SISTEM NOKEN DALAM PEMILIHAN UMUM DI WILAYAH PAPUA (1971-2024)
DOI:
https://doi.org/10.22437/jisipunja.v9i2.42816Keywords:
Demokrasi, Papua, Pemilihan Umum, Sistem NokenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan, dilema, dan akhir dari penerapan Sistem Noken dalam Pemilihan Umum di wilayah Papua dari tahun 1971 hingga penghapusannya pada 2024. Penelitian ini berangkat dari paradoks sistem ini yang di satu sisi diakui Mahkamah Konstitusi sebagai bagian dari hak masyarakat adat, namun di sisi lain dinilai bertentangan dengan prinsip Pemilihan Umum yang demokratis, bebas, dan rahasia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, dengan mengumpulkan dan menganalisis sumber sekunder dari literatur akademis, putusan pengadilan, laporan pemilu, dan pemberitaan media. Analisis dilakukan dengan perspektif pluralisme hukum, demokrasi deliberatif, dan hak asasi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Noken mengalami transformasi dari inovasi era Orde Baru menjadi alat legitimasi yang rentan dimanipulasi oleh elite lokal (big man). Sistem ini menghasilkan partisipasi politik tinggi (mencapai 100%) namun gagal menjamin kebebasan individu, memicu konflik, dan menghambat akuntabilitas pembangunan. Akumulasi masalah tersebut berujung pada keputusan penghapusan Sistem Noken pada 2024. Meskipun memiliki akar kultural, Sistem Noken tidak berkelanjutan dalam kerangka negara hukum demokratis. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ketergantungan sumber sekunder dan fokus kasus utama. Oleh karena itu, disarankan melakukan studi lapangan di tingkat desa dan analisis komparatif mengenai Sistem Noken dalam memahami persepsi masyarakat Papua.
Downloads
References
Adhayanto, O. (2014). Perkembangan Sistem Hukum Nasional. Jurnal Ilmu Hukum, 4(2), 207–228. https://doi.org/10.30652/jih.v4i2.2790
Adhyaksa, A., Weku, R. L., & Konoras, I. K. (2023). Sistem Noken: Pandangan Hukum Nasional dan Konsistensi Nilai-Nilai Demokrasi. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(6), 4703–4715.
Agustine, O. V. (2019). Implementasi Noken sebagai Hukum Tidak Tertulis dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 8(1), 69–84. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i1.302
Alfitri. (2012). Ideologi Welfare State dalam Dasar Negara Indonesia: Analisis Putusan Mahkamah Konstitusit terkait Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jurnal Konstitusi, 9(3), 449–472. https://doi.org/10.31078/jk932
Anggraeni, K. S. D., Widjajanti, T., & Hilum, R. (2022). Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Pegunungan Arfak menggunakan Model Logistik. Jurnal Natural, 18(2), 45–53. https://doi.org/10.30862/jn.v18i2.186
Ariyanto. (2023). Tradisional (Sistem Noken) dalam Sistem Pemilihan Umum di Indonesia. Journal of Law Review, 2(2), 92–95. https://doi.org/10.55098/jolr.2.1.1-12
Aspinall, E., & Sukmajati, M. (2016). Electoral Dynamics in Indonesia: Money Politics, Patronage and Clientelism at the Grassroots. National University of Singapore.
Auwe, Y., Wibowo, S. H. B., & Prabasmara, P. G. (2023). Penerapan Simbolisasi Noken dan Honai pada Desain Bentuk Pusat Budaya Noken Papua di Nabire. Jurnal Arsitektur Pendapa, 6(1), 24–36. https://doi.org/10.37631/pendapa.v6i1.867
Baried, S. B., Soeratno, S. C., Sawoe, Sutrisno, S., & Syakir, M. (1985). Pengantar Teori Filologi. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.
Bräuchler, B. (2014). Modes of belonging in West Papua: Local Symbolism, National Politics and International Cultural Concepts. RIMA: Review of Indonesian and Malaysian Affairs, 48(1), 35–66. https://researchportalplus.anu.edu.au/en/publications/modes-of-belonging-in-west-papua-local-symbolism-national-politic/
Bräuchler, B. (2015). The Cultural Dimension of Peace. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/9781137504357
Butt, S. (2015). The Constitutional Court and Democracy in Indonesia. Brill.
Cahyaningrum, D. (2014). Perselisihan Pemilihan Umum Presiden 2014. Info Singkat Hukum: Kajian Singkat terhadap Isu-Isu Terkini, 6(15), 1–4.
Dekme, D. (2015). Pengrajin Noken pada Suku Bangsa Amungme di Desa Limau Asri Kecamatan Iwaka Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Jurnal Holistik, 9(16), 1–12. https://www.neliti.com/publications/968/pengrajin-noken-pada-suku-bangsa-amungme-di-desa-limau-asri-kecamatan-iwaka-kabu
Donnelly, J. (2013). Universal Human Rights in Theory and Practice. Cornell University Press.
