RASIO DIMENSI UTAMA KAPAL PAYANG DI PERAIRAN BUNGUS SELATAN SUMATERA BARAT

Penulis

  • Samudra Asri Lubis Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Wiwaha Anas Sumadja Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Lauura Hermala Yunita Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Nurhayati Nurhayati Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Lisna Lisna Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Fauzan Ramadan Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22437/mjf.v2i02.45441

Kata Kunci:

kapal payang, perairan bungus selatan, rasio dimensi utama

Abstrak

Indonesa merupakan negara maritim yang memiliki sumberdaya perikanan yang melimpah di daerah kawasan barat Indonesia. Potensi tersebut membuat Indonesia sebagai negara yang di karuniai sumberdaya kelautan yang besar. Salah satu daerah perikanan yang memiliki potensi perairan dan perikanan adalah Keurahan Bungus Selatan. Nelayan di Kelurahan Bungus Selatan mayoritas nelayan, salah satunya nelayan yang menggunakan alat tangkap payang dengan kapal payang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasio dimensi utama seperti Panjang/lebar (L/B), Panjang/dalam (L/D), dan Lebar/dalam (B/D) untuk menentukan kapal yang sesuai dengan jenis kapal standar dan alat tangkap yang digunakan pada kondisi perairan setempat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data dengan sensus. Pengambilan data dengan sensus adalah pengumpulan data dengan mengumpulkan data seluruh poulasi yang ada 7 (Tujuh) kapal payang yang ada di Kelurahan Bungus Selatan. Rasio meliputi pengukuran seperti panjang, lebar, tinggi, pengukuran Garis air kapal (LWL), Daya mesin (HP) dan Gross Tonnage (GT). Hasil perbandingan panjang dan lebar (L/B) berkisar antara 5,78-7,0 dengan nilai rata-rata 6,43. Kisaran nilai L/D kapal payang adalah 6,5-7,33 dengan nilai rata-rata 6,79. Kisaran nilai B/D adalah 1,0-1,26 dengan nilai rata-rata 1,06. Nilai LWL yang diperoleh yaitu: 8,67-11,5 m.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adlawan, J. J., Oraye, A. O., & Gonzales, E. S. (2019). Assessment of fishing boat design and stability in small-scale fisheries. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 7(2), 187–193.

Adrian, & Horridge. (2015). The prahu: Traditional sailing boat of Indonesia (2nd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Arikunto, S. (2016). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi VI). PT Rineka Cipta.

Azis, M. A. B. H., Iskandar, Y., & Novita, Y. (2017). Rasio dimensi utama dan stabilitas statis kapal purse seine tradisional di Kabupaten Pinrang. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(1), 19–28.

Basya, I. F., Boesono, H., & Habsari, T. D. (2017). Aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan kapal pancing ulur di PPN Prigi Trenggalek. Jurnal Perikanan Tangkap, 1(2), 1–10.

Caamano, L. S., Galeazzi, R., Nielsen, U. D., Gonzalez, M. M., & Casas, V. D. (2019). Real-time detection of transverse stability changes in fishing vessel. Ocean Engineering, 173, 116–130. https://doi.org/10.1016/j.oceaneng.2019.106369

Fyson, J. (1985). Design of small fishing vessel. Fishing News Books Ltd.

Iskandar, B. H., & Pujiati, S. (1995). Keragaan teknis kapal perikanan di beberapa wilayah Indonesia. Jurnal Teknik, 31(1).

Iqbal, M. (2023). Operability analysis of traditional small fishing boats in Indonesia with different loading conditions. Journal of Marine Science and Technology. https://doi.org/10.1080/17445302.2022.2107300

Lapa, K. N. (2018). Estimation of stability for a fishing vessel and some considerations. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 400, 082014. https://doi.org/10.1088/1757-899X/400/8/082014

Nam-Kyun, I. (2021). A quantitative methodology for evaluating the ship stability intact assessment (IMSISA) model. Journal of Marine Science and Technology. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2092678221000054

Natale, F., Carvalho, N., & Paulrud, A. (2015). Defining small-scale fisheries in the EU on the basis of their operational range of activity: The Swedish fleet as a case study. Fisheries Research, 164, 286–292. https://doi.org/10.1016/j.fishres.2014.12.013

Novita, Y., Martiyani, R. E., & Ariyani. (2014). Kualitas stabilitas payang pelabuhan berdasarkan distribusi muatan.

