Analisis Gramatikal Ambiguitas dalam Program Legislasi Nasional Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.22437/kalistra.v5i1.50819Keywords:
ambiguitas, gramatikal, sintaksis, bahasa hukum, kebijakan fiskal, RUU APBN 2026Abstract
This study aims to analyze grammatical ambiguities found in the 2026 Draft State Budget Law (Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, RUU APBN), which is part of the 2026 National Legislation Programme (Prolegnas). The clarity of legal language plays a crucial role in public policy formulation, as syntactic inaccuracies may lead to semantic confusion and open the possibility for multiple interpretations of policy intent. Using a descriptive qualitative approach and grammatical analysis methods, this study examines sentences within the 2026 Draft State Budget Law that demonstrate potential ambiguity. The analysis focuses on decomposing syntactic structures and classifying types of ambiguity according to their grammatical characteristics. The results indicate that grammatical ambiguities in the 2026 Draft State Budget Law fall into two major categories: referential ambiguity and structural ambiguity. Referential ambiguity arises from unclear referents or indeterminate meanings of sentence elements, whereas structural ambiguity results from imprecise syntactic arrangements that allow for more than one possible interpretation. These ambiguities may lead to differing understandings of policy content and the intended legal norms of the legislators. Therefore, this study highlights the importance of accuracy and consistency in the drafting of governmental legal language, especially in fiscal policy documents, to ensure that policy meanings are communicated explicitly, avoid multiple interpretations, and support both legal certainty and effective policy implementation.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ambiguitas gramatikal yang terdapat dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2026 yang menjadi bagian dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026. Kejelasan bahasa hukum memegang peranan penting dalam perumusan kebijakan publik, sebab ketidaktepatan struktur sintaksis dapat menimbulkan kerancuan makna dan membuka peluang penafsiran ganda terhadap maksud kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis gramatikal. Data yang dianalisis berupa kalimat-kalimat dalam naskah RUU APBN 2026 yang menunjukkan potensi ambiguitas. Analisis difokuskan pada penguraian unsur sintaksis serta pengelompokan jenis ambiguitas berdasarkan karakteristik gramatikalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas gramatikal dalam naskah RUU APBN 2026 terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu ambiguitas referensial dan ambiguitas struktural. Ambiguitas referensial muncul akibat ketidakjelasan acuan atau penentuan makna unsur kalimat, sedangkan ambiguitas struktural timbul karena penyusunan unsur kalimat yang tidak tegas sehingga memungkinkan lebih dari satu interpretasi. Ambiguitas tersebut berpotensi menimbulkan perbedaan pemahaman terhadap isi kebijakan dan arah norma hukum yang dimaksudkan pembuat undang-undang. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam penyusunan bahasa hukum pemerintah di masa yang akan datang, khususnya dalam dokumen kebijakan fiskal, agar makna kebijakan dapat disampaikan secara eksplisit, tidak menimbulkan multitafsir, serta mendukung kepastian hukum dan efektivitas implementasi kebijakan pemerintah.
Downloads
References
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Bhatia. (1993). Analysing Genre: Language Use in Professional Settings. United Kingdom: Longman. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9781315844992
Cao, D. (2016). Translating Law. In Translating Law. https://doi.org/10.1080/09076760903073996
Chaer. (2012). Linguistik Umum. Rineka Cipta. https://books.google.co.id/books?id=-zjpAAAACAAJ
Dosad. (2024). Understanding Ambiguity in Statutory and Its Impact on Judicial Interpretation. SSRN Electronic Journal. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=5033910&utm_source=chatgpt.com
Haty, K., & Ningsih, A. R. (2025). Ambiguitas Makna dalam Bab IV Perkawinan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. Lingua Franca, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.37680/linguafranca.v4i1.7032
Hurford. (2007). Semantics a coursebook. Cambridge: University Press. https://www.cambridge.org/gb/academic/subjects/languages-linguistics/semantics-and-pragmatics/semantics-coursebook-2nd-edition
Kania. (2024). The Importance of knowledge of Indonesian Legal language for University students to protect individual Legal rights. Jurnal PKN Universitas Pamulang. https://doi.org/https://doi.org/10.32493/jurnalpkn.v11i1.41970
Kurdi, & Yamin. (2025). Evaluasi Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Kontrak Hukum: Dampaknya Terhadap Perlindungan Hak dan Kewajiban Pihak-Pihak Yang Terlibat. Unes Journal of Swara Justisia, 8(4), 963–973. https://doi.org/10.31933/zjaz4g90
Kurzon, D. (2001). No Title. International Journal for the Semiotics of Law, 14(1), 1–15. https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Mahsun. (2008). Metode Penelitian Bahasa. In Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.
Melisa Pranata, & David Hardjo. (2025). Ambiguitas Frasa Akta Jual Beli dalam Risalah Lelang sebagai Dasar Penyerahan Hak Milik atas Tanah dan Bangunan kepada Bank. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 1406–1417. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1345
Moleong. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pemerintah Republik Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Media Hukum, 184.
Presiden, R. I. (2020). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Peraturan.Bpk.Go.Id, 052692, 1–1187.
Purwono, P. Y., & Datang, F. A. (2024). Lexical and grammatical meaning’s ambiguity in the job creation law number 6 of 2023. KEMBARA Journal of Scientific Language Literature and Teaching, 10(2), 566–583. https://doi.org/10.22219/kembara.v10i2.33934
Subroto. (n.d.). Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: University Press. https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/opac/detail-opac?id=17892
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Duta Wacana University Press. https://books.google.co.id/books/about/Metode_dan_aneka_teknik_analisis_bahasa.html?id=uy5iAAAAMAAJ&redir_esc=y
Tampubulon. (2025). Decoding Legal Ambiguity: The Interplay Between Law and Legal Semiotics in Modern Jurisprudence. Jurnal Internasional Untuk Semiotika Hukum. https://share.google/WdtRagXwA2nMccnOW
Wakawa. (2019). Ambiguities in The Language of Law: A case study of selected court cases in Nigeria. International Journal of Humanities and Social Science Invention.
Widyastuti, N. ; Arifin, A. (2023). No Title. Journal Linguistik Terapan, 9(2), 75–84.
Williams, C. (2004). Legal English and Plain Language: an introduction. {ESP} Across Cultures, 1, 111–124.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aurelia Syaharani, Sayidatim Milatina, Sekar Oktafiani, Redika Cindra Reranta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in Kajian Linguistik dan Sastra agree to the following terms:
1. The copyright in each article belongs to the author.
2. The author acknowledges that Kajian Linguistik dan Sastra reserves the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (Attribution 4.0 International CC BY-SA 4.0).
3. Authors may submit articles separately, arranging for non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., delivery to the author's institutional repository, publication into a book, etc.), acknowledging that the manuscript has been first published in Kajian Linguistik dan Sastra.