Ell, P. (2013). Sistem Noken, Demokratiskah? Advokat dan Konsultan Hukum Papua.
Fadly, A. (2020). Mekanisme Penjaringan Partai Demokrat pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018. Universitas Hasanuddin.
Faiz, P. I., Saldi, I. R., Ghoffar, A. F., & Khairul. (2023). Big Man, Bag or Ballot Box? Upholding Legal Pluralism Through Noken as A Traditional System of Voting in Elections in Papua, Indonesia. Legal Pluralism and Critical Social Analysis, 55(1), 1–27. https://doi.org/10.1080/27706869.2023.2274167
Fonataba, F. F. (2016). Partisipasi Masyarakat Papua dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Tahun 2014 (Suatu Studi di Kota Jayapura Selatan Provinsi Papua). POLITICO: Jurnal Ilmu Politik, 6(4), 1–16. https://ejournal.unsrat.ac.id/v2/index.php/politico/article/view/13373
Friedman, L. M. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. Russell Sage Foundation.
Friedmann, W. (1941). Legal Theory. Stevens & Sons Limited.
Gire, E., Julison, B., & Bachtiar, P. (2023). Analisis Penetapan “KETENGBAN” sebagai Daerah Otonom Baru dari Wilayah Pegunungan Bintang. Jurnal ELIPS (Ekonomi, Lingkungan, Infrastruktur, Pengembangan Wilayah, dan Sosial Budaya), 6(2), 59–67. https://doi.org/10.31957/jurnalelips.v6i2.3065
Grey, T. C. (1988). The Uses of an Unwritten Constitution. Chicago-Kent Law Review, 64(1), 211–239. https://scholarship.kentlaw.iit.edu/cklawreview/vol64/iss1/11/
Griffiths, J. (1986). What is Legal Pluralism?
Habermas, J. (1992). Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy. Cambridge University Press. https://doi.org/10.4324/9781003060963-4
Hakim, F. Y. (2006). International Law Making, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Indonesian Journal of International Law, 4(1), 133–168. https://media.neliti.com/media/publications/67701-ID-none.pdf
Hardiyanto, L., & Saryono. (2023). Penguatan Lembaga Perlindungan HAM untuk Menciptakan Keadilan dan Pembangunan Masyarakat Papua. Jurnal Citizenship Virtues, 3(1), 454–461. https://doi.org/10.37640/jcv.v3i1.1732
Hart, H. L. A. (1961). The Concept of Law. Oxford University Press.
Haryoko, S., Bahartiar, & Arwadi, F. (2020). Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep, Teknik, & Prosedur Analisis). Universitas Negeri Makassar.
Hasan, Z., Hamaminata, G., Cahyono, R., Guntur, M., & Bandarsyah, N. F. (2024). Peran Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam Upaya Menanggulangi Perbedaan Politik Identitas. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, 1(2), 57–69. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v1i2.196
Herdianto, R., & Sutrisno, A. (2024). Penerapan Standar Pemilu Internasional dalam Penegakan Hukum Pemilu Terkait Penggunaan Sistem Noken di Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat Pada Pemilu 2024. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(5), 5244–5257. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i5.5034
Ingratubun, M. H., & Ell, P. P. (2013). Kepastian Hukum Sistem Noken dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Distrik Pisugi Kabupaten Jayawijaya. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Umel Mandiri Jayapura, 1(1), 14–27. https://doi.org/10.55551/jip.v1iI.2
Irawati, D., & Widjaja, H. (2006). Existensi Sosial-Politik Dewan Adat Papua dalam Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus Dewan Adat Setani di Sentani, Kabupaten Jayapura). Universitas Trisakti.
Jafrianto, Firdaus, E., & Indra, M. (2016). Eksistensi Pemilihan dengan Model Kesepakatan Warga dalam Sistem Pemilihan Umum di Indonesia (Kajian Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 47-81/PHPU.A-VII/2009 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum. JOM: Fakultsas Hukum, 3(2), 1–15. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.1-15
Jenkins, D. (2003). From Unwritten to Written: Transformation in the British Common-Law Constitution. Vanderbilty Journal of Transnational Law, 36(3), 863–960. https://scholarship.law.vanderbilt.edu/vjtl/vol36/iss3/8
Kayame, Y. (2022). Kearifan Lokal “Noken” Papua bagi Nilai Demokrasi Pancasila di Indonesia. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(12), 448–456. https://doi.org/10.56393/decive.v2i12.1205
Kogoya, R., Tumengkol, S., & Lasut, J. (2023). Implementasi Kebijakan Sistem Noken pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Distrik Gome Utara Kabupaten Puncak. Jurnal Ilmiah Society, 3(1), 1–6. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jurnalilmiahsociety/article/view/45141
Lefaan, A. (2021). Politik Identitas dan Masa Depan Demokrasi di Papua. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Pengembangan IPTEKS dan Sains, 7(1), 38–46. https://ejournal.brin.go.id/jmb/article/view/10473
Lekitoo, R. M. M. L. W. (2019). Analisis Pertimbangan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 47-81/PHPU.A-VII/2009 tentang Penggunaan Sistem Pemilihan Noken. Universitas Kristen Satya Wacana.
