditional medicine

 

ABSTRAK

Masyarakat desa umumnya masih menggunakan tumbuhan berkhasiat obat sebagai pegobatan tradisional, salah satunya masyarakat Desa Tohkuning. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat-obatan belum terdokumentasi dengan baik. Padahal, pengetahuan lokal masyarakat mengenai tumbuhan obat dapat memberikan data dalam proses atau gagasan yang penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat dan pengetahuan masyarakat Desa Tohkuning dalam memanfaatkan tumbuhan obat serta mengidentifikasi upaya konservasi tumbuhan obat yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tohkuning. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tohkuning pada bulan September-Oktober 2024. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa terdapat 54 macam tumbuhan obat. Jenis tumbuhan obat yang banyak digunakan yaitu jahe (67,74%). Organ tumbuhan obat yang paling banyak digunakan adalah daun (57,41%). Status konservasi tumbuhan obat yang menurut IUCN Red list salah satunya ada yang berstatus Endangered yaitu mahoni daun lebar dan Near Threatened yaitu tempuyung. Upaya konservasi dilakukan dengan membudidayakan dan memanfaatkan tumbuhan obat secara berkelanjutan

 

Kata kunci: jenis tumbuhan, obat tradisional, upaya konservasi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Albayudi, Sardi I, Putra F, Nurain, H, Darsono BS, Aini YS. Etnobotani pada Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Dua Belas Wilayah Air Hitam. Jurnal Silva Tropika 9(1):163-178. https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.45063.

Azzahra EO, Agustina A, Masyithoh G. 2024. Utilization of Medicinal Plant Species by the Community of Wonodadi Village, Pracimantoro District, Wonogiri Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 1362(1).

Baihaqi L, Putri EK. 2022. Pemanfaatan Tradisional dan Pengetahuan Lokal Tanaman Lontar (Borassus flabellifer L.) oleh Masyarakat Pamekasan Madura. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi 11(1): 208-216.

Botanical. 2011. Pengelolaan Tanaman Obat Keluarga. Jakarta: Balai Pustaka.

Fakhrozi I. 2009. Etnobotani masyarakat Suku Melayu Tradisional di sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh [Skripsi]. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Fatiha GN, Muhibah A, El Maula A, Tami D, Hamidah N, Firbiyanti A. 2024. Pemanfaatan Tumbuhan Apotek Hidup Sebagai Obat Tradisional Masyarakat di Gunungpati. Jurnal Potensial 3(1): 105-116.

Firmansyah A, Rahmawati T, Hardiyanti W, Meylia SA, Yulastri W, Asidqi A, Afif VR. 2022. Tumbuhan Terancam Punah di Hutan Kota Ranggawulung Subang. Bogor: PT. Dakara Consulting LCA Indonesia.

Gonfa N, Tulu D, Hundera K, Raga D. 2020. Ethnobotanical study of medicinal plants, its utilization, and conservation by indigenous people of Gera district, Ethiopia. Cogent Food & Agriculture 6(1).

Handayani L. 2003. Membedah rahsia ramuan Madura. AgroMedia.

Haruna N, Syamsuri S, Alang H. 2022. Studi Etnobotani Ekonomi Tanaman Sagu (Methroxylon sagu) Pada Masyarakat Adat Luwu Di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi 9(2): 179-185.

Kumontoy GD. 2023. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat tradisional untuk kesehatan masyarakat di Desa Guaan Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. HOLISTIK, Journal of Social and Culture 16(3):1-16.

Kuntorini, E. M. (2005). Botani ekonomi suku zingiberaceae sebagai obat tradisional oleh masyarakat di Kotamadya Banjarbaru. Bioscientiae 2(1):25–36. https://doi.org/10.20527/b.v2i1.139.

Mangunsong S, Pastari M, Sumastri H, Pastati TM, Mas' ud B, Yani T, Rahmah A. 2024. Pemanfaatan Kebun Tanaman Obat untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) 6(1): 35-39.

Pelokang CY, Koneri R, Katili D. 2018. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional oleh Etnis Sangihe di Kepulauan Sangihe Bagian Selatan, Sulawesi Utara (The Usage of Traditional Medicinal Plants by Sangihe Ethnic in the Southern Sangihe Islands, North Sulawesi). Jurnal Bios Logos 8(2): 45-51.

Rahardian G. 2022. Tanaman Obat Keluarga TOGA Mengenal Ragam dan Khasiat TOGA.

Silalahi M, Nisyawat N, Wahyuningtyas RS. (2022). Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Lokal Etnis Batak Mandailing di Desa Tanjung Julu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi 15(1):107-120.

Utami RD. 2018. Etnobotani dan Potensi Tumbuhan Obat Suku Anak Rawa Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak Riau [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Utomo DH. 2017. Etnobotani tumbuhan obat oleh perempuan suku Osing di Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi [Disertasi]. Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Widiya M, Jayati RD, Fitriani H. 2019. Karakteristik morfologi dan anatomi jahe (Zingiber officinale) berdasarkan perbedaan ketinggian tempat. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains 2(2): 60-69.

Yassir M, Asnah A. 2019. Pemanfaatan jenis tumbuhan obat tradisional di desa batu hamparan kabupaten aceh tenggara. BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan 6(1). 17-34.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

1.
Dwi Astuti N, Agustina A, Lasekti Wicaksono R. Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Desa Tohkuning Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah: Ethnobotany of Medicinal Plant Utilization by the Community in Tohkuning Village, Karanganyar District, Central Java. Jurnal Silva Tropika [Internet]. 2025 Dec. 31 [cited 2026 May 6];9(2):288-97. Available from: https://www.online-journal.unja.ac.id/STP/article/view/50715