PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PROVINSI JAMBI DENGAN LANSIA YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA YANG MENJADI ANGGOTA DI POSYANDU PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI
QUALITY OF LIFE COMPARISON BETWEEN ELDERLY WHO LIVING IN SOCIAL TRESNA WERDHA INSTITUTION IN JAMBI PROVINCE WITH THE ELDERLY LIVING WITH FAMILY WHO BECAME A MEMBER IN POSYANDU PUSKESMAS PUTRI AYU AT JAMBI CITY
DOI:
https://doi.org/10.22437/jpj.v6iJuli.12626Abstract
ABSTRACT
Intruduction The elderly age occur aging process is a dynamic process as a result of cell changes, physical and psychological and potentially have health problems in general and mental health. To overcome these problems then the elderly must maintain the quality of life. The quality of life of the elderly is defined as the functional conditions of the elderly are at maximum or optimal conditions, which include the domain of physical health, psychological domain, social domain and environmental domain.
Method This research was quantitative research with comparative study approach. This research used purposive sampling technique. The sample was 60 elders. The instrument used in this research was Quality of Life scale. The comparative test used in this research was Mann Whitney Test.
Result The quality of life of elders in PSTW had 83,77 ± SD and spread to high life quality as many as 19 elders (63,3%), quality of life is 9 elders (30%) and elders in low quality of life as much as 2 elders 6.7%). The quality of life in elders who live with their families had 95,97 ± SD higher than mean of life quality of elders live in PSTW and spread to high quality of life as many as 10 respondents (33,3%), medium quality of life counted 20 respondents (66,7%) and no elders had low quality of life.
Conclusion and Recommendation Based on Mann Whitney test p value = 0,00. There is differences quality of life of elderls in Panti Sosial Tresna Werdha Provinsi Jambi with elderls who live with family who become member of Posyandu Lansia in Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi.
Keywords: Quality of life, Elders, Tresna Werdha Social Institution
ABSTRAK
Pendahuluan Pada fase lanjut usia terjadi proses penuaan yang dinamis sebagai akibat dari perubahan sel, fisik dan psikologis. Pada fase ini juga individu berpotensi memiliki masalah kesehatan fisik dan mental. Untuk mengatasi masalah ini, para lansia harus menjaga kualitas hidup. Kualitas hidup lansia merupakan kondisi fungsional lansia yang berada pada kondisi maksimal atau optimal, yang meliputi domain kesehatan fisik, psikologis, sosial dan lingkungan.
Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan uji banding. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel adalah 60 orang tua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Kualitas Hidup. Uji komparatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mann Whitney Test.
Hasil Kualitas hidup lansia di PSTW memiliki 83,77 ± SD dan menyebar ke kualitas hidup yang tinggi sebanyak 19 penatua (63,3%), kualitas hidup adalah 9 penatua (30%) dan penatua dengan kualitas hidup yang rendah seperti sebanyak 2 orang tua 6,7%). Kualitas hidup pada orang tua yang tinggal bersama keluarga mereka memiliki 95,97 ± SD lebih tinggi daripada rata-rata kualitas hidup orang tua yang tinggal di PSTW dan menyebar pada kualitas hidup yang tinggi sebanyak 10 responden (33,3%), kualitas sedang dari kehidupan dihitung 20 responden (66,7%) dan tidak ada orang tua yang memiliki kualitas hidup yang rendah.
Kesimpulan Berdasarkan uji Mann Whitney p value = 0,00. Ada perbedaan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Provinsi Jambi dengan lansia yang tinggal bersama keluarga yang menjadi anggota Posyandu Lansia di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi.
Kata Kunci: Lansia, Kualitas Hidup, Panti Sosial Tresna Werdha.
Downloads
References
Ausranti, R. (2010). Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Tingkat Kemampuan Melaksanakan Akan Aktivitas Dasar Sehari-hari Pada Lanjut Usia di PTSW Sabai Nan Aluih Sicincin. Program Studi Ilmu keperawatan Fakultas kedokteran Universitas Andalas.
Badan Pusat Statistik. (2015). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2014. Jakarta: BPS.
Dinas Kesehatan Kota. (2016). Format pencatatan dan kesehatan lanjut usia. Jambi : Dinkes Kota.
Hurlock, E.B., (2004). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan oleh Istiwidayanti, Soedjarwo. Jakarta : Penerbit Airlangga.
Husmiati., Irmayani., Noviana. I., Amalia, A.D. (2016). Kualitas Hidup Lanjut Usia di Daerah Rawan Bencana (Studi Kasus di Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan). Sosio Konsepsia Vol. 5, No 02.
Melati, I., Elita. V., Agrina, (2012). Pebedaan antara konsep diri Lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha dengan Lansia yang tinggal di tengah keluarga, Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau. Jakarta : Erlangga.
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/05/30/187862/mengondisikanlansia-yang-berbahagia diakses pada tanggal 23 November 2016 pukul 15.42.
Putri, S.T. (2015). Kualitas Hidup Lansia yang Tinggal di Panti dan Keluarga.Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Rohmah, A.I.N., Purwaningsih., Bariyah, K. (2012). Kualitas Hidup Lanjut Usia Quality of Life Elderly. Jurnal Keperawatan: ISSN 2086-3071, 120 – 132 Volume 3, Nomor 2.
Santrock, J.W. (2012). Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup).
Sutikno,E. (2011). Hubungan Fungsi Keluarga dengan Kualitas Hidup Lansia. Surakarta:Universitas Sebelas Maret.
WHOQOL Group. (2012). Mental Health and Evidence Research Department of Mental Health and Substance Dependence World Health Organization Geneva. WHO /MSD /MER.Rif 2012.02.




