AKULTURASI BUDAYA DAN STRATEGI PEKABARAN INJIL TAHUN 1913 DI MAKALE

Authors

  • Herpi Imanuel Universitas Negeri Manado
  • Aksilas Dasfordate UNIVERSITAS NEGERI MANADO
  • Almen Sulpedi Ramaino UNIVERSITAS NEGERI MANADO

DOI:

https://doi.org/10.22437/jejak.v5i2.50252

Keywords:

Budaya Toraja, Aluk Todolo, Pekabaran Injil, Zendeling

Abstract

Fokus kajian ini adalah interaksi antara budaya Toraja yang menganut Aluk Todolo dengan strategi pekabaran Injil pada awal abad ke-20. Sebelum hadirnya Injil, Aluk Todolo berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengatur pola pikir, perilaku, dan tata kehidupan sosial masyarakat Toraja. Kehadiran Injil mulai diperkenalkan setelah Belanda menaklukkan Toraja pada 1906 melalui lembaga zending Gereformeerde Zendingsbond (GZB). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan strategi zendeling dalam pekabaran Injil tahun 1913 di Makale serta mendeskripsikan faktor penerimaan Kristen di tengah budaya masyarakat Toraja. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan strukturalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi zendeling dilakukan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pendekatan terhadap kepala suku. Melalui pendidikan diperkenalkan pengetahuan modern, pelayanan kesehatan menghadirkan kepedulian nyata, sedangkan dukungan kepala suku memperluas penerimaan Injil. Faktor sosial dan akulturasi budaya turut mempercepat proses penerimaan, sebab Injil tidak meniadakan adat, tetapi memberi makna baru pada tradisi seperti Rambu Solo’, Rambu Tuka’. Kesimpulannya, keberhasilan pekabaran Injil di Makale tahun 1913 terwujud karena strategi zendeling yang holistik dan mampu berdialog dengan budaya lokal. Proses ini menghasilkan transformasi sosial-religius yang mengintegrasikan nilai budaya Toraja dengan ajaran Kristen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Banne, S. H. P., & Supriyanto, T. (2022). Pendidikan Yang Misioner-Afirmatif: Sebuah Penelusuran Konsep Dan Praksis Pendidikan Lembaga Penginjilan GZB Di Toraja. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 6(1), 108. 6(1), 101–117.

Batara, A. (2024). Studi Kasus tentang Peralihan Penganut Aluk Todolo Menjadi Penganut Kristen Di Lembang Gasing (Doctoral dissertation, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja).

Bauto, L. M., Sosiologi, J., Universitas, F., & Kendari, H. (2014).Perspektif Agama Dan Kebudayaan Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia ( Suatu Tinjauan Sosiologi Agama ). 23(2), 11–25.

Belo, M. L., & Tangirerung, J. R. (n.d.). Superior dan Inferior dalam Pluralisme : Pola Relasi Gereja Toraja dan Aluk Todolo.

Bloch, M. (1988). Pleidooi voor de geschiedenis, of geschiedenis als ambacht.

Brownlee, M. (2004). Tugas Manusia Dalam Dunia Milik Tuhan ; Dasar Theologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat.

Harsono, N. (2020). Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan 1. 3(1), 110–125. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i1.95

Ismail, R. (2019). Ritual kematian dalam agama asli Toraja “Aluk to dolo”(Studi atas upacara kematian rambu solok). XV(1), 87–106.

Jolianus, J. (2022). Analisis Eksistensi Tata Gereja Toraja terhadap Pertumbuhan Gereja Toraja di Klasis Sigi Lore Sulawesi Tengah.

Kadang, M. (2025). Tokoh adat dan to Mina.

Kobong, T. (1992). Aluk, adat, dan kebudayaan Toraja dalam perjumpaannya dengan Injil. Pusbang, Badan Pekerja Sinode, Gereja Toraja.

Kobong, T. (2008). Injil dan Tongkonan: inkarnasi,kontekstual,transformasi (978-979-687-403-3 (ed.); 1st ed.).

Kristanto, Mangolo, Y., Kristen, U., Toraja, I., Aluk, K., Dolo, A. T., & Belakang, A. L. (2018). Aluk To Dolo Versus Kristen.

Laurencia, F., Tinggi, S., Kristen, A., & Remnant, R. (2022). Peranan ilmu komunikasi dan penerapannya dalam pelaksanaan pekabaran injil di ladang. 4(1), 49–59.

Lumomba, R. (2023). Studi Komparasi Metode Penginjilan Antara Zending Gereja Toraja dengan Gereja Toraja Mamasa dalam Pertumbuhan Gereja (Doctoral dissertation, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja).

Malino, Y., & Ronda, D. (2014). Sejarah Pendidikan Sekolah Kristen Gereja TORAJA Suatu Kajian Historis Kritis Tentang Peran Gereja Toraja Melaksankan Pendidikan Sekolah Kristen dari Masa Zending sampai Era Reformasi. 35–70.

Pabuke, G., Rawe, A. E., Bala, E. R., & Rattin, I. S. (2025). Kontekstualisasi injil dalam kehidupan sosial dan religius orang toraja. 2(3), 117–129.

Paganggi, R. R., Hamka, H., & Asmirah, A. (2021). Pergeseran Makna Dalam Pelaksanaan Upacara Adat Rambu Solo ’ Pada Masyarakat Toraja ( Studi Sosiologi Budaya di Lembang Langda Kecamatan Sopai Kabupaten Toraja Utara ). 1(1), 9–20.

Plaisier, B. (2016). Menjembatani jurang, menembus batas: Komunikasi injil di wilayah Toraja, 1913-1942 (p. 109). BPK Gunung Mulia.

Rima, G. (2019). Phinisi Integration Review Persepsi Mayarakat Toraja Pada Upacara Adat Rambu Solo ’ Dan Implikasinya Terhadap Kekerabatan Masyarakat Di Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja. 2(2).

Risnatalia. (2022). Kajian Historis Masuknya Injil di Balepe’dan Dampaknya Bagi Konversi Iman Alukta ke Kristen. 35–36.

Saban, H. (2025). pendeta GPdi EL-Shaddai.

Salenda, S. (2023). KAJIAN PUSTAKAnalisis Ketokohan Antonie Aris van de Loosdrecht dalam Pertumbuhan Iman Jemaat Gessa’Klasis Sasi (Doctoral dissertation, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja). 11–12.

Tika, N. (2022). Pengembangan Budaya Toraja Sebagai Wadah Pendidikan Melalui Simbol Tau-Tau Dalam Ritual Rambu Solo' Sebagai Model Transendental.

Downloads

Published

2025-12-24

How to Cite

Imanuel, H., Dasfordate, A., & Ramaino, A. S. (2025). AKULTURASI BUDAYA DAN STRATEGI PEKABARAN INJIL TAHUN 1913 DI MAKALE. JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 5(2), 70–83. https://doi.org/10.22437/jejak.v5i2.50252