Tulis, Tenang, dan Tuntas: Terapi Menulis Membantu Mahasiswa Mengatasi Stres
DOI:
https://doi.org/10.22437/jpj.v10i2.48933Abstract
Abstrak
Terapi menulis merupakan sebuah terapi yang memungkinkan individu untuk mengekspresikan perasaan, pikiran serta kebutuhan emosinya kedalam sebuah tulisan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas terapi menulis untuk mereduksi stres belajar mahasiswa selama pandemi di Universitas Muhammadiyah Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif eksperimen. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 6 mahasiswa dari 45 populasi yang ada diangkatan 2020 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh yang telah dilakukan proses screening dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengambilan data menggunakan metode skala Likert (likert scale), dengan menyebarkan kuesioner kepada subjek serta pemberikan perlakuan eksperimen. Analisis data menggunakan uji t paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi menulis efektif untuk mereduksi stres belajar mahasiswa selama pandemi di Universitas Muhammadiyah Aceh dengan nilai sig 0,009 yang artinya terdapat perubahan stres belajar pada mahasiswa selama pandemi setelah diberikan terapi menulis. Dengan Hasil mean antara pretest dan posttest yaitu 10,667 dengan selisih perbedaan tersebut antara 4,107-17,226.
Kata Kunci: Mahasiswa, Stres Belajar, Terapi Menulis.
Downloads
References
Aryani, F. (2016). Stres belajar: Suatu pendekatan dan intervensi konseling. Edukasi Mitra Grafika.
Ayyub. (2021). Data riset: Kesehatan mental mahasiswa saat pandemi & kuliah online. https://tirto.id/gaEc
Asiyah, S. N. (2014). Kuliah psikologi faal. Zifatama Publishing.
Browning, M. H. E. M., Larson, L. R., Sharaievska, I., Rigolon, A., McAnirlin, O.,
Mullenbach, L., ... Reigner, N. (2021). Psychological impacts from COVID-19 among university students: Risk factors across seven states in the United States. PLOS ONE, 16(1), e0245327. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0245327
Gunadha, R., & Rahmayunita, H. (2020). Kuliah online saat corona picu ketimpangan akses bagi mahasiswa miskin. https://www.suara.com/news/2020/04/16/130712/kuliah- online-saat-corona-picu-ketimpangan-akses-bagi-mahasiswa-miskin
Kompas. (2020). Hambatan dan solusi belajar dari rumah. https://muda.kompas.id/baca/2020/04/10/hambatan-dan-solusi-saat-belajar- daring-dari-rumah/
Kupriyanov, R., & Zhdanov, R. (2014). The eustress concept: Problems and outlooks. World Journal of Medical Sciences, 11(2), 179–185.
Nurmaliyah, F. (2014). Menurunkan stres akademik siswa dengan menggunakan teknik self-instruction. Jurnal Pendidikan Humaniora, 2(3), 273–282.
World Health Organization. (2022). WHO Director-General’s opening remarks at the media briefing on COVID-19 – 30 January 2022. https://www.who.int
Pennebaker, J. W., & Chung, C. K. (2014). Physical and mental health. In A. Baum, T. A. Revenson, & J. Singer (Eds.), The Oxford handbook of health psychology (pp. 417– 437). Oxford University Press.
Purnamarini, D. P. A. (2016). Pengaruh terapi expressive writing terhadap penurunan kecemasan saat ujian sekolah (Skripsi, Universitas Negeri Jakarta).
Rohmadani, Z. V. (2017). Relaksasi dan terapi menulis ekspresif sebagai penanganan kecemasan pada difabel daksa. Journal of Health Studies, 1(1), 18–27.
Susilowati, T. G., & Hasanat, N. U. (2011). Pengaruh terapi menulis pengalaman emosional terhadap penurunan depresi pada mahasiswa tahun pertama. Jurnal Psikologi, 38(1), 92–107.
Winarsunu, T. (2017). Statistik dalam penelitian psikologi dan pendidikan (Vol. 1). UMM Press.
Worldometer. (2021). COVID-19 coronavirus pandemic. https://www. worldometers. Info /coronavirus/country/indonesia
Yuniarti, K. W., Hanafi, S., & Laheba, T. H. (2021). Psikopatologi lintas budaya. UGM Press.




