Strategi Pengembangan Ekowisata Di Kawasan Inti Geopark Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin

Ecotourism Development Strategy in the Core Area of Geopark, Renah Pembarap Subdistrict, Merangin Regency

Authors

  • Albayudi Albayudi Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi
  • Ade Adriadi Jurusan Biologi, Fakultas Teknologi dan Sains, Universitas Jambi
  • Muhammad Chairul Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi
  • Yasri Syarifatul Aini Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi
  • Beti Septiana Darsono Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi
  • Hanifah Nur’aini Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.51681

Keywords:

community-based management (CBM), ecotourism, geopark, SWOT analysis, ST strategy

Abstract

ABSTRACT

The Core Area of Merangin Geopark has high ecotourism potential based on its unique geological heritage, biodiversity, and local socio-cultural values. However, its development still faces various challenges that require appropriate and sustainable management strategies. This study aims to analyze the strategic position and formulate ecotourism development strategies in the Core Area of Merangin Geopark. The research employed a survey method by collecting primary data through observations, interviews, and questionnaires, as well as secondary data from literature reviews and relevant institutions. Data were analyzed using SWOT analysis through the development of IFAS and EFAS matrices. The results indicate that the ecotourism development position of Merangin Geopark falls within Quadrant II (ST strategy), suggesting that the area possesses strong internal strengths but faces considerable external threats. The recommended development strategy focuses on utilizing existing strengths to mitigate threats through strengthening conservation efforts, implementing zoning and carrying capacity management, enhancing environmental interpretation, and actively involving local communities in the management and monitoring of the area. This approach is expected to ensure the sustainability of natural resources and geological heritage while providing economic and social benefits for local communities.

 

Keywords: community-based management (CBM), ecotourism, geopark, SWOT analysis, ST strategy

 

ABSTRAK

Kawasan Inti Geopark Merangin memiliki potensi ekowisata yang tinggi berbasis keunikan geologi, keanekaragaman hayati, dan nilai sosial budaya masyarakat lokal. Namun, pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan strategi pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata di Kawasan Inti Geopark Merangin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari studi literatur dan instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis SWOT melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pengembangan ekowisata Geopark Merangin berada pada Kuadran II (strategi ST), yang mengindikasikan bahwa kawasan memiliki kekuatan internal yang dominan namun dihadapkan pada ancaman eksternal yang cukup besar. Strategi pengembangan yang direkomendasikan menekankan pada pemanfaatan kekuatan kawasan untuk mengantisipasi ancaman melalui penguatan konservasi, penerapan zonasi dan daya dukung kawasan, peningkatan fungsi interpretasi lingkungan, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengawasan kawasan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan warisan geologi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.

 

Kata kunci: analisis SWOT, ekowisata, geopark, strategi ST, pengelolaan berbasis masyarakat

Downloads

Download data is not yet available.

References

Albayudi, Adriadi A, Fira MI, Saputra S, Kurnia A. 2025. Inventarisasi Potensi Ekowisata di Jalur Bukit Tepanggang Hutan Adat Guguk Kabupaten Merangin. NATURALIS –Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 14(1):15-23

Alikodra HS. 2011. Konservasi sumber daya hutan dan implementasinya. Jakarta: Bumi Aksara.

Buckley R. 2020. Nature tourism and mental health: parks, happiness, and causation. Journal of Sustainable Tourism 28(9):1409–1424.

Dinata IP, Mussadun M. 2015. Pengaruh Pengembangan Kawasan Wisata Geopark Merangin Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Air Batu. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota 11(3):328-339.

Dinas Pariwisata Kabupaten Merangin. 2017. Data Objek Wisata Kabupaten Merangin. Merangin: Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Merangin.

Eagles PFJ, McCool SF, Haynes CD. 2021. Sustainable tourism in protected areas. Tourism Management 83:104248.

Fentri M, Achnes E. 2017. Strategi pengembangan ekowisata di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 14(1):1–10.

Florensia AS, Sudrajat, Hadmoko DS. 2024. Analisis Kesediaan Membayar (WTP) dalam Upaya Pengembangan Geopark Merangin yang Berkelanjutan di Desa Air Batu [Tesis]. Jogjakarta: Universitas Gadjah Mada.

