Analisis Kesulitan Belajar Siswa: Pendekatan Tes Diagnostik Berganda Dua Tingkat dan Kuesioner

(Analysis of Student Learning Difficulties: Two-Tier Multiple-Choice Diagnostic Test and A Questionnaire Approach)

Authors

  • Jesika Situmorang Universitas Negeri Medan
  • Ashar Hasairin Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.22437/biodik.v11i02.43722

Abstract

Learning is a process of interaction between teachers and students that aims to achieve maximum results, but is often hampered by learning difficulties, both from internal factors such as psychology, interests, and intelligence of students, as well as external factors such as family and community environment. Initial studies at SMA St. Ignatius Medan showed that the virus material in biology lessons was one of the most difficult materials, due to its abstract nature, the use of Latin terms, and limited laboratory practice. The low cognitive achievement of students in the aspects of understanding, applying, and assessing the material indicates the need for special attention. The study aims to identify learning difficulties based on students' understanding of virus material in Class X Science at St. Ignatius Senior High School Medan, as well as the main causal factors. The research method employed is descriptive quantitative. The population includes all science classes at St. Ignatius Senior High School Medan, with the sample selected using a total sampling technique. Data collection was conducted using a two-tier multiple-choice diagnostic test and a questionnaire. The results of the study indicated that students experienced learning difficulties, with the highest rate of misconceptions occurring on the indicators of analyzing the characteristics of viruses, compiling a list of proposed preventive measures to minimize the impact of viral infections, and classifying viruses based on their genetic material along with examples. The highest rate of lack of understanding was observed on the indicators of comparing the lytic and lysogenic cycles in viral reproduction, explaining the role of viruses in life, and classifying viruses based on their genetic material along with examples. The main factors contributing to students' learning difficulties include factors related to facilities and infrastructure, particularly in the aspect of practical activities, and the intrinsic nature of virus material, especially its use of latin terminology.

Abstrak. Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dan siswa yang bertujuan mencapai hasil maksimal, namun sering terhambat oleh kesulitan belajar, baik yang berasal dari faktor internal seperti psikologis, minat, dan intelegensi siswa, maupun faktor eksternal seperti lingkungan keluarga dan masyarakat. Studi awal di SMA St. Ignatius Medan menunjukkan bahwa materi virus dalam pelajaran biologi menjadi salah satu materi tersulit, karena sifatnya yang abstrak, penggunaan istilah Latin, dan keterbatasan praktik laboratorium. Rendahnya capaian kognitif siswa dalam aspek memahami, menerapkan, hingga menilai materi tersebut menunjukkan perlunya perhatian khusus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar berdasarkan pemahaman peserta didik pada materi virus kelas X IPA SMA St. Ignatius Medan dan faktor- faktor penyebab utamanya. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh kelas IPA yang ada di SMA St. Ignatius Medan. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data adalah instrumen tes diagnostik berganda dua tingkat (two-tier multiple choice) dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar kategori miskonsepsi tertinggi pada indikator menganalisis ciri-ciri virus, indikator membuat daftar usulan tindakan preventif untuk meminimalkan dampak infeksi virus, dan indikator mengelompokkan virus berdasarkan substansi genetiknya beserta contohnya, serta tidak paham tertinggi pada indikator membandingkan siklus litik dengan lisogenik pada reproduksi virus, indikator menjelaskan peranan virus dalam kehidupan, dan indikator mengelompokkan virus berdasarkan substansi genetiknya beserta contohnya. Faktor faktor utama penyebab kesulitan belajar siswa terdiri dari faktor sarana dan prasarana pada aspek kegiatan praktikum serta faktor sifat dari materi virus pada aspek bahasa latin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aida Auliyani, Latifah Hanum, & Ibnu Khaldun. (2017). Analisis Kesulitan Pemahaman Siswa pada Materi Sifat Koligatif Larutan dengan Menggunakan Three-Tier Multiple Choice Diagnostic test di Kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh. Ilmiah Mahasiswa, 2(1).

