ANALISIS SPASIAL KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN KARAWANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Authors

  • Rinjani Zaskia Widyaningrum Department of Geophysical Engineering, Universitas Lampung
  • Sandri Erfani Universitas Lampung
  • Aminudin Syah Department of Civil Engineering, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.22437/jop.v11i2.54019

Keywords:

Kerawanan banjir, faktor lingkungan, SIG, dataran rendah, Kabupaten Karawang

Abstract

Kabupaten Karawang merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang sering mengalami banjir, terutama pada saat curah hujan tinggi. Kejadian banjir tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik wilayah, seperti curah hujan, topografi, kemiringan lereng, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Faktor-faktor tersebut berperan dalam meningkatkan potensi terjadinya genangan air di beberapa wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Karawang berdasarkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya banjir.  Parameter yang digunakan meliputi curah hujan, Digital Elevation Model (DEM), kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, serta kerapatan drainase. Penentuan bobot dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), sedangkan analisis spasial dilakukan dengan metode Weighted Overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir. Pendekatan ini dipilih untuk mengintegrasikan berbagai parameter secara sistematis dan meningkatkan akurasi hasil pemodelan. Hasil analisis menunjukkan nilai hasil overlay di sebagian besar wilayah berada pada kisaran 4,1–4,4 yang termasuk ke dalam kelas sangat rawan, sementara wilayah lainnya berada pada kisaran 3,2–4,05 atau kelas rawan. Wilayah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi umumnya berada pada daerah  utara yang didominasi oleh dataran rendah dengan kemiringan lereng yang landai, jenis tanah dengan kemampuan infiltrasi rendah, serta penggunaan lahan yang didominasi oleh kawasan terbangun dan lahan terbuka. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan sulit meresap ke dalam tanah sehingga mudah membentuk genangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi parameter lingkungan terkini menggunakan kombinasi AHP dan Weighted Overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir yang lebih representatif berbasis kondisi aktual wilayah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah di Kabupaten Karawang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhikari, T. R., Baniya, B., Tang, Q., Li, H., Shrestha, S., Awasthi, R. P., Gaffney, P. P. J., & Dhital, Y. P. (2025). Witnessing ENSO with Precipitation and Flood Dynamics in the Karnali River Basin of Nepal. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-6569027/v1

Akhbar, R. K. (2019). Analisis Spasial Rawan Banjir Terhadap Dampak Lingkungan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Warta Rimba, 7(4), 172–180.

Al-Juaidi, A. E. M. (2023). The interaction of topographic slope with various geo-environmental flood-causing factors on flood prediction and susceptibility mapping. Environmental Science and Pollution Research, 30(21), 59327–59348. https://doi.org/10.1007/s11356-023-26616-y

Asdak, C. (1995). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press.

Ayyubi, S. A., Sunaryo, D. K., & Arafah, F. (2012). Pemetaan Rawan Banjir dan Kekeringan menurut Perka BNPB Nomor 2 Tahun 2012.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang. (2025). (Vol. 30).

Darmawan, K., Hani’ah, & Suprayogi, A. (2017). Analysis of Flood Hazard Levels in Sampang District Using Overlay Method with Scoring Based on Geographic Information Systems. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 31–40.

Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2008). Buku saku penanggulangan bencana. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

DetikJabar. (2025). Penyempitan Sungai jadi Salah Satu Biang Kerok Banjir Cianjur. Detik.Com.

Fransico, S. A. (2026). Pemanfaatan Sig Dan Metode Weighted Overlay Dalam Identifikasi Daerah Rawan Banjir di Aliran Sungai Pemali Brebes. Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer, 15(1), 205–213. https://doi.org/10.30591/smartcomp.v15i1.9328

Hapsoro, A. W., & Buchori, I. (2015). Kajian kerentanan sosial dan ekonomi terhadap bencana banjir (Studi kasus: Wilayah pesisir Kota Pekalongan). Jurnal Teknik PWK, 4, 542–553.

He, B., Li, C., Yao, Q., Wang, H., Luo, L., & Ma, M. (2024). The disaster-causing factors of the flash floods for the July 20th extreme rainstorm in Henan, China. Frontiers in Earth Science, 12. https://doi.org/10.3389/feart.2024.1438421

Hidayah, E.-. (2023). Penilaian Risiko Banjir dengan Pendekatan Rasio Frekuensi dan AHP di Sub-DAS Jompo, Jember Jawa Timur. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 21(1), 47. https://doi.org/10.12962/j2579-891X.v21i1.14670

Huang, S., Wang, H., Xu, Y., She, J., & Huang, J. (2021). Key Disaster-Causing Factors Chains on Urban Flood Risk Based on Bayesian Network. Land, 10(2), 210. https://doi.org/10.3390/land10020210

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.32/Menhut-II/2009 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS).

Pemerintah Kabupaten Karawang. (2026). Banjir Karawang Terjang 12 Kecamatan 24 Desa. Karawangkab.Go.Id.

Permana, S., & Azziz, A. (2025). Pemodelan Debit Banjir Sungai Cimoyan Kabupaten Serang - Banten. Jurnal Konstruksi, 23(2). https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.23-2.1578

Puslittanak. (2004). Pengkajian Potensi Bencana Kekeringan, Banjir dan Longsor di Kawasan Satuan Wilayah Sungai Citarum-Ciliwung, Jawa Barat Bagian Barat Berbasis Sistem Informasi Geografi.

Rendra, R. A., Ery Suhartanto, & Ussy Andawayanti. (2024). Analisis Kerawanan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis Sebagai Upaya Mitigasi Pada DAS Kedunggaleng Kabupaten Probolinggo. Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, 4(02), 1372–1385. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.139

Suripin, S., & Kurniani, D. (2016). Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Hidrograf Banjir di Kanal Banjir Timur Kota Semarang. MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL, 22(2), 119. https://doi.org/10.14710/mkts.v22i2.12881

Syam, E., Latief, R., & Jaya, B. (2025). Kerawanan Bencana Banjir Di DAS Kecamatan Suli Kabupaten Luwu. Urban and Regional Studies Journal, 7(2), 157–167. https://doi.org/10.35965/ursj.v7i2.6058

Tehrany, M. S., Pradhan, B., & Jebur, M. N. (2014). Flood susceptibility mapping using a novel ensemble weights-of-evidence and support vector machine models in GIS. Journal of Hydrology, 512, 332–343. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2014.03.008

Tempo. (2025). BMKG: Curah Hujan di Jawa Barat Meningkat 2 Kali Lipat. Tempo.Co.

Tommi, T., Barus, B., & Dharmawan, A. H. (2019). Pemetaan Bahaya Banjir Lahan Sawah di Kabupaten Karawang. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 19(1), 41–45. https://doi.org/10.29244/jitl.19.1.41-45

Zainal, Musa, R., & Ashad, H. (2021). Kajian Pengaruh Kapasitas Alur Sungai Terhadap Debit Banjir dan Air Pasang (Studi Kasus: Sungai Oba di Ibu Kota Propinsi Maluku Utara). Jurnal Teknik Sipil MACCA, 6(3), 243–253. https://doi.org/10.33096/za9qzt18

Downloads

Published

2026-04-18

How to Cite

Widyaningrum, R. Z., Erfani, S., & Syah, A. (2026). ANALISIS SPASIAL KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN KARAWANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG). JOURNAL ONLINE OF PHYSICS, 11(2), 118–131. https://doi.org/10.22437/jop.v11i2.54019