Representing Generations Through Slang: A Comparative Study of MTV and Tiktok in Indonesian Pop Culture
DOI:
https://doi.org/10.22437/kalistra.v5i1.50201Keywords:
Slang, generation identity, Digital media, pop cultureAbstract
This article examines how slang shapes generational linguistic identity in Indonesia by comparing two media environments: MTV in the early 2000s and TikTok in the current digital era. Using sociolinguistic perspectives on media and youth identity, the study analyzes how each platform influences the creation, spread, and social meaning of slang. MTV, as a one-way broadcast medium, produced relatively stable slang tied to localized adaptations of global youth culture. In contrast, TikTok operates as a participatory, algorithm-driven space where slang changes quickly through abbreviation, blending, code-mixing, and sound alteration. These forms circulate virally and gain meaning through collective user practices. Despite differences in structure and pace, both eras show that slang functions as a marker of group belonging, humor, and generational distinction. The study demonstrates how shifting media infrastructures shape linguistic innovation and the ongoing negotiation of youth identity in Indonesian popular culture.
Abstrak
Artikel ini membahas bagaimana slang membentuk identitas linguistik generasi di Indonesia dengan membandingkan dua lingkungan media: MTV pada awal 2000-an dan TikTok pada era digital saat ini. Dengan menggunakan perspektif sosiolinguistik tentang media dan identitas anak muda, studi ini menganalisis bagaimana setiap platform memengaruhi penciptaan, penyebaran, dan makna sosial dari slang. MTV, sebagai media siaran satu arah, menghasilkan bentuk slang yang relatif stabil dan terkait dengan adaptasi lokal dari budaya anak muda global. Sebaliknya, TikTok berfungsi sebagai ruang partisipatif yang digerakkan algoritma, di mana slang berubah cepat melalui pemendekan, pencampuran, alih kode, dan perubahan bunyi. Bentuk-bentuk ini menyebar secara viral dan memperoleh makna lewat praktik pengguna. Meski berbeda dalam struktur dan kecepatan, kedua era menunjukkan bahwa slang berfungsi sebagai penanda kebersamaan kelompok, humor, dan pembeda antar generasi. Studi ini menunjukkan bagaimana perubahan infrastruktur media membentuk inovasi bahasa dan negosiasi identitas anak muda dalam budaya populer Indonesia.
Downloads
References
Adhadi, N. G., Amilia, F., Susetyo, A. M., & Jember, U. M. (2024). Pembentukan singkatan bahasa gaul. 2022, 120–127.
Algofiqi, R., Septiansyah, A., Azzahra, S., Padli, M., & Rahman, A. A. (2025). Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 10(2), 393–401.
Amalia, F., Umar, F., & Zakaria, U. (2025). Penggunaan Slang dalam Komunikasi Virtual Pada Media Sosial oleh Generasi Z. 9, 5242–5254.
Ekayati, R., Sibarani, B., Ginting, S. A., Husein, R., & Amin, T. S. (2024). Digital Dialects : The Impact of Social Media on Language Evolution and Emerging Forms of Communication. 03(02), 605–609. https://doi.org/10.55299/ijere.v3i2.986
Ilmiah, J., & Pendidikan, W. (2022). 3 1,2,3. 8(September), 305–315.
Lihardomanihuruk, L., Ginting, D., Manik, S., Manurung, L. W., Studi, P., Pendidikan, M., & Inggris, B. (2025). JoAL. 4(2), 302–308. https://doi.org/10.52622/joal.v4i2.362
Mulyani, W., & Puspitaningrum, A. C. (2022). Bahasa Gaul Sebagai Media Komunikasi Budaya. 23, 168–176.
Nurhidayah, S. A., Malang, U. M., & Malang, U. M. (2025). Social Media Slang Evolution in Indonesia : A Big Data Analysis of Instagram and TikTok Hashtags. 4(1). https://doi.org/10.56397/JLCS.2025.02.02
Pitrianti, S., & Maryani, S. (2023). Analisis bahasa slang di media sosial instagram. 5(01), 9–16.
Ramadhani, T., Nayla, D., Simanullang, R., & Sibuea, P. (2025). Dampak Penggunaan Bahasa Slang Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia pada Komunikasi Mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. 4(2), 3749–3753.
Rusydi, M., Akbar, A., Vebryanti, M., & Tsani, F. N. (2024). Analisis Perbedaan Penggunaan Gaya Bahasa Antara Generasi Milenial dan Generasi Z dalam Komunikasi Online : Studi Kasus Akun X @ xcintakiehlx dan @ nnauraayu. 8, 27167–27175.
Zai, F. S., Sihite, M. C. A., Informasi, T., & Nias, U. (2024). Perkembangan Bahasa Gaul Remaja Milenial. 01(November), 19–24.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Refan Gusti Ramadhan, Syahkira Begum, Yanti Rosalinah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in Kajian Linguistik dan Sastra agree to the following terms:
1. The copyright in each article belongs to the author.
2. The author acknowledges that Kajian Linguistik dan Sastra reserves the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (Attribution 4.0 International CC BY-SA 4.0).
3. Authors may submit articles separately, arranging for non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., delivery to the author's institutional repository, publication into a book, etc.), acknowledging that the manuscript has been first published in Kajian Linguistik dan Sastra.










