Budaya Konsumtif di Era Digital: Strategi Kapitalisme dalam Menciptakan Kebutuhan Semu
DOI:
https://doi.org/10.22437/titian.v9i1.42847Keywords:
budaya, konsumtif, digital, kapitalismeAbstract
Consumptive culture in the digital era has become a global phenomenon triggered by modern capitalism's strategy of creating false needs. The development of digital technology, social media, and e-commerce facilitates companies to analyze consumer behavior through big data and artificial intelligence, making personalized advertising increasingly difficult to avoid. Phenomena such as FOMO (Fear of Missing Out) and influencer-based marketing reinforce the drive for overconsumption, turning wants into false needs. The impacts include financial problems, social inequality, and environmental damage due to excess waste. This research uses the literature study method to analyze digital capitalism strategies and the impact of consumptive culture. The results show the importance of digital and economic literacy to distinguish between real and false needs, as well as the need for strict regulations and a sustainable consumption movement. Public critical awareness is the key to reducing the negative impact of consumptive culture.
Abstract
Budaya konsumtif di era digital telah menjadi fenomena global yang dipicu oleh strategi kapitalisme modern dalam menciptakan kebutuhan semu. Perkembangan teknologi digital, media sosial, dan e-commerce memfasilitasi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen melalui big data dan kecerdasan buatan, sehingga iklan yang dipersonalisasi semakin sulit dihindari. Fenomena seperti FOMO (Fear of Missing Out) dan pemasaran berbasis influencer memperkuat dorongan konsumsi berlebihan, mengubah keinginan menjadi kebutuhan palsu. Dampaknya meliputi masalah finansial, kesenjangan sosial, dan kerusakan lingkungan akibat limbah berlebih. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis strategi kapitalisme digital dan dampak budaya konsumtif. Hasilnya menunjukkan pentingnya literasi digital dan ekonomi untuk membedakan kebutuhan nyata dan semu, serta perlunya regulasi ketat dan gerakan konsumsi berkelanjutan. Kesadaran kritis masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif budaya konsumtif.
Downloads
References
Adha, S. (2022). Faktor Revolusi Perilaku Konsumen Era Digital : Sebuah Tinjauan Literatur. Jipis, 31(2), 134–148. https://doi.org/10.33592/jipis.v31i2.3286
Amadi, A. S. M., Suwarta, N., Sholikha, D. W., & Amrullah, M. (2023). Pemahaman Pendidikan Finansial Sejak Dini. Journal of Education Research, 4(3), 1419–1428. https://doi.org/10.37985/jer.v4i3.356
Arrezqi, M. (2024). Pengaruh Gaya Hidup dan Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa. Journal Syntax Idea, 6(7), 1–12.
Aziz, A. R. A. (2022). Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia Dalam Perspektif Herbert Marcuse. Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, Dan Masyarakat, 5(2), 1–18. https://doi.org/10.53977/sd.v5i2.725
Bakti, I. S., Nirzalin, N., & Alwi, A. (2019). Konsumerisme dalam Perspektif Jean Baudrillard. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 13(2), 147–166. https://doi.org/10.24815/jsu.v13i2.15925
Basunanda, A. (2020). Peralihan Westernisasi Ke Asianisasi Terhadap Masyarakat Konsumtif Di Surabaya. Lakon: Jurnal Kajian Sastra Dan Budaya, 9(2), 102–113. https://doi.org/10.20473/lakon.v9i2.26651
Cahyarani, N. M. G. (2023). Globalisasi Membuat Budaya Konsumerisme Memberikan Berbagai Dampak Pada Masyarakat Dalam Persepktif Jean Baudrillard. July.
Dewi, P. A. C. (2022). Edukasi Literasi Digital dan Tantangan menjadi Masyarakat Digital di Banjar Baturiti Tengah. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(8), 2786–2790. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i8.754
Fathanudien, A. (2015). Pertanggungjawaban Terhadap Konsumen Atas Iklan-Iklan Yang Menyesatkan Di Era Globalisasi. UNIFIKASI : Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 31–60. https://doi.org/10.25134/unifikasi.v2i2.414
Gratia, G. P., Merah, E. L. K., Triyanti, M. D., Paringa, T., & Primasari, C. H. (2022). Fenomena Racun Tik-Tok Terhadap Budaya Konsumerisme Mahasiswa di Masa Pandemi COVID-19. KONSTELASI: Konvergensi Teknologi Dan Sistem Informasi, 2(1), 193–200. https://doi.org/10.24002/konstelasi.v2i1.5272
Harsanto, P. W. (2015). Gaya Hidup Modern Dan Iklan (Budaya Makan Mi Instan sebagai Identitas). Imaji, 7(1). https://doi.org/10.21831/imaji.v7i1.6645
Hartono, I. P., Herdiana, H. D., & Aisyah, L. (2024). Perkembangan Teknologi Modern Menjadi Awal Sifat Budaya Konsumtif Mahasiswa Sosiologi Angkatan 2022 di Universitas Jember 1. Innovative: Journal Of Social Science Research Volume, 4(3), 6248–6259.
