ANALISIS SPASIAL PENGARUH EL NIÑO 2018/2019 TERHADAP CURAH HUJAN DAN SEBARAN HOTSPOT DI PULAU KALIMANTAN

Authors

  • Lesi Mareta Institute of Technology Sumatera
  • Yana Ranita Wulandari
  • Raden Putra

DOI:

https://doi.org/10.22437/jop.v11i1.47506

Keywords:

El Niño, Hotspot, Kalimantan, curah hujan, Sirkulasi Walker

Abstract

Titik panas (hotspot) merupakan indikator utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di suatu wilayah . Karhutla merupakan bencana nasional yang hampir terjadi setiap tahun dan sering dipicu oleh penurunan intensitas curah hujan akibat pengaruh fenomena El Niño. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena El Niño terhadap intensitas curah hujan dan sebaran hotspot di Pulau Kalimantan pada periode 2018/2019. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan menggunakan curah hujan dari CHIRPS, data angin horizontal (u, v) dan angin vertikal ( ) dari NCEP/NCAR, dan data hotspot dari FIRMS. Korelasi Pearson digunakan untuk melihat hubungan antara anomali curah hujan dan sebaran hotspot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali curah hujan selama periode SON 2018 hingga JJA 2019 berada pada rentang  -150 hingga 100 mm/bulan, yang menandakan penurunan curah hujan akibat pengaruh El Niño. Anomali sirkulasi Walker pada SON 2018 menunjukkan arah angin yang dari barat ke timur, serta perubahan pola updraft dan downdraft di Samudera Pasifik, mengindikasikan penguatan El Niño. Sebaran hotspot meningkat signifikan pada musim SON dan JJA, terutama di Kalimantan Tengah, Selatan dan Barat. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif cukup kuat antara curah hujan dan hotspot (r=-0,5502), dengan kontribusi curah hujan sebesar 30% terhadap peningkatan karhutla.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Anisa Hidayat. 2018. Korelasi Indeks Nino 3.4 Dan Southern Oscillation Index (Soi) Dengan Variasi Curah Hujan Di Semarang. Jurnal Sains dan Teknologi Modifikasi Cuaca. Vol.15, No.2

[2] A. I. Ramadhan, N. V. D. Tari & A. Varadilla. 2023. Dinamika Kebakaran Hutan di Pulau Kalimantan. FKMHII [Daring]. Tersedia: https://fkmhii.com/blog/dinamika-kebakaran-hutan-di-pulau-kalimantan.

[3] I. Ifrani & A. Amnrin. 2018. Pengendalian Dan Penanggulangan Kebakaran Hutan Dan Lahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

[4] E. Aflahah, R. Hidayati, R. Hidayat & F. Alfahmi. 2018. Pendugaan hotspot sebagai indikator kebakaran hutan di Kalimantan Berdasarkan Faktor Iklim. Journal of Natural Resources and Environmental Management, vol. 9, no. 2, hal. 405 - 418,.

[5] Suwarsono, Rokhmatulah & T. Waryono. 2013. Pengembangan Model Identifikasi Daerah Bekas Kebakaran Hutan dan Lahan (Burned Area) Menggunakan Citra Modis Di Kalimantan. Jurnal Penginderaan Jauh, vol. 10, no. 2, hal. 93 - 112,.

[6] L. Mareta, R. Hidayat, R. Hidayati & G. Alsepan. 2019. Influence of the positive Indian Ocean Dipole in 2012 and El Niño-southern oscillation (ENSO) in 2015 on The Indonesian Rainfall Variability. Earth and Environmental Science, hal. 1 - 12.

[7] A. M. Hidayat, U. Efendi, L. Agustina & P. A. Winarso. 2018. Korelasi Indeks Nino 3.4 Southern Oscillation Index (SOI) dengan Variasi Curah Hujan di Semarang. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, vol. 19, no. 2, hal. 75 – 81.

[8] Z. Sitompul & N. Emilya. 2014. Pengaruh ENSO Terhadap Curah Hujan Musiman dan Tahunan Di Indonesia. Jurnal Bumi Indonesia, vol. 2, no. 1, hal. 1-8.

[9] A. Fadholi. 2014. Studi Dampak El Nino Dan Indian Ocean Dipole (IOD) Terhadap Curah Hujan Di Pangkal Pinang. Jurnal Ilmu Lingkungan, vol. 11, no. 1, hal. 43 - 50.

[10] B. H. Saharjo dan U. Hasanah. 2023. Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan Di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Jurnal Silvikultur Tropika, vol. 14, no. 1, hal. 25 – 29.

Downloads

Published

2025-11-17

How to Cite

Mareta, L., Wulandari, Y. R., & Putra, R. (2025). ANALISIS SPASIAL PENGARUH EL NIÑO 2018/2019 TERHADAP CURAH HUJAN DAN SEBARAN HOTSPOT DI PULAU KALIMANTAN. JOURNAL ONLINE OF PHYSICS, 11(1), 113–119. https://doi.org/10.22437/jop.v11i1.47506