Amri & Jafar. (2016). Analisis Kesulitan Mahasiswa Menghafal Nama-Nama Latin di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah ParePare. Jurnal Biotek, 4(2).

Aulia K., Masitah, Herliani & Purwati, S. (2024). Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Biologi pada Materi Virus Kelas IX SMAN 5 Samarinda pada Tahun Ajaran 2023/2024. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4).

Fitarahmawati. (2017). Analisis Ragam Kesulitan Belajar Biologi Materi Protista MAN di Kabupaten Wonosobo Tahun Ajaran 2016/2017. Prodi Pendidikan Biologi. 6(7).

Çimer, A. (2012). What makes biology learning difficult and effective: Students’ views. Educational Research and Reviews, 7(3), 61–71. https://doi.org/10.5897/ERR11.205

D Zunitasari, & S Hidayati. (2016). Identifikasi Kesulitan Belajar Protista Pada Siswa Kelas X Semester 1 SMA Negeri 1 Muntilan Tahun Ajaran 2015/2016. Edukasi Biologi.

Harefa, D. (2021). Monograf Penggunaan Model Pembelajaran Meaningful Instructional design dalam pembelajaran fisika. CV. Insan Cendikia Mandiri.

Hulu Nawawi, K., & Kusnoto, Y. (2019). An Analysis of Online Game Influence Toward the Biology Learning Achievement of Students at. In Indonesian Journal of Biology Education. 2(2).

Ichsan, M. (2016). Psikologi Pendidikan Dan Ilmu Mengajar. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 2(1), 60. https://doi.org/10.22373/je.v2i1.691

Kurniawati, M., Santanapurba, H., & Kusumawati, E. (2019). Penerapan Blended Learning Menggunakan Model Flipped Classroom Berbantuan Google Classroom dalam Pembelajaran Matematika SMP. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1). https://doi.org/10.20527/edumat.v7i1.6827

Muh Ramdan. (2021). Upaya Perbaikan Miskonsepsi yang Terjadi pada Siswa tentang Konsep Virus. Jurnal Pendidikan Indonesia. 2 (6): 1062-1069

Nugraheny, D. C., Dwiprabowo, R., Rahmad, I. N., & Widyaningsih, S. (2024). Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pemahaman Konsep Pembelajaran IPA. 1(1), 48–60. https://doi.org/10.56773/pjer.v1i1.5

Pane, A., Amelia, R., Siregar, D., Rahmi, S., (2023). Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Pembelajaran Biologi Di Kelas X Mia 2 SMA Negeri 3 Padangsidimpuan.

OECD. (2023). PISA 2022 Results The State of Learning and Equity in Education. In PISA 2022 Results (I): https://www.oecdilibrary.org/education/pisa-2022-results-volume-i_03c74bdd-en

Sani, Y., Fitriandika Sari, N., & Harahap, R. D. (2019). Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Biologi di Kelas XI SMA Muhammadiyah-¬10 Rantauprapat. In JOMAS. 1(3).

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Susanti. (2018). Strategi Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Akademik Siswa dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Konseling Edukasi: Journal of Guidance and Counseling. 2(2).

Winda Gustiana, O., Suarja, S., Dianto, M. (2021). Upaya Guru Bk Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik Di Kelas Xi Ips Sma Negeri 1 Vii Kota Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman. Inovasi Penelitian 1(11).

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Situmorang, J., & Hasairin, A. (2025). Analisis Kesulitan Belajar Siswa: Pendekatan Tes Diagnostik Berganda Dua Tingkat dan Kuesioner: (Analysis of Student Learning Difficulties: Two-Tier Multiple-Choice Diagnostic Test and A Questionnaire Approach). BIODIK, 11(02), 475–484. https://doi.org/10.22437/biodik.v11i02.43722

Issue

Section

Articles