Perancangan Koreografi 'Simpuh Ruh' Berdasarkan Nilai-Nilai Spiritual Ritual Besale Suku Anak Dalam
DOI:
https://doi.org/10.22437/jcs.v4i2.51106Kata Kunci:
Ritual Besale, Tari Dramatik, Simpuh RuhAbstrak
Ritual Besale Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi adalah upacara pengobatan tradisional dengan nilai spiritual mendalam, khususnya konsep Simpuh Ruh. Nilai ini terancam modernisasi, sehingga koreografi Simpuh Ruh dirancang untuk mentransformasi ritual ini sebagai upaya pelestarian budaya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan sistematika perancangan koreografi Simpuh Ruh, dari eksplorasi gerak hingga komposisi akhir, serta menganalisis perwujudan nilai spiritual Besale dalam elemen koreografi. Metode penciptaan seni dilakukan dengan eksplorasi, improvisasi, pembentukan melalui observasi dan wawancara tak berstruktur. Analisis data menggunakan penafsiran makna kultural. Karya dikodifikasi sebagai tipe tari dramatik, disusun dalam struktur kerucut tunggal. Gerak non-formal diolah menjadi motif gerak getar, hentak, dan gerak simpuh yang intens. Iringan menggunakan Gendang Besale dengan vokal mantra; properti utamanya Balai Terbang. Simpuh Ruh membuktikan bahwa nilai spiritual dan gerak non-formal ritual dapat ditransformasi secara metodologis ke dalam struktur koreografi yang kuat, berkontribusi signifikan pada pelestarian seni tari berbasis ritual.
Unduhan
Referensi
Asdana, F. (2020). Proses Penciptaan Karya Tari “Addiction.” Doctoral dissertation, Fakultas Seni dan Desain.
Asmorotedjo, A. (2019). Penciptaan Karya Tari “Bali Jawi” Bersumber dari Ritual Pemujaan Leluhur Guna Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai Luhur Manusia Jawa. Doctoral dissertation, ISI Yogyakarta.
Asniah, A. (2023). Akulturasi Budaya Lokal dan Islam dalam Tradisi Ritual Besale: Studi Kasus pada Suku Anak Dalam di Desa Dwi Karya Bhakti Provinsi Jambi. Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Firdaus, F. (2009). Beredab Dalam Upacara Besale Pada Masyarakat Suku Anak Dalam Di Sumatera Selatan. Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Harsakya, C. S. (2016). Struktur Dramatik Dan Estetik Film Animasi The Little Krishna. Capture : Jurnal Seni Media Rekam, 7(2). https://doi.org/10.33153/capture.v7i2.1695
Ilham, K. (2023). Penciptaan Tari Ranah Bakatumuk Sebagai Ekpresi dari Konflik Batas Tanah Ulayat. Jurnal Cerano Seni : Pengkajian Dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 2(2), 48–52. https://doi.org/10.22437/jcs.v2i2.30065
Irianto, I. S., Rifandi, I., Handayani, L., & Gustyawan, T. (2023). Arsitektur Drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan. Prosiding Seminar Nasional Humaniora, 3, 53–73.
Irianto, I. S. (2023). Rekonstruksi Dramaturgi Soekarno dalam Drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan. Dance and Theatre Review, 6(1), 26–42.
Jayanti, K., Dharma, B., & Apriani, A. (2021). Analisis Unsur Intrinsik Naskah Drama Pinangan Karya Anton Checkov Saduran Suyatna Anirun. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 4(1), 92–98. https://doi.org/10.35568/magelaran.v4i1.1413
Komarudin, K., & Sakti, M. F. L. (2021). Karya Tari Dangiang Wulung sebagai Identitas Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut. Panggung, 31(4), 518775.
Larasati, E. D., & S. (2024). Tari Batu Bolah di Sanggar Seni Misstahto Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Kajian Ilmu Seni, Media Dan Desain, 1(4), 175–189.
Makaf, A. (2018). Paradigma Konflik dalam Drama Analisis Unsur Intrinsik, Rekayasa Dramatik, dan Resolusi Konflik. Acintya Jurnal Penelitian Seni Budaya, 10(1). https://doi.org/10.33153/acy.v10i1.2285
Marsh, L. D. (2015). The Plot Within: μέγεθος and μῆκος in Aristotle’s Poetics. American Journal of Philology, 136(4), 577–606. https://doi.org/10.1353/ajp.2015.0041
Maulida, I., & Puspito, P. (2018). Ungkapan Simbol Kekuatan Spiritualitas Tokoh Balian Melalui Tari Dramatik Pada Karya “Tandik Bahindik”. Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.