Kusumawati, N., Ichsan, M., & Lukman, L. (2022). Konsumerisme di Era Digital dalam Iklan Layanan Masyarakat “Perilaku Konsumtif.” Propaganda, 2(2), 195–204. https://doi.org/10.37010/prop.v2i2.708
Maghfi, P. (2021). Analisis Pola Konsumsi Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus pada Penghuni Kos Putri Ponorogo). Lisyabab : Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 2(2), 185–198. https://doi.org/10.58326/jurnallisyabab.v2i2.93
Nasution, R. S., Sugianto, S., & Dharma, B. (2023). Perilaku Fear Of Missing Out (FOMO) Dalam Konsumsi Di Kalangan Mahasiswa FEBI UINSU Ditinjau Dalam Prespektif Maslahah. EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 11(2), 1997–2006. https://doi.org/10.37676/ekombis.v11i2.6819
Octaviana, R. (2020). Konsep Konsumerisme Masyarakat Modern dalam Kajian Herbert Marcuse. Jaqfi: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 5(1), 121–133. https://doi.org/10.15575/jaqfi.v5i1.6267
Pergiwati, G. E. (2016). Konformitas dan Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswi Dengan Status Sosial Ekonomi ke Bawah. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(3), 399–407. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i3.4100
Rosida, I. (2020). Hasrat Komoditas di Ruang Urban Jakarta : Sebuah Kajian Budaya. Buletin Al-Turas, 20(1), 57–66. https://doi.org/10.15408/bat.v20i1.3746
Rosmiati, R. (2022). DARI VIDEO KE TOKO: BUDAYA KONSUMEN MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK SHOP. Saskara: Indonesian Journal of Society Studies, 33(1), 1–12.
Sari, M. E. P. (2017). Peran Masyarakat dalam Mencapai Pola Konsumsi Berkelanjutan. Jurnal Trias Politika, 1(2), 1–15. https://doi.org/10.33373/jtp.v1i2.1057
Sari, P., Pautina, M. R., Lakadjo, M. A., & Luthfi, N. (2023). Pandangan Teori Kebutuhan Dasar Abraham Maslow dan Willian Glasser tentang Fenomena Flexing. Jambura Guidance and Counseling Journal, 4(2), 89–94.
Sari, R. K. (2016). Kecenderungan Perilaku Compulsive Buying Pada Masa Remaja Akhir di Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i1.3923
Solihin, O. (2015). Terpaan Iklan Mendorong Gaya Hidup Konsumtif Masyarakat Urban. Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi, 5(2), 41–49.
Tasya Jadidah, I., Anisah, N., Nabila Zakiyah, A., Kumala Sari, E., Dewi, M., & Panca Putri, S. (2023). Pengaruh Pola Konsumsi Masyarakat Urban Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan. Significant : Journal Of Research And Multidisciplinary, 2(02), 242–251. https://doi.org/10.62668/significant.v2i02.876
Widianti, F. D. (2022). Dampak Globalisasi Di Negara Indonesia. JISP (Jurnal Inovasi Sektor Publik), 2(1), 73–95. https://doi.org/10.38156/jisp.v2i1.122
Wijaya, B. S., Tripoli, F., & Wahyuni, H. I. (2020). Nilai-Tanda sebagai Jantung Makna Relasi Konsumen dan Merek. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(2), 181. https://doi.org/10.31315/jik.v17i2.3699
Wirasukessa, K., & Sanica, I. G. (2023). Fear of Missing Out Dan Hedonisme Pada Perilaku Konsumtif Millennials: Peran Mediasi Subjective Norm Dan Attitude. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 7(1), 156–175. https://doi.org/10.31955/mea.v7i1.2887
Zaidan, M., Lapatta, N. T., & Pasha, L. P. (2024). Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Sumber Daya Terbarukan melalui Program Edukasi Masyarakat. ADI Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 7–17. https://doi.org/10.34306
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Naila Faiza, Mirna Nur Alia Abdullah, Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






















