Pengembangan Microlearning pada Materi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Tingkat SMA/MA
(Development of Microlearning on Environmental Change and Conservation Material for SMA/MA)
DOI:
https://doi.org/10.22437/biodik.v11i03.47100Abstract
Microlearning is a learning method that utilizes media in the form of videos to stimulate students' interest in learning. This research aims to produce microlearning-based learning media on the topic of environmental change and conservation for high school (SMA/MA) students. The research method used is a quantitative approach with a development research type, employing the 4D model (Define, Design, Development, Dissemination), which is limited to the Development stage. Validity testing was conducted by expert validators, while practicality testing was performed on users. The results of the study indicate that the development of microlearning achieved a validity percentage of 94.5% and a practicality percentage of 81.8%. The conclusion of this research is that the microlearning media on the topic of environmental change and conservation for phase E high school (SMA/MA) students that has been developed is categorized as very valid and very practical.
Abstrak. Microlearning adalah metode pembelajaran yang menggunakan media berupa video untuk merangsang minat belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbentuk microlearning pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup untuk tingkat SMA/MA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pengembangan, menggunakan model 4D (Define, Design, Development, Dissemination), yang dibatasi hanya sampai tahap Development. Uji validitas dilakukan oleh ahli validator, sedangkan uji praktikalitas dilakukan pada pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan microlearning memperoleh uji validitas dengan persentase 94,5% dan uji praktikalitas dengan persentase 81,8%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media microlearning pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup untuk fase E tingkat SMA/MA yang telah dikembangkan dikategorikan sebagai sangat valid dan sangat praktis.
Downloads
References
Aisyah, D., & Febriyenti, F. (2022). Penggunaan media video dalam meningkatkan kualitas mengajar guru di sekolah. Journal of Pedagogy and Online Learning, 1(2), 32–37. https://doi.org/10.24036/jpol.v1i2.14
Amelia, A., & Fitrihidajati, H. (2018). Validitas Dan Keterbacaan Buku Ajar Berbasis Scientific Approach Materi Perubahan Lingkungan untuk Melatihkan Keterampilan Proses Kelas X. Jurnal BioEdu, 7(3), 545–553. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bioedu/article/view/28900
HISAN, N. (2021). Pemanfaatan Video Pembelajaran Pada Pelatihan Jarak Jauh Fungsional Penyuluh Pajak (Studi Kasus Bdk Denpasar). MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 1(2), 164–172. https://doi.org/10.51878/manajerial.v1i2.631
Junaidi, J. (2019). Peran Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar. Diklat Review : Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Pelatihan, 3(1), 45–56. https://doi.org/10.35446/diklatreview.v3i1.349
Kurniawan, N., Sugiarto, M. A., & Cahyono, A. E. (2024). Microlearning Media for Language Literacy : A Learning Innovation for Elementary School Students. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 10(4), 1517. https://doi.org/10.33394/jk.v10i4.12961
Marti, N. W., & Luh Putu Tuti Ariani. (2023). Pengembangan Konten Pembelajaran Mata Kuliah Basis Data Berbasis Micro-Learning Di Program Studi S1 Ilmu Komputer-Undiksha. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 20(1), 1–12. https://doi.org/10.23887/jptkundiksha.v20i1.54572
Masayu, M., Susanti, D., Fitriani, V., Pgri, U., Sumatra, W., Pangilun, J. G., & Sumatra, W. (2025). Development Of Learning Videos On Respiratory System Material For Class XI SMA / MA. 49(1), 425–435.
Nabila, K. (2024). Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Microlearning Pada Materi Asam Basa Di Sma Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh. 1–98. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/39506/
Nugraha, H., Rusmana, A., Khadijah, U., & Gemiharto, I. (2021). Microlearning Sebagai Upaya dalam Menghadapi Dampak Pandemi pada Proses Pembelajaran. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran): Kajian Dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 8(3), 225–236. https://doi.org/10.17977/um031v8i32021p225
Pare, A., & Sihotang, H. (2023). Pendidikan Holistik untuk Mengembangkan Keterampilan Abad 21 dalam Menghadapi Tantangan Era Digital. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 27778–27787.
Riduwan. 2013. Skala-skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. In Alfabeta. CV. https://www.academia.edu/118903676/Metode_Penelitian_Kuantitatif_Kualitatif_dan_R_and_D_Prof_Sugiono
Thiagarajan, S., S Semmel, D., & I Semmel, M. (1974). Instructional Develoment for Traning Teacher of Exeptional Children: A Sourcebook (p. 194).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Davina Aldira, Diana Susanti, Vivi Fitriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with Biodik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi agree to the following terms:
- For all articles published in Biodik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, copyright is retained by the authors and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International Licensethat allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).