Gossling S, Scott D, Hall CM. 2020. Pandemics, tourism and global change. Journal of Sustainable Tourism 29(1):1–20.

Ham SH, Weiler B. 2023. Interpretation as the centrepiece of sustainable tourism. Tourism Recreation Research 48(2):179–192.

Hapsara O, Ahmadi. Analisis Keputusan Berkunjung Melalui Minat Berkunjung: Citra Destinasi Dan Aksesibilitas Pada Geopark Merangin Jambi. Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) 11(1):64-76.

Lestari AP. 2018. Analisis strategi pengembangan ekowisata di Taman Nasional Gunung Merapi [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Newsome D, Dowling RK. 2010. Geotourism: The tourism of geology and landscape. Oxford: Goodfellow Publishers.

Newsome D, Dowling R. 2022. Geoheritage and geotourism: A global perspective. Geoheritage 14:1–15.

Nurlena, Baiquni M. 2014. Persepsi Wisatawan terhadap Produk Wisata di Geopark Merangin Jambi [Tesis]. Jogjakarta: Universitas Gadjah Mada.

OECD. 2022. Tourism trends and policies. Paris: OECD Publishing.

Pendit NS. 2003. Ilmu pariwisata: sebuah pengantar perdana. Jakarta: Pradnya Paramita.

Pitana IG, Gayatri G. 2005. Sosiologi pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Rahman A, Jeddawi M, Umar. 2025. Strategy for Developing the Merangin Jambi Geopark as a World Global Geopark (UNESCO Global Geopark): Accelerating the Development and Optimizing the Management of the Merangin Geopark. Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah (JIAPD) 17(2):256-275.

Ramly N. 2007. Pariwisata berwawasan lingkungan. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu.

Rangkuti F. 2014. Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Repindowaty R. 2014. Perlindungan hukum terhadap Geopark Merangin Jambi yang berpotensi menjadi anggota Global Geopark Network (GGN) UNESCO. Jurnal Inovatif 7(3):45–56.

Scheyvens R, Biddulph R. 2018. Inclusive tourism development. Tourism Geographies 20(4):589–609.

Stone MT, Nyaupane GP. 2020. Protected areas, tourism and community livelihoods. Journal of Sustainable Tourism 28(2):473–489.

Suansri P, Richards P, Samahita M. 2022. Community-based tourism and sustainability outcomes. Journal of Sustainable Tourism 30(6):1331–1349.

Sugiarto E. 2016. Pengantar ekowisata. Yogyakarta: Khitah Publishing.

Sutrisno R, Harmaini, Chandra F. 2023. Peran Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Merangin dalam Pengelolaan Geopark Merangin Berbasis Kearifan Lokal. SEMBILAN: Jurnal Hukum dan Adat 1(1):24-36.

The International Ecotourism Society (TIES). 2015. What is ecotourism? (Tersedia: https://ecotourism.org).

UNESCO. 2017. Operational guidelines for UNESCO global geoparks. Paris: UNESCO.

UNWTO. 2023. Tourism and rural development. Madrid: UNWTO.

Warpani. 2007. Pariwisata dalam tata ruang wilayah. Bandung: Penerbit ITB.

Weaver DB. 2021. Advanced ecotourism theory and practice. Tourism Recreation Research 46(3):370–384.

Wibowo YG, Zahar W, Syarifuddin H, Asyifah S, Ananda R. 2019. Pengembangan Eco-Geotourismgeopark Merangin Jambi. IJEEM: Indonesian Journal of Environmental Education and Management 4(1):23-43.

Yuliawati AK, Sapari M. 2016. Developing geotourism as part of sustainable development at Ciletuh Sukabumi, West Java, Indonesia. Journal of Environmental Management and Tourism 7(1):57–62.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

1.
Albayudi A, Adriadi A, Chairul M, Aini YS, Darsono BS, Nur’aini H. Strategi Pengembangan Ekowisata Di Kawasan Inti Geopark Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin: Ecotourism Development Strategy in the Core Area of Geopark, Renah Pembarap Subdistrict, Merangin Regency. Jurnal Silva Tropika [Internet]. 2025 Dec. 31 [cited 2026 May 7];9(2):298-314. Available from: https://www.online-journal.unja.ac.id/STP/article/view/51681

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>