Metafora dalam Novel Namaku Alam

Authors

  • Annisa Damayanti Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Mayasari Mayasari University of Singaperbangsa Karawang
  • Weni A. Arindawati Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.22437/kalistra.v4i3.46509

Keywords:

Metaphor, Discrimination, Namaku Alam, Critical Discourse Analysis

Abstract

The novel Namaku Alam tells the story of the descendants of political prisoners who receive discrimination and negative stigma from society. The purpose of this study is to describe the use of metaphors in the novel Namaku Alam through the text dimension, the production process of Namaku Alam through the dimension of discourse practices, and the socio-culture of Indonesian society through socio-cultural practices. This research uses qualitative method and critical discourse analysis of Norman Fairclough model. In the text dimension, researchers found 15 metaphorical expressions containing elements of discrimination against descendants of political prisoners in the novel Namaku Alam. In the discursive practice dimension, it is known that the author's background as a journalist influences Leila in writing and this novel is also considered suitable for Gen Z people based on reader reviews. The socio-cultural dimension that influences this text consists of the research process carried out by the author, Leila's work, the principles of KPG publishers, changes in the political system, and the discrimination against descendants of political prisoners in society.

Abstrak

Novel Namaku Alam mengisahkan keturunan tahanan politik yang mendapatkan diskriminasi dan stigma negatif dari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan penggunaan metafora dalam novel Namaku Alam melalui dimensi teks, proses produksi Namaku Alam melalui dimensi praktik kewacanaan, dan sosial budaya masyarakat Indonesia melalui praktik sosio-budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Pada dimensi teks, peneliti menemukan 15 ungkapan metafora yang mengandung unsur diskriminasi terhadap keturunan tahanan politik dalam novel Namaku Alam. Pada dimensi praktik diskursif diketahui bahwa latar belakang pengarang  sebagai jurnalis mempengaruhi Leila dalam menulis serta novel ini juga dinilai sesuai untuk kalangan Gen Z berdasarkan ulasan pembaca. Dimensi sosio-budaya yang mempengaruhi teks ini terdiri dari proses riset yang dilakukan pengarang, pekerjaan Leila, prinsip penerbit KPG, perubahan sistem politik, serta masih terjadinya diskriminasi terhadap keturunan tahanan politik dalam masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, A. K., & Fadhilasari, I. (2022). Buku Ajar Sastra Indonesia. PT. Indonesia Emas Group.

Apriyani, T., & Daulay, R. (2023). Refleksi Sejarah Orde Baru pada Novel Namaku Alam. Jurnal Lingua Susastra, 4(2), 183–193.

Arisetya, M., & Naldi, H. (2023). G30S dan Tahanan Politik Dalam Karya John Roosa: Studi Historiografi. 5(1). http://ejournal.pamaaksara.org/index.php/gs

Azkia, M. (2024, February 22). Kenapa ya kalau ngomongin sejarah Indonesia 1965 tuh sseseru itu? Goodreads. https://www.goodreads.com/book/show/195965151/reviews?reviewFilters=eyJhZnRlciI6Ik5qRTVMREUzTURreE1qYzBNakV4TVRBIn0%3D

Chudori, Leila. S. (2023). Namaku Alam. Kepustakaan Populer Gramedia.

Emzir, Rohman, S., & Wicaksono, A. (2018). Tentang Sastra Orkestrasi Teori dan Pembelajarannya. Garudhawaca. https://www.researchgate.net/publication/342110485

Fauzi, A. I. C. N. F., Septiaji, A., & Sutrisna, D. (2021). Ideologi Tokoh Novel 1984 Karya George Orwell (Pendekatan Sosiologi Sastra Sebagai Bahan Ajar di SMA). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 3(3), 532–542.

Kemala, V. (2024, March 25). Untuk sekelas Leila Chudori. Goodreads. https://www.goodreads.com/book/show/195965151/reviews?reviewFilters=eyJhZnRlciI6Ik5qRTVMREUzTURreE1qYzBNakV4TVRBIn0%3D

KPG. (2025). Profil. KPG. https://kepustakaanpopulergra.media/profil/

Liliweri, A. (2018). Prasangka, Konflik, dan Komunikasi Antarbudaya. Kencana.

Mayasari, D., Irwansyah, & Ramadhan, R. A. (2023). Etika Pergaulan Suami Istri dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis. Journal of Education Research, 4(4), 2034–2044.

Mayasari, & Darmayanti, N. (2019). Analisis Wacana Kritis.

Prayogi, I., & Oktavianti, I. N. (2020). Mengenal Metafora Dan Metafora Konseptual. Sasindo: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8, 45–70.

Setiawanty, I. (2023, December 1). Perjalanan Panjang Leila S. Chudori Menulis Namaku Alam: Riset Sejak 2006. Tempo. https://www.tempo.co/teroka/perjalanan-panjang-leila-s-chudori-menulis-namaku-alam-riset-sejak-2006-137619

Silaswati, D. (2019). Analisis Wacana Kritis Dalam Pengkajian Wacana. Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya, 12(1), 1–10. http://ejournal.unibba.ac.id/index.php/metamorfosis

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (Untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konsturktif. Alfabeta.

Sukma, A. D., Mayasari, & Hariyanto, F. (2019). Analisis Wacana Kritis Pernyataan Mantan Ketua Umum Pssi Dan Gubernur Sumatera Utara “Kalau Wartawan Nya Baik Nanti Timnas Nya Baik” Dalam Tayangan Youtube Kompas Tv. Jurnal Linguistik Terapan, 9(2), 20–30.

Unah, S. F., & Rohaedi, D. W. (2022). Metafora Dalam Podcast Deddy Corbuzier Episode “Ridwan Kamil, Anda Gila!” Bapala, 9(01), 57–61.

Uyin. (2024, March 6). Karya ibu Leila tidak ada yang gagal. Goodreads. https://www.goodreads.com/book/show/195965151/reviews?reviewFilters=eyJhZnRlciI6Ik5qRTVMREUzTURreE1qYzBNakV4TVRBIn0%3D

Downloads

Published

2025-09-01

How to Cite

Damayanti, A., Mayasari, M., & Arindawati, W. A. (2025). Metafora dalam Novel Namaku Alam . Kajian Linguistik Dan Sastra, 4(3), 531–545. https://doi.org/10.22437/kalistra.v4i3.46509

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 

You may also start an advanced similarity search for this article.