Penggunaan Kata Santun Bahasa Jawa Pada Percakapan Antar Warga Di Desa Bangun Seranten Kabupaten Tebo
Penggunaan Kata Santun Bahasa Jawa Pada Percakapan Antar Warga Di Desa Bangun Seranten Kabupaten Tebo
DOI:
https://doi.org/10.22437/jla.v4i2.46993Keywords:
Bahasa Jawa, komunikasi, maksim kesantunan, pragmatikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan kata santun dalam bahasa Jawa serta faktor-faktor yang memengaruhi pergeserannya pada percakapan antarwarga di Desa Bangun Seranten, Kabupaten Tebo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kata santun masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat, terutama dalam interaksi dengan orang yang lebih tua atau dalam konteks formal. Meskipun bahasa ngoko lebih dominan digunakan dalam percakapan sehari-hari, kesantunan tetap tercermin melalui pilihan kata dan cara penyampaian yang halus serta penuh hormat. Enam maksim kesantunan seperti kebijaksanaan, pujian, kerendahan hati, kemurahan hati, kecocokan, dan simpati ditemukan dalam berbagai interaksi sosial. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi perubahan penggunaan kata santun meliputi pengaruh media sosial, kurangnya pewarisan bahasa dari orang tua, pernikahan antar suku, minimnya pendidikan muatan lokal yang fokus pada praktik bahasa daerah, serta dominasi gaya komunikasi praktis. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pelestarian nilai kesantunan budaya Jawa dan membuka ruang kajian lanjutan dalam konteks perubahan bahasa di masyarakat modern.
Kata Kunci: Bahasa Jawa, kata santun, kesantunan, percakapan antarwarga, maksim kesantunan, masyarakat Jawa
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Izzatin Nadasyam -, eddy pahar harahap, hilman yusra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