Miroto, M. (2022). Dramaturgi Tari. BP ISI Yogyakarta.
Muhtadi, A. (2019). “ Besale” dalam Pengobatan Tradisional Suku Batin Sembilan (Studi Etnografi: Ritual Pengobatan di Desa Bungku Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari). Doctoral dissertation, Universitas Andalas.
Murgiyanto, S. (1983). Koreografi Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Novriawati, A. (2018). Makna dan Simbol Berentak dalam Upacara Besale pada Masyarakat Suku Anak Dalam di Dusun Johor Baru Desa Bungku Kabupaten Batanghari Jambi. Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Pandu, P. I. M., Pamenang, N. W., & Dewi, M. L. (2025). Bentuk dan Proses Penciptaan Karya Tari Bedhaya Kalang di Sanggar Tari Nyi Pandansari. Jurnal Sitakara, 10(1), 90–104.
Rahul, M., & Riswani, R. (2025). Penciptaan Karya Tari Dramatik Perwira Tanah Lingga Berdasarkan Cerita Rakyat Megat Raden Kuning Menggunakan Dasar Gerak Zapin Kote. Jurnal Cerano Seni: Pengkajian Dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 4(1), 48–57. https://doi.org/10.22437/jcs.v4i1.45751
Ruspawati, I. A. W. . (2023). Konsep Tirtha sebagai Inspirasi dalam Penciptaan Tari Udhakanjali. Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara, 3(1), 100–114. https://eproceeding.isibali.ac.id/index.php/bdw/article/view/418
Samodro, W., & Sarwanto, S. (2019). Struktur Dramatik Lakon “Mintaraga” Sajian Wayang Wong Sriwedari. Panggung, 29(1). https://doi.org/10.26742/panggung.v29i1.816
Saputra, M. A., Wulandari, W., Wahyuni, A., & Pratama, R. A. (2025). Tradisi Besale: Pengobatan Suku Anak Dalam dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sejarah. SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education, 6(1), 59–66. https://doi.org/10.32332/social-pedagogy.v6n1.10448
Saputri, P. Y., & Sasanadjati, J. D. (2018). Karya Tari Samudiwaragati sebagai Ungkapan Rasa Syukur Masayarakat Nekayan Pantai Prigi Dalam Bentuk Dramatik. Solah, 8(1). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/solah/article/view/28485
Setyawan, A., Pramasheilla, D. A. A., & Akbar, F. (2025). Konsep Sedulur Papat Limo Pancer Dalam Karya Kidung Amben. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 7(2), 267–276.
Smith, J. (1985). Komposisi Tari (S. B., Ed.). Ikalasti.
Sudewi, N. N., Dana, I. W., & Arsana, I. (2019). Legong dan Kebyar Strategi Kreatif Penciptaan Tari. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 285–290.
Suherman, D. N. (2022). Proses Kreatif Karya Tari Ruwat Cai. Jurnal Seni. Makalangan, 9(2). https://doi.org/10.26742/mklng.v9i2.2391
Susanti, D. (2015). Penerapan Metode Penciptaan Alma Hawkins Dalam Karya Tari Gundah Kancah. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 17(1). https://doi.org/10.26887/ekse.v17i1.65
Tari, M. K. (2012). Perwujudan Tokoh Menakjingga Dengan Tipe Tari Dramatik. Sang, 28(29).
Thornberg, R. (2018). School Bullying and Fitting into the Peer Landscape: a Grounded Theory Field Study. British Journal of Sociology of Education, 39(1), 144–158. https://doi.org/10.1080/01425692.2017.1330680
Vanacova, S. A. A. (2025). Pembelajaran Kesenian Reog Wayang Berbasis Transgenerasional Pada Komunitas Kridha Beksa Lumaksana Mangiran, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Wayan, I. (2021). Penciptaan Karya Seni Berbasis Kearifan Lokal Papua. Penerbit Aseni (Anggota IKAPI Pusat).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sukma Novia Riani, Dinda Assalia Avero Pramasheilla, Riswani Riswani, Lusi Handayani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Cerano Seni memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi dan temuan pada artikel tersebut bermanfaat bagi semua orang. Semua konten artikel Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara gratis, tanpa dipungut biaya sesuai dengan lisensi Creative Commons yang digunakan.











