Komposisi Hasil Tangkapan Ikan Jaring Insang Hanyut (Drift Gillnet) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap

Authors

  • Isnaeni Naila Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
  • Norman Arie Prayogo Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
  • Adinda Kurnia Putri Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.22437/mjf.v2i03.49815

Keywords:

Hasil Buangan Sampingan, IUCN, Jaring Insang, Pelagis

Abstract

Jaring insang hanyut (drift gillnet) adalah salah satu jenis alat tangkap yang banyak beroperasi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jenis dan jumlah hasil tangkapan serta mengestimasi proporsi hasil tangkapan utama dan sampingan jaring insang hanyut (drift gillnet) dalam upaya penangkapan yang didaratkan di PPS Cilacap. Metode pengambilan data dilakukan dengan survei dan wawancara responden. Penelitian ini dilakukan di PPS Cilacap pada Desember 2024 dan Maret 2025. Data yang dikumpulkan adalah berupa data primer dan sekunder kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel berupa grafik, tabel dan histogram selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) terbanyak meliputi ikan layur (Lepturacanthus savala), ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), cumi karet (Sthenoteuthis oualaniensis) dan cumi-cumi (Loligo sp.). Spesies yang menjadi paling sedikit ditangkap adalah udang dogol (Metapenaeus dalli). Proporsi hasil tangkapan utama jaring insang hanyut (drift gillnet) sebesar 70% sedangkan tangkapan sampingan sebesar 30%. Selektivitas jaring insang hanyut yang dioperasikan di PPS Cilacap tergolong tinggi, namun tangkapan sampingan yang diperoleh masih terdapat spesies yang tergolong kritis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akiyama, S. (1997). Discarded catch of set-net fisheries in Tateyama Bay. Journal of The Tokyo University Of Fisheries, 2(84): 53–64.

Andriyono, S. (2018). Overview of Indonesia fisheries sector: Java and Bali Island. International Journal of Life Sciences & Earth Sciences, 1: 39–48.

Anggriawan, D., Hamdhani, H., dan Lantun, P. (2018). Pengaruh penggunaan warna Lure Light Fishing terhadap hasil tangkapan ikan layur (Trichiurus sp.) di Palabuhan Ratu. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 9(1): 71–80.

Bahari, D. B., Nelwan, A., dan Zainuddin, M. (2019). Studi tentang komposisi jenis hasil tangkapan Purse Seine berdasarkan lokasi penangkapan di Perairan Tanah Beru Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Jurnal IPTEKS PSP, 6(4): 21–43.

DJPT. (2024). Laporan Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Tahun 2024 Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Cilacap.

Elliott, B., Kiszka, J. J., Bonhommeau, S., Shahid, U., Lent, R., Nelson, L., & Read, A. J. (2024). Bycatch in drift gillnet fisheries: A sink for Indian Ocean cetaceans. Conservation Letters, 17(2), e12997. https://doi.org/10.1111/conl.12997

Fitriani, R., Brow, A., dan Nofrizal. (2025). Composition of main and bycatch in the Drift gillnet gear at PPI Air Bangis Rada. South East Asian Marine Sciences Journal (SEAMAS), 2(2): 47–54.

Hehanussa, K. G., Tupamahu, A. W., Haruna, H., Silooy, F. D., Sangadji, S., dan Tuhumury, J. (2022). Komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar dan jaring insang hanyut di Perairan Teluk Ambon Dalam. Amanisal: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, 11(1): 57–64.

IUCN. (2025). The IUCN Red List of Threatened Species. Retrieved April 21, 2025, from IUCN Red list: https://www.iucnredlist.org.

Nasution, E., Alwi, Y., Magwa, R., Nurhayati, Fauzan, R., dan Harizki, M. (2024). Diversity index of drift gillnet catches in Sei Berombang Village, Panai Hilir District, Labuhan Batu Regency, North Sumatera. Fisheries Journal, 14(3): 1577–1587.

Notanubun, J., Ngamel, Y. A., dan Bukutubun, S. (2022). Keragaman jenis hasil tangkapan dan sinkronisasi waktu tangkap jaring insang permukaan di Perairan Ohoi Tuburngil Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 6(3): 259–270.

