Strategi Diksi dan Gaya Bahasa pada Media Publik Visual di Tembilahan

Authors

  • Juni Mahsusi Universitas Islam Indragiri

DOI:

https://doi.org/10.22437/kalistra.v4i3.52130

Keywords:

diksi, gaya bahasa, wacana publik

Abstract

Visual public media in the form of banners in Tembilahan City are strategic communication media used by the government, business actors, and social organisations to target a diverse community. This study aims to conduct a qualitative analysis of the integrative strategy of diction and style in public visual banners in Tembilahan City to reveal the correlation between linguistic choices and the communicator's identity and discourse objectives. Based on an analysis of 20 purposively selected visual banner data, this study found three dominant strategy patterns, namely a formal instructional strategy with technical diction and an imperative style of language in government agencies. Furthermore, there is a commercial persuasive strategy with emotionally charged diction and a hyperbolic style of language in business actors. In addition, a collective emotional strategy was found, with inclusive diction and an exhortative style of language in social messages. In conclusion, the study found that the effectiveness of public visual communication is highly dependent on the strategic alignment between the accuracy of diction and the creativity of the style of language, which is adapted to the social position of the communicator and the context of the reader.

Abstrak

Media publik visual berupa spanduk di Kota Tembilahan merupakan media komunikasi strategis yang disampaikan pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi sosial untuk menyasar masyarakat yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kualitatif strategi integratif diksi dan gaya bahasa pada spanduk visual publik di Kota Tembilahan untuk mengungkapkan korelasi pilihan linguistik dengan identitas komunikator dan tujuan wacana. Berdasarkan analisis terhadap 20 data spanduk visual yang dipilih secara purposif, penelitian ini menemukan tiga pola strategi yang dominan, yaitu strategi formal instruktif dengan diksi teknis dan gaya bahasa imperatif pada instansi pemerintah. Selanjutnya strategi persuasif komersial dengan diksi bernilai emosional dan gaya bahasa hiperbola pada pelaku usaha. Di samping  itu, ditemukan  strategi emosional kolektif diksi inklusif dengan  gaya bahasa ekhsortasi pada pesan sosial. Kesimpulannya, penelitian menemukan bahwa efektivitas komunikasi visual publik sangat bergantung pada keselarasan strategis antara ketepatan diksi dan kreativitas gaya bahasa yang disesuaikan dengan posisi sosial komunikator dan konteks pembaca.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baker, R. S. (2019). Challenges for the future of educational data mining: The Baker learning analytics prizes. Journal of educational data mining, 11(1), 1-17. https://doi.org/10.5281/zenodo.3554745

Carey, J. W. (2008). Essays On Media and Society. 2009. Routledge. London New York

Dewi, M. R., & Akbarjono, A. (2021). Gaya Bahasa Dalam Slogan Penjualan Produk dan Jasa di Koran Radar Bengkulu. JPI: Jurnal Pustaka Indonesia, 1(3), 137-153. https://doi.org/10.62159/jpi.v1i3.461

Halliday, M. A. (1994). An introduction to functional grammar 2nd edition, London: Arnold. Halliday, Michael and Matthiessen, Christian (2004) An Introduction to Functional Grammar, London: Hodder.

Inderasari, E., Hapsari, D. A., Rosita, F. Y., & Ulya, C. (2021). Analisis penggunaan gaya bahasa iklan layanan masyarakat bijak bersosial media di radio Kota Surakarta. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 508-528. DOI: https://doi.org/10.22219/kembara.v7i2.17893

Keraf, G. (2007). Diksi dan Gaya Bahasa . Gramedia.

Khoirunniyah, N. (2023). Diksi dan Gaya Bahasa pada Iklan di Akun Instagram Shopee. sarasvati, 5(2), 108-115. https://doi.org/10.30742/sv.v5i2.2551

Kress, G. R., & Van Leeuwen, T. (2001). Multimodal discourse: The modes and media of contemporary communication. (No Title).

Miles, M. B. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Thousand Oaks.

Mulyana, D. (2005). Komunikasi efektif: Suatu pendekatan lintas budaya.

Prasetyo, S. A. (2020). Kajian Stilistika Diksi dan Gaya Bahasa Sastra Anak Pada Cerita Anak Majalah Bobo. Jurnal Pedagogi Dan Pembelajaran, 3(1), 1-8. https://doi.org/10.23887/jp2.v3i1.29710

Sudaryanto, D. P. (2015). Metode dan aneka teknik analisis Bahasa [Method and technique of language study].

Sugiono. (2019), Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Suhendi, N., & Hartanto, B. (2025). Analisis Diksi dan Gaya Bahasa Dalam Puisi ‘UNTUKMU’Karya Fiersa Besari. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(1), 21-30.

Tarigan, H. G. (2013). Writing as a language skill. Bandung: Space.

Viglia, G., & Dolnicar, S. (2020). A review of experiments in tourism and hospitality. Annals of Tourism Research, 80, 102858. https://doi.org/10.1016/j.annals.2020.102858

Windayanto, R. N. A. (2021). Komparasi muatan gaya bahasa dalam iklan minuman kemasan siap minum: kajian stilistika. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 9(3), 230. https://doi.org/10.24036/jbs.v9i3.%25

Yolanda, R., Khair, U., & Hartati, M. (2023). Analisi Diksi Dan Gaya Bahasa Pada Iklan Produk Kecantikan di Media Youtube (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri Curup).

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Mahsusi, J. (2025). Strategi Diksi dan Gaya Bahasa pada Media Publik Visual di Tembilahan . Kajian Linguistik Dan Sastra, 4(3), 684–694. https://doi.org/10.22437/kalistra.v4i3.52130

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.