ANALISIS KEMIRINGAN LERENG POTENSI TINGKAT LONGSOR DI DESA AURMULYO KECAMATAN LEMBAH SEGAR KOTA SAWAHLUNTO PROVINSI SUMATRA BARAT

Authors

  • Regita L G Sinabutar Universitas Jambi
  • Anggi Deliana S
  • D. M. Magdalena Ritonga

DOI:

https://doi.org/10.22437/jop.v11i2.54360

Abstract

Daerah penelitian termasuk kedalam cekungan ombilin. Formasi pada daerah penelitian tersusun atas Intrusi Granit Ombilin (Pg), Batugamping Silungkang (Psl), Batugamping Tuhur (Trtl), Slet Tuhur (Trtls dan Batupasir kuarsa Sawahlunto (Pes) dan Intrusi Granit Ombilin (Pg). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi seperti stratigrafi, geomorfologi dan Risiko Bencana Longsor. Metode penelitian dilakukan dengan cara pemetaan geologi skala 1:25.000, tahapan penelitian menggunakan perangkat lunak Dips dan ArcGIS. Hasil penelitian daerah tersbut didapatkan tingkat kerawanan longsor dari hasil topografi, curah hujan, kemiringan lereng, tata guna lahan dan jenis tanah didapatkan bahwa daerah penelitian memiliki tingkat longsor yang tinggi makan perlu rekomendasi lereng didaerah tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adila, G. Partisipasi Masyarakat Kota Sawahlunto dalam Pembentukan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 Kota Sawahlunto Tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat. Universitas Andalas, 2018.

Audinno Rizky Teddy, M. I. (2014). Investigasi Geologi Potensi Longsor Berdasarkan Analisis Sifat Fisik dan Mekanik Batuan Daerah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Prosiding Seminar Kebumian Ke 7.

Barber A.J, Crow M.J, & Wilson J.S. (2005). Sumatra: Geology, Resources and Tectonic Evolution. The Geological Society. London.

Bemmelen, R. W. (1949). The Geology of Indonesia Vol 1 A: Government Printing Office, The Hauge, Netherlands.

Bishop, A. (1955). The Use the Slip Circle in the Stability Analisys of Slope. Geotechnique.

Bowles, J. E. (1991). Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah). Jakarta: Erlangga.

BPBD, (2023). Data Risiko Bencana Longsor Daerah Lembah Segar. Sawahlunto; 2023.

Darman. (2000). Analisa Pola Bidang Sesar Zona Subduksi di Wilayah Sumatera

Barat Pada Tahun 2013. Jurnal Sains Dan Seni Pomits. Surabaya, 11-14.

Das, Braja M. 1995. Mekanika Tanah 1. Erlangga. Jakarta.

Djati. (2016). Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah. Jakarta: Erlangga.

Elna. (2017). BPPDAS Serayu Opak Progo, Yogyakarta, Indonesia. Djarot Sadharto Widyatmoko dan Sudibyakto Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Fakhryza, dkk. (2019). Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Sultan Agung, Semaran Vol 24 No 1 Tahun 2019.

Faizana, Fina, Arief Laila Nugraha, dan Bambang Darmo Yuwono. “Pemetaan Resiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang.” Jurnal Geodesi Undip. 4.1 (2015): 223-234.

Hakam, A. (2010). Stabilitas Lereng dan Dinding Penahan Tanah. Padang: CV Ferila.

Hall, R. 2012. Late Jurrasic-Cenozoic Reconstructions of the Indonesian Region and The Indian Ocean. Tectonophysics 1-41.

Hamzah, U. 2019. Geologi Dan Analisis Bahaya Tanah Longsor Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Di Desa Tanah Datar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Geologi. Vol.2(1). Hal 36-42.

Hamilton, W.B., 1979, Tectonics of The Indonesia Region. United States Geological Survey. In Paper 1078.

Howard, A. D. (1967). Drainage Analysis in Geologic Interpretation: Summation. AAPG bulletin. 51(11), 2246-2259.

Kastowo dkk, 1996. Peta Geologi lembar Padang, Sumatra. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung.

Nandi. (2007). Slip Circle in the Stability Analisys of Slope. Geotechnique.

Naryanto, Heru Sri, et al. "Analisis Penyebab Kejadian dan Evaluasi Bencana Tanah Longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur Tanggal 1 April 2017." Jurnal Ilmu Lingkungan 17.2 (2019): 272.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. 2007. Nomor: 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaa dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan.

Pulunggono, A., Agus H.S., Kosuma, C.G., 1992. Pre-Tertiary and Tertiary Fault Systems As A Framework Of The South Sumatra Basin; A Study Of Sar- Maps. Proceedings Indonesian Petroleum Association, 21, P340 – 360.

Purnamasari, Dwi Cahya, Lilik B Prasetya dan Omo Rusdiana. 2007. Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dalam Evaluasi Daerah Rawan Longsor di Kabupaten Banjarnegara (Studi kasus di Gunung Pewinihan dan Sekitarnya Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara). Bogor: Institut Pertanian Bogor

Sieh, K., & Natawidjaja, D. (2000). Neotectonics of the Sumatran Fault, Indonesia. Journal of Geophysical Research: Solid Earth. 105(12)

Silitonga, P.H. & Kastowo, D. (1995). Geological Map of the Solok Quadrangle (5/VIII), Sumatra, Scale 1: 250000. Geological Survey of Indonesia.

Taufik Q dan Firdaus. 2012. Pemetaan Ancaman Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Konawe. Kendari : Fisik FMIPA Universitas Haluoleo

Utama, H.W., Said, Y.M., and Siregar, A.D (2023). Releasing Bend Structures of Dikit Fault Segment on Grao Sakti, Jambi: Its Related Strike-slip Fault

Zone. AIP Conference Proceedings, 2482, 080009. The 3rd International Conference on Engineering,Technology and Innovative Researches, Purbalingga, Indonesia.

Utama, H. W., & Mulyasari, R. 2024. Geomorphological Structure of Lndform Characteristics AsA Reference for Development Recommendation in active Volcanic and Faulting Areas, A Case Study in Kerinci Region, Jambi Province, Indonesia. Indonesian Journal on Geoscience. 11(1), 15-33.

Verstappen., H. (1985). Applied Geomorphology.Geomorphological Surveysfor Environmental Management. Enschede: ITC.

Zuidam, R. V. 1985. Aerial photo Interpretation in terrain analysis and geomorphologic mapping. Netherlands: Smiths. Wesley, L. D. (2010). Mekanika Tanah Untuk Tanah Endapan Dan Residu. Yogyakarta: ANDI.

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Sinabutar, R. L. G., Deliana S, A., & Ritonga, D. M. M. (2026). ANALISIS KEMIRINGAN LERENG POTENSI TINGKAT LONGSOR DI DESA AURMULYO KECAMATAN LEMBAH SEGAR KOTA SAWAHLUNTO PROVINSI SUMATRA BARAT. JOURNAL ONLINE OF PHYSICS, 11(2), 170–180. https://doi.org/10.22437/jop.v11i2.54360