Perbaikan Gizi dengan Pemberian Nugget Belut pada Penderita Stunting di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang

Authors

  • Dwi Kurniawan Universitas Jambi
  • Mutia Salsa Billa Universitas Jambi
  • Marta Prima Yuda Universitas Jambi
  • Fariska Rian Elfandes Universitas Jambi
  • Sherin Azarine Universitas Jambi
  • Mertisa Mertisa Universitas Jambi
  • Silvi Salsabila Universitas Jambi
  • Fitra Ayda Ningsih Universitas Jambi
  • Marini Amaliya Muslim Universitas Jambi
  • Assyafiah Harnum Universitas Jambi
  • Nanda Poniar Universitas Jambi
  • Diah Putri Permadani Universitas Jambi
  • Julkarnain Julkarnain Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/jppm.v2i2.27732

Keywords:

gizi, nugget belut, stunting

Abstract

Stunting menjadi permasalahan di Indonesia, bahkan menjadi permasalahan yang mendunia karena sampai saat ini belum ada penanganan yang tepat untuk mengatasinya. Perlu adanya pencegahan stunting dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, sehingga selama proses pertumbuhan tidak mengalami kekurangan zat gizi yang penting bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya pencegahan stunting melalui pemberian nungget belut pada anak stunting Di Desa Catur Rahayu. Dalam penelitian ini, dapat ditandai bahwa-bahan yang digunakan memberikan peran yang sangat penting, contohnya seperti belut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belut mengandung vitamin A, dan protein yang baik untuk tubuh. Tak hanya itu, asam amino, karbohidrat, magnesium, kalsium, zat besi, dan berbagai nutrisi lain juga tersimpan dalam belut. Bukan saja belut, melalui penelitian ini, wortel, telur, tepung sagu dan tepung panir yang lainnya juga berdampak baik bagi kesehatan. Tentunya, penelitian ini akan memberikan manfaat bagi peneliti masa depan, baik dalam hal kesehatan pada anak yang mengalami stunting ataupun dalam hal keuangan karena kelompok kami menggunakan resep dengan bahan yang sehat dan biaya yang murah. Stunting adalah kegagalan tumbuh kembang pada anak dibawah usia 5 tahun (bayi dibawah 5 tahun).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, L & Rahmawati, D. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1):27–32.

Mitra (2015). Permasalahan anak pendek (stunting) dan intervensi untuk mencegah terjadinya stunting (suatu kajian kepustakaan). Kesehatan Komunitas, 2(6):255–7.

Notoatmodjo. (2012). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Ramayulis, R. (2018). Stop Stunting dengan Konseling Gizi. Jakarta Timur : Penebar Swadaya Grup

Hikmah, S. N., Herman, H., Indriana, Y., & Rusli, A. (2021). Komposisi kimia kapsul konsentrat protein ikan belut (Monopterus albus) sebagai makanan suplemen bagi penderita gizi buruk. Agrokompleks. 21(2):34-40.

Sutrio & Lupiana, M. (2019). Berat Badan dan Panjang Badan Lahir Meningkatkan Kejadian Stunting’, Kesehatan Metro Sai Wawai, 12(1):21–29.

World Health Organization (WHO). (2021). Stunting. World Health Organization.

Published

31-07-2023

How to Cite

Kurniawan, D., Billa, M. S., Yuda, M. P., Elfandes, F. R., Azarine, S., Mertisa, M., … Julkarnain, J. (2023). Perbaikan Gizi dengan Pemberian Nugget Belut pada Penderita Stunting di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang. Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Masyarakat, 2(2), 84–89. https://doi.org/10.22437/jppm.v2i2.27732