ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENGELUARAN PEMERINTAH SAROLANGUN

Authors

  • Fadly Syahli Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/jdm.v5i2.43145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor-sektor unggulan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sarolangun, serta mengevaluasi peran pengeluaran pemerintah daerah dalam mendukung sektor-sektor tersebut. Kabupaten Sarolangun, sebagai wilayah dengan dominasi sektor primer dan potensi sumber daya alam yang besar, menghadapi tantangan dalam optimalisasi penyerapan tenaga kerja yang berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan komparatif, penelitian ini mengkaji data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan distribusi tenaga kerja dari tahun 2000 hingga 2011. Analisis kualitatif juga dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman kontekstual terkait dinamika sektor unggulan dan kebijakan pengeluaran pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi kontributor utama dalam penyerapan tenaga kerja, meskipun persentasenya menurun dari 51,59% pada tahun 2000 menjadi 44,11% pada 2011. Sektor-sektor lain yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah pertambangan, jasa, dan pengangkutan. Pertumbuhan rata-rata penyerapan tenaga kerja selama periode tersebut tercatat sebesar 12,36%. Di sisi lain, alokasi pengeluaran pemerintah daerah belum sepenuhnya terarah pada sektor-sektor penyerap tenaga kerja, sehingga diperlukan perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi. Penelitian ini menyarankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal daerah dan pengembangan sektor-sektor unggulan guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pemerintah daerah perlu memprioritaskan investasi pada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2022). Kabupaten Sarolangun dalam Angka 2022. BPS Kabupaten Sarolangun.

Balante, R. & Jackson, R. (2004). Labor Economics. New York: McGraw-Hill.

Bappenas. (2020). Strategi Nasional Pembangunan Ekonomi Inklusif. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Boediono. (1982). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE.

Dahmiri, D., & Sakta, K. (2014). Pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun. Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan, 3(1), 374-380.

Kuncoro, M. (2010). Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah, dan Kebijakan. Jakarta: UPP STIM YKPN.

Mankiw, N. G. (2006). Principles of Economics (4th ed.). South-Western College Publishing.

Rustiadi, E., Saefulhakim, S., & Panuju, D. R. (2009). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Simanjuntak, P. J. (2004). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2012). Economic Development (11th ed.). Boston: Pearson Addison Wesley.

Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Downloads

Published

2017-06-30

How to Cite

Syahli, F. (2017). ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENGELUARAN PEMERINTAH SAROLANGUN. Jurnal Dinamika Manajemen, 5(2), 94–102. https://doi.org/10.22437/jdm.v5i2.43145