Palembang, S., Luasunaung, A., & Pangalila, F. T. P. (2013). Kajian rancang bangun kapal ikan fiberglass multifungsi 13 GT di galangan kapal CV. Cipta Bahari Nusantara Minahasa Sulawesi Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap, 1(3), 87–92.

Praharsi, Y., Jami’in, M. A., & Suhardjito, G. (2019). The stability test of traditional fishing boats in East Java, Indonesia based on the International Maritime Orga nization standard. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management. https://ieomsociety.org/pilsen2019/papers/344.pdf

Purwanto, Y., Iskandar, B. H., Imron, M., & Wiryawan, B. (2014). Aspek keselamatan ditinjau dari stabilitas kapal dan regulasi pada kapal Pole and Line di Bitung, Sulawesi Utara. Journal Marine Fisheries, 5(2), 181–191.

Puspita, H. I. P., & Utama, I. K. A. P. (2017). Studi karakteristik hidrodinamika kapal ikan tradisional di perairan Puger Jember. Jurnal Kelautan Indonesia, 12(1), 1–7.

Putra, P. K. D. N. Y., Novita, Y., & Iskandar, B. H. (2020). The diversity of fishing vessels shape in Brondong Fisheries Port Area. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 16(4), 235–242. https://doi.org/10.14710/ijfst.16.4.235-242

Ramdhani, F., Heltria, S., Magwa, R. J., Ramadan, F., Nofrizal, N., & Jhonneria, R. (2023). Karakteristik dimensi utama kapal gillnet (static gear) pada penangkapan udang mantis (Harpiosquilla raphidea) di Kampung Nelayan, Jambi. Aquadika Indonesia, 7(2), 80. https://doi.org/10.24198/jaki.v7i2.43530

Susanto, A., Novita, Y., Nurdin, H. S., Dariansyah, M. R., Heriawan, Y., Supiyono, I., & Rokhman, M. S. (2021). Design characteristic of static fishing boat on Sunda Strait. Jurnal Riset Kapal Perikanan, 1(2), 67–74.

Utomo, B. (2010). Pengaruh ukuran utama kapal terhadap displacement kapal.

Wahyudin, I., Darma, Y. Y. E., Prasetya, I. G. N. A. S., & Insprasetyobudi, H. (2022). Preliminary design of traditional fishing boat (2 GT) with additional floating compartment for safety reasons using BKI rules. International Journal of Marine Engineering Innovation and Research, 7(4), 321–334. https://doi.org/10.12962/j25481479.v7i4.13266

Wibawa, I. P. A. (2016). Sustainable fishing vessel development by prioritising stakeholders engagement in Indonesia small-scale fishing [Master’s thesis, Newcastle University]. https://theses.ncl.ac.uk/jspui/handle/10443/3534

Yang, Y.-S., Park, C.-K., Lee, K.-H., & Suh, J.-C. (2007). A study on the preliminary ship design method using deterministic approach and probabilistic approach including hull form. Structural and Multidisciplinary Optimization, 33(6), 529–539. https://doi.org/10.1007/s00158-006-0063-5

Zhang, H. (2024). Assessment of fishing vessel vulnerability to pure loss of stability in coastal waters. Journal of Marine Science and Engineering, 12(4), 527. https://doi.org/10.3390/jmse12040527

Diterbitkan

2025-08-26

Cara Mengutip

Lubis, S. A., Sumadja, W. . A., Yunita, L. H., Nurhayati, N., Lisna, L., & Ramadan, F. (2025). RASIO DIMENSI UTAMA KAPAL PAYANG DI PERAIRAN BUNGUS SELATAN SUMATERA BARAT. Mantis Journal of Fisheries, 2(02), 85–94. https://doi.org/10.22437/mjf.v2i02.45441

Terbitan

Bagian

Articles