Pencegahan Kebakaran Berulang pada Lahan Gambut dengan Pendekatan Berbasis Tapak di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kalimantan Selatan
Preventing Recurrent Peatland Fires through a Site-Based Approach in Landasan Ulin Village, South Kalimantan
DOI:
https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.52633Keywords:
preventing, peat fires, community participationAbstract
ABSTRACT
Recurrent peatland fires in Banjarbaru threaten ecosystems, public health, and regional economies, demanding integrated, collaborative, and sustainable site-based fire management strategies. The present research goals. The objectives of this study are to identify the factors causing recurrent fires on peatlands, to assess community responsibility in preventing and controlling such incidents, and to examine site-based fire control practices implemented by local residents and related institutions. This research employs a site-based descriptive–analytical approach, in which primary data were collected through field observations (ground check), interviews, and questionnaires administered to 50 respondents using an incidental sampling method. Secondary data were obtained through Focus Group Discussions (FGDs) with the Village Government, the Banjarbaru Disaster Management Agency (BPBD), and local fire-awareness groups, selected using a purposive sampling technique. The results indicate that all recurrent fire events are associated with human activities, particularly land clearing and burning without controlled fire management, discarded cigarette butts, and the spread of fire through dry peat via underground layers. Quantitative data show that 76% of respondents stated that fires spread from other locations. Community practices in fire management remain dominated by reporting behavior (80%), while only 20% participate directly in suppression efforts during idle-land burning. This limited involvement reflects the lack of trained human resources and adequate equipment at the community level. Control measures have been implemented through the construction of firebreaks and water channels as part of peatland hydrological management. However, fires will continue to occur and recur if local residents and related institutions do not actively maintain these facilities. This study concludes that peatland fire control must be implemented in an integrated manner, involving local communities at the site level in collaboration with stakeholders and government institutions.
Keywords: preventing, peat fires, community participation
ABSTRAK
Kebakaran lahan gambut berulang di Banjarbaru mengancam ekosistem, kesehatan masyarakat, ekonomi regional, serta menuntut pengendalian berbasis tapak berkelanjutan kolaboratif terpadu. Tujuan penelitian saat ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran berulang di lahan gambut, untuk menilai tanggung jawab masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian insiden, dan untuk membahas pengendalian kebakaran berbasis praktik penyadapan yang diterapkan oleh penduduk setempat dan lembaga terkait. Penelitian ini merupakan studi deskriptif-analitik berbasis site-tapping dimana pengumpulan data utama dilakukan di lapangan melalui ground check, wawancara, dan kuesioner terhadap 50 responden menggunakan metode incidental sampling. Data sekunder dikumpulkan melalui FGD dengan LURD, BPBD Banjarbaru, dan Amendemenselites yang diatur dengan metode purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kejadian kebakaran berulang semuanya terkait dengan aktivitas manusia, terutama pembukaan dan pembakaran ulang tanpa api yang terkendali, puntung rokok, dan penyebaran api di gambut kering oleh lapisan bawah tanah. Berdasarkan data kuantitatif, 76% responden mengklaim bahwa kebakaran menyebar dari sumber lain. Praktik masyarakat dalam penanganan kebakaran tetap didominasi oleh pola pelaporan dengan 80%, dan 20% lainnya melalui bantuan selama pembakaran perkebunan yang menganggur, yang berlangsung pada tingkat minimum karena masyarakat tidak memiliki sumber daya dan sarana terlatih untuk membantu selama terjadinya kebakaran. Kegiatan pengendalian dilakukan dengan pembuatan sekat bakar dan saluran-saluran air sebagai bagian dari pengelolaan hidrologi) akan tetapi kebakaran akan terjadi dan terjadi kembali jika penduduk setempat dan lembaga terkait tidak aktif memelihara fasilitas tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian kebakaran lahan gambut harus selalu dilakukan secara terintegrasi baik oleh masyarakat ditingkat tapak, maupun stakeholgder dan pemerintah.
Kata kunci: pencegahan, kebakaran gambut, partisipasi masyarakat
Downloads
References
Artaningsih I. 2020. Peran masyarakat dalam pengendalian kebakaran hutan di KPH Cepu Jawa Tengah [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Alphama J, Rianawati F, Arf AR. 2019. Peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan gambut di Jalan Sukamaju Kelurahan Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru. Jurnal Sylva Scienteae 2(5): 1–10.
Firdaus, Rianawati F, Rina MNF. 2022. Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di masa pandemi COVID-19 di Kampung Sungai Karangan Kelurahan Landasan Ulin Timur. Jurnal Sylva Scienteae 5(6): 1–10.
Firdaus. 2022. Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di masa pandemi COVID-19 di Kampung Sungai Karangan Kelurahan Landasan Ulin Timur [Skripsi]. Banjarbaru: Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 32/MenLHK/Sekjen/Kum.1/3/2016 tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Jakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. 2021. Siaran pers Nomor SP.313/HUMAS/PP/HMS.3/09/2021. Jakarta.
Naparin M, et al. 2019. Perhitungan nilai kalor briket dan kandungan hara kompos dari limbah pembukaan lahan tanpa bakar di lahan gambut. Jurnal Hutan Tropis 7(1), 1–10.
Rianawati F, Zainal A, Naparin M. 2021. Kajian karakteristik briket dari pencampuran jerami dan sekam padi dari limbah pasca panen di lahan gambut. Jurnal Hutan Tropis 9(1): 1–10.
Mayang T, Arifin YF, Rianawati F. 2023. Potensi bahan bakar serasah sebagai indikator kerawanan kebakaran di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kalimantan Selatan. Jurnal Sylva Scienteae 6(5): 1–10.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fonny Rianawati, Syarifuddin Kadir, Badaruddin Badaruddin, Muhammad Helmi, Asyisyifa Asyisyifa, Sari Mayawati, Wirawan Noor Hadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












