Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Scabies Santri Pondok Pesantren Barokatul Ishlah Desa Rantau Karya
DOI:
https://doi.org/10.22437/jppm.v2i2.27714Keywords:
pendidikan kesehatan, pesantren, scabies, siswaAbstract
Scabies merupakan salah satu penyakit kulit dengan manifestasi gatal-gatal pada kulit yang disertai dengan bintil-bintil berair yang disebabkan oleh tungau penyebab scabies yaitu Sarcoptes scabei. Scabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit yang sering terjadi di Indonesia. Pondok Pesantren Barokatul Ishlah sebagai salah satu sarana penunjang pendidikan di Desa Rantau Karya saat diobservasi banyak yang mengalami gatal-gatal karena scabies dan banyak yang tidak mengetahui apa itu Scabies. Tujuan dilakukannya pengabdian ini sebagai bentuk program untuk memajukan Desa Rantau Karya menuju desa Sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lebih sehat. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan melalui media lisan dan pembagian poster kesehatan langsung kepada para santri di Pondok Pesantren Barokatul Ishlah. Penyuluhan kesehatan ini meningkatkan pengetahuan para santri pondok Pesantren Barokatul Ishlah mengenai Scabies dimana tingkat pengetahuan menjadi lebih baik setelah dilakukannya penyuluhan dibandingakan sebelum dilakukannya penyuluhan. Pemberian pendidikan kesehatan penting untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan agar kesehatan senantiasa terjaga dan menjadi lebih baik. Diharapkan di pondok pesantren barokatu Ishlah agar materi kesehatan diberikan secara rutin melalui kurikulum yang membahas khusus mengenai kesehatan.
Downloads
References
Efendi, R., Ardiansyah, A.A., & Ibad, M. (2020). Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Scabies pada Santri di Pondok Pesantren. JKMI:25–28.
Esdha AUA, Hamid A, Fitri DE, & Umiani. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Scabies Dengan Audiovisual Terhadap Pengetahuan dan Sikap Santri di Pondok Pesantren. Human Care Journal, 8(1):71–80.
Gilmore, S.J. (2011). Control strategies for endemic childhood scabies. PloS One , 6:e15990.
Golant, A.K. & Levitt, J.O. (2012). Scabies: a review of diagnosis and management based on mite biology. Pediatr Rev: Vols. 33:e1- e12.
Hidayat, U.A., & Bahtiar, Y. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Scabies dengan Kejadian Penyakit Scabies pada Santri Manbaul Ulum. Keperawatan Galuh, 4(2):32–38.
Kadri, H., & Fitrianti, S. (2021). Pendidikan
Kesehatan tentang Pencegahan Scabies pada Santri di Pondok Pesantren Modern Al-Hidayah Kota Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan, 3(1):72–75.
Kurniasari, L., Suprayitno, Zein, S.A., Misvialita D.G., Firdani, I.P.S., Sari, N.N., Nurjanah, Widianingsih, S, & Riswana, Y. (2022). Implementasi Pencegahan Scabies di Pondok Pesantren melalui Program ABC (sAntri Bebas scabies). 1–6.
Nuryani, I., Rosita, A., & Yunitasari, N. (2017). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Santri Tentang Penyakit Scabies dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Scabies. Global . Health Science Journa, 2(2):117–125.
Qomariyah, A., Kawitantri, O.H., & Faizah, M. (2022). Edukasi Kesehatan Tentang Penyakit Scabies dan Personal Hygiene pada Santri Putra Pondok Pesantren Safinatul Huda Banyuwangi. Jurnal Peengabdian Masyarakat, 2(2):27–39.
Sonhaji, Hastuti, W., & Safitri, I.M. (2019). Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Mandi Santri Putri terhadap Kejadian Scabies di Pondok Pesanytren Jlamprang Kabupaten Batang. Jurnal Smart Keperawatan, 6(2): 82–85.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ridhwan Ridhwan, Novita Sari, Muhammad Fatur Alfredo, Anggi Dwi Lestari, Natasya Friska Amanda, Anisa Anisa, Putri Dwi Azizi, Husnul Hotimah, Natalia Ruthanaya Samosir, Yahya Esrom Ansanay, Rizki Dini Maharani, Tasya Nabila, Dina Indriani, Rahadatul Mardhiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





