Indeks Risiko Ekologis Potensial Tembaga (Cu) Air Limbah Pertambangan Timah di Kepulauan Bangka

Authors

  • Robekca Purba Program Sarjana Program Profesi Insinyur Universitas Sriwijaya
  • Eddy Ibrahim Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Anton Saputra PT. Timah TBK, Pangkal Pinang, Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.22437/mjf.v2i01.42133

Keywords:

air limbah, Hakanson, tembaga (Cu), pertambangan timah, Kepulauan Bangka

Abstract

Proses penambangan timah menggunakan air sebagai media pemisah timah dari mineral lain. Air limbah hasil produksi disalurkan ke kolam penampungan, namun berpotensi mencemari lingkungan, terutama saat curah hujan tinggi atau setelah penambangan selesai. Kandungan tembaga (Cu) yang tinggi dalam air limbah dapat merusak insang, hati, ginjal, dan sistem saraf ikan, sehingga perlu dikaji tingkat risikonya. Penelitian ini bertujuan menghitung indeks risiko ekologi potensial tembaga (Cu) menggunakan data sekunder dari PT. Timah yang diolah dengan metode Hakanson. Pengujian sampel air dilakukan di Laboratorium Terpadu Institut Pertanian Bogor menggunakan metode APHA 23rd (2017): 3111 B. Hasil perhitungan berfungsi sebagai alat diagnosis pengendalian pencemaran, menentukan area prioritas penanganan, serta memahami ancaman aktivitas tambang timah terhadap ekosistem. Perhitungan ini diterapkan untuk sistem perairan limnik atau perairan tergenang. Indeks polusi dibandingkan dengan baku mutu air kelas II sesuai PP No. 22 Tahun 2021, yang digunakan untuk budidaya ikan air tawar. Berdasarkan hasil, indeks polusi air limbah tambang timah di Kepulauan Bangka termasuk kategori risiko rendah (RI<150), sehingga limbahnya masih tergolong aman bila terjadi luapan ke daratan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adibrata, S., Yusuf, M., & Firdaus, M. (2021). Contamination of Heavy Metals (Pb and Cu) at Tin Sea Mining Field and Its Impact to Marine Tourism and Fisheries. Ilmu Kelautan: Indonesian Journal of Marine Sciences, 26(2).

Cheng, H., Huang, L., Ma, P., & Shi, Y. (2019). Ecological risk and restoration measures relating to heavy metal pollution in industrial and mining wastelands. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(20), 3985.

Hakanson, L. (1980). An ecological risk index for aquatic pollution control. A sedimentological approach. Water research, 14(8), 975-1001.

Heryando P. 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat; edisi ke-4. Rineka Cipta.

Irzon, R., Syafri, I., Hutabarat, J., Sendjaja, P., & Permanadewi, S. (2018). Heavy metals content and pollution in tin tailings from Singkep Island, Riau, Indonesia. Sains Malaysiana, 47(11), 2609-2616.

Pratiwi, D. Y., Nugroho, A. P., & Yustiati, A. (2019). Bioakumulasi ion tembaga pada ikan nila (Oreochromis niloticus L.) di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Bantul. Akuatika Indonesia, 4(2), 57-64.

Umroh., Wahidin, L.O., Hudatwi, M., Priyambada, A. 2024. Exploring ecological dynamics: a case study of unconventional tin mining in Batu Belubang Waters, Bangka Island.” Enviroment Asia, 17(3): 151-161. doi: 10.14456/ea.2024.43

Uwah, I. E., Dan, S. F., Etiuma, R. A., & Umoh, U. E. (2013). Evaluation of status of heavy metals pollution of sediments in Qua-Iboe River estuary and associated creeks, South-Eastern Nigeria. Environment and Pollution, 2(4), 110.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Purba, R., Ibrahim, E., & Saputra, A. (2025). Indeks Risiko Ekologis Potensial Tembaga (Cu) Air Limbah Pertambangan Timah di Kepulauan Bangka. Mantis Journal of Fisheries, 2(01), 26–32. https://doi.org/10.22437/mjf.v2i01.42133

Issue

Section

Articles