PERAN SURAT KABAR SUARA KARYA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI POLITIK GOLKAR TAHUN 1977-1982
DOI:
https://doi.org/10.22437/jejak.v5i2.49455Keywords:
Suara Karya, Golkar, Komunikasi Politik, Orde Baru, PemiluAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah terbentuknya surat kabar Suara Karya, kemudian menjelaskan peran surat kabar Suara Karya sebagai media komunikasi politik Golkar tahun 1977—1982, serta strategi Suara Karya dalam menyampaikan agenda politik Golkar dan dampaknya terhadap pembentukan opini publik. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terbagi dalam lima tahap yaitu, pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terbentuknya surat kabar Suara Karya didorong oleh kebutuhan untuk menaikkan elektabilitas Golkar menjelang keikutsertaannya dalam pemilu tahun 1971. Sebagai corong resmi pemerintah, kemenangan Golkar menjadi prioritas utama dan Suara Karya tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi tetapi juga mengarahkan opini publik melalui narasi yang menekankan pentingnya stabilitas politik, pembangunan nasional, serta kesetiaan pada Pancasila. Selama masa kampanye pemilu tahun 1977 dan 1982, Suara Karya konsisten mendukung kemenangan Golkar melalui pemberitaan yang turut memperkuat dukungan publik terhadap Golkar sebagaimana tercermin dalam kemenangan Golkar pada dua pemilu tersebut, sementara oposisi disudutkan dengan nada negatif sebagai insiden atau pelanggaran. Dengan demikian, Suara Karya berperan penting sebagai instrumen komunikasi politik yang mendukung Orde Baru sekaligus menunjukan bagaimana pers dijadikan sebagai alat kekuasaan.
Downloads
References
Effendy, Bahtiar et al. (2012). Beringin Membangun Sejarah Politik Partai Golkar. Jakarta: Penerbit Grafindo Khazanah Ilmu.
Hutagulung, Inge. (2013). Dinamika Sistem Pers di Indonesia. Jurnal Interaksi, 2 (2), hlm. 53—60.
Jaya, Arni., La Ode Harjudin & La Ode Muh Elwan. (2025). Strategi Partai Politik Golkar Pada Pemilu Legislatif 2024 di Kota Kendari. JAPMAS: Jurnal Politik dan Demokrasi, 3(1), hlm. 13—19.
Kasenda, Peter. (2015). Sarwo Edhie dan Tragedi 1965. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Komisi Pemilihan Umum Indonesia. Pemilu 1977—1997. https://www.kpu.go.id/page/read/10/pemilu-1977-1997, (Diakses pada 31 Juli 2025, pukul 17.30 WIB).
Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Mallarangeng, Rizal. (2010). Pers Orde Baru: Tinjauan Isi Kompas dan Suara Karya. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Na’imah, Hayatun. (2015). Peralihan Kekuasaan Presiden Dalam Lintasan Sejarah Ketatanegaraan Indonesia. Khazanah, Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 13(1), hlm. 120—138.
Rahmadi, Ricky. (2005). 34 Tahun 1971-2005 Suara Karya berlayar Menembus Zaman. Jakarta: Badan Litbang HU Suara Karya Tahun 2005.
Roosa, John et al. (2008). Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto. Jakarta: Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra.
Suara Karya, 3 Januari 1977.
Suara Karya, 1 Maret 1977.
Suara Karya, 24 Maret 1977.
Suara Karya, 25 Februari 1977.
Suara Karya, 3 Desember 1979.
Suara Karya, 5 April 1982.
Suara Karya, 7 April 1982.
Sulastomo. (2008). Hari-Hari yang Panjang Transisi Orde Lama ke Orde Baru. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Taufik, Iman. (1977). Sejarah & Perkembangan Pers di Indonesia. Jakarta: PT Triyinco.
Wanandi Jusuf. (2014). Menyibak Tabir Orde Baru: Memoar Politik Indonesia Tahun 1965-1998. Jakarta: Kompas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Azzahra Fianka, Tubagus Umar Syarif Hadiwibowo, Eko Ribawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