Ode, W., Rezki, S., Anadi, L., dan Arami, H. (2021). Selektivitas jaring insang terhadap ikan layang (Decapterus russelli) di sekitar rumpon Kabupaten Wakatobi. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 6(3): 196–212.

Parera, A. N. O., Minggo, Y. D. B. R., dan Yohanista, M. (2023). Spesifikasi dan hasil tangkapan jaring insang hanyut (Drift Gillnet) di Desa Namangkewa Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka. Aquanipa, Jurnal Ilmu Kelautan Dan Perikanan, 5(3): 41–49.

Phuryandari, A., Ghofar, A., dan Saputra, S. W. (2020). Analisis potensi dan tingkat pemanfaatan ikan layur (Trichiurus sp.) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 19(2): 1–10.

Pratama, G., Khoerunnisa, N., dan Wicaksono, A. (2025). Dinamika musim penangkapan ikan layur yang didaratkan di PPI Cikidang serta hubungannya dengan kondisi oseanografi. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 31(1): 31–39.

Pratiwi, S. (2016). Status populasi ikan layur (Trichiurus sp) hasil tangkapan jaring insang hanyut (Drift Gillnet) yang didaratkan di TPI Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. 70 hal.

Puspito, G., Hartono, S., Kurniawazxvn, F., dan Mawardi, W. (2022). Introduksi lampu celup pada pengoperasian jaring insang hanyut. ALBACORE, 4(3): 283–293.

Rahmantya, K. F., Zulbainarni, N., dan Nababan, O. (2022). Analisis sistem dinamik perikanan multispesies studi terhadap perikanan pelagis di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 17(1): 19–33.

Rianto, J., Riani, E., dan Warlina, L. (2023). Pengaruh persepsi terhadap pemahaman nelayan dan bakul ikan serta strategi pengelolaan hiu dan pari dalam status konservasi di Kabupaten Cilacap. PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan Dan Kelautan, 4(1): 1–15.

Rosadi, R., Lisna, Mairizal, dan Ramadhan, F. (2022). Komposisi hasil tangkapan menggunakan alat tangkap belat di perairan Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ilmu Perairan, 10(1): 61–67.

Salim, G., dan Kelen, P. B. (2017). Analisis identifikasi komposisi hasil tangkapan menggunakan alat tangkap jaring insang hanyut (Drift Gillnet) di sekitar Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Jurnal Herpodon Borneo, 10(1): 13–22.

Samsul, L., Nehemia, R., dan Gole, W. (2024). Komposisi dan keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang hanyut (Surface Gillnet) di perairan Tanjung Luar Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Perikanan Pantura, 7(9): 172–179.

Saputra, D. N., Gede Astawa Karang, I. W., dan Ria Puspitha, N. L. P. (2021). Pengaruh perbedaan ukuran jaring insang terhadap hasil tangkapan ikan tongkol Euthynnus sp. di perairan Tenggara Kabupaten Karangasem. Journal of Marine Research and Technology, 4(2): 16.

Sarwati, D. E., dan Suryono, C. A. (2025). Pendugaan daerah tangkapan ikan pelagis kecil di perairan Pesisir Utara Jawa Tengah berdasarkan paremater lingkungan laut. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 28(1): 107–117.

Setiawati, B., Wijayanto, D., dan Pramonowibowo. (2015). Analisis faktor produksi hasil tangkapan ikan kembung (Rastrelliger sp.) pada alat tangkap Drift Gillnet di Kab. Ketapang, Kalimantan Barat. Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 4(4): 179–187.

Simanjuntak, A. E., Imron, M., dan Baskoro, M. S. (2019). Strategi pengembangan perikanan cumi di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. ALBACORE, 3(2): 179–191.

Sukmaningrum, S., Suryaningsih, S., dan Habibah, A. N. (2022). Keanekaragaman spesies dan status konservasi ikan hiu dan ikan pari di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pemalang. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi, 15(1): 130–139.

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Naila, I., Prayogo, N. A., & Putri, A. K. (2025). Komposisi Hasil Tangkapan Ikan Jaring Insang Hanyut (Drift Gillnet) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Mantis Journal of Fisheries, 2(03), 160–169. https://doi.org/10.22437/mjf.v2i03.49815