Studi Komparatif Metode Interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan Empirical Bayesian Kriging (EBK) untuk Identifikasi Sebaran Kualitas Air Tanah di Wilayah Pesisir Kota Banda Aceh

Authors

  • Maulina Tanjung Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Saumi Syahreza Jurusan Fisika, Universitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia
  • Muhammad Rusdi Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi, Universitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22437/jtk.v13i02.39785

Abstract

Metode interpolasi yang akurat dan terpercaya pada pemetaan sebaran kualitas air tanah merupakan syarat awal dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya air. Studi ini membandingkan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dengan metode interpolasi Empirical Bayesian Kriging (EBK) untuk memprediksi sebaran kualitas air tanah di wilayah pesisir Kota Banda Aceh. Parameter kualitas air tanah yang diukur adalah salinitas dan total padatan terlarut/Total Dissolved Solids (TDS). Teknik validasi silang dilakukan untuk menghitung akurasi kedua metode interpolasi melalui penentuan koefisien determinasi (R2) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil studi menunjukkan metode interpolasi IDW dan EBK menunjukkan tingkat akurasi yang berbeda untuk masing-masing parameter salinitas dan TDS. Metode interpolasi IDW bekerja lebih optimal daripada metode interpolasi EBK dalam memprediksi nilai parameter TDS. Sebaliknya untuk parameter salinitas, metode interpolasi EBK menghasilkan nilai prediksi yang lebih akurat dibandingkan metode interpolasi IDW.

Kata kunci: Kualitas Air Tanah, Metode Interpolasi, Wilayah Pesisir, Validasi-silang.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

31-07-2025

How to Cite

Tanjung, M., Syahreza, S., & Rusdi, M. (2025). Studi Komparatif Metode Interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan Empirical Bayesian Kriging (EBK) untuk Identifikasi Sebaran Kualitas Air Tanah di Wilayah Pesisir Kota Banda Aceh. JTK (Jurnal Teknik Kebumian), 13(02 (April), 58–69. https://doi.org/10.22437/jtk.v13i02.39785