Lumbanrau, R. E. (2024). Pemilu Sistem Noken di Papua Pegunungan: Antara Kearifan Lokal dan Bara Konflik Sosial Masyarakat. BBC News. URL: https://www.bbc.com/indonesia/articles/clj9x03z7kro
Manurung, A. M., Puspita, D., Sari, D. S., Lubis, M. A., Yani, N. W., & Purba, T. M. R. (2024). Sistem Hukum Nasional Indonesia Ditinjau dari Pancasila dan UUD 1945. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 2(1), 112–121. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i1.827
Marit, E. L. (2016). Noken dan Perempuan Papua: Analisis Wacana Gender dan Ideologi. MELANESIA: Jurnal Ilmiah Kajian Sastra dan Bahasa, 1(1), 33–42. https://10.30862/jm.v1i1.736
Marit, E. L., & Warami, H. (2015). Noken Papua dalam Industri Kreatif Berbasis Bahasa: Perspektif Perekat Kebinekaan dan Kekuatan Kultural Bangsa Indonesia. Kongres Bahasa Indonesia, 1(1), 1–16. https://www.researchgate.net/publication/348168119_NOKEN_PAPUA_DALAM_INDUSTRI_KREATIF_BERBASIS_BAHASA_Perspektif_Perekat_Kebinekaan_dan_Kekuatan_Kultural_Bangsa_Indonesia
Mofu, M. O. (2021). Partisipasi Politik Masyarakat dakam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2021 di Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pengunungan. Institut Pemerintah Dalam Negeri.
Muhtadi, B. (2019). Politik Uang dan New Normal dalam Pemilu Paska-Orde Baru. Jurnal Antikorupsi Integritas, 5(1), 55–74. https://doi.org/10.32697/integritas.v5i1.413
Noviana, L., Daulay, D. A., Lailiani, & Yohanna, Y. (2019). Penerapan Sistem Noken di Papua dalam Demokrasi Indonesia (Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor. 07-33/PHPU-DPD/XVII/2019). 1–23.
Nugraha, I. Y. (2021). Legal Pluralism, Human Rights and the Right to Vote: The Case of the Noken System in Papua. Asia-Pacific Journal on Human Rights and the Law, 22(2), 255–286. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3974582
Pamungkas, C. (2017). Noken Electoral System in Papua Deliberative Democracy in Papuan Tradition. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 19(2), 219–236. https://doi.org/10.14203/jmb.v19i2.389
Pasaribu, K. (2016). Noken dan Konflik Pemilu (Laporan Awal Pilkada Serentak di Papua). PERLUDEM (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi).
Pattipi, R. (2021). Strategi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Generasi Millenial di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah. Institut Pemerintah Dalam Negeri.
Pekei, T. (2012). Cermin Noken Papua: Perspektif Kearifan Mata Budaya Papuani. Ecology Papua Institute.
Perkasa, V. (2016). Democracy and Legitimacy “from Below”: Contextualizing Papua’s Governance and Traditional Electoral System. Human Rights and Peace in Southeast Asia Series, 4(1), 73–92. https://doi.org/10.4324/9780203166277_chapter_4
Pratitaswari, A., & Wardani, S. B. E. (2020). Fenomena Broker Politik dalam Penyelenggara Pemilu: The Phenomenon of Political Brokers in Electoral Commission. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 19(2), 217–228. https://doi.org/10.35967/njip.v19i2.106
Rakia, A. S. R. S. (2021). Kewenangan Khusus Majelis Rakyat Papua terhadap Pembentukan Perdasus. Justisi: Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong, 7(1), 14–25. https://doi.org/10.33506/js.v7i1.1168
Sachs, S. E. (2013). The “Unwritten Constitution” and Unwritten Law. University of Illinois Law Review, 5(1), 1797–1845. https://scholarship.law.duke.edu/faculty_scholarship/3160
Samori, W. E. (2014). Pengaruh Pendidikan Politik DPD PDIP Provinsi Papua terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Menjelang Pemilu Legislatif 2014 di Kota Jayapura. Jurnal Politik Pemerintahan, 1(1), 1-7. https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JPP/article/view/85
Saputra, A. (2024). Revitalisasi Sistem Pemilu Noken sebagai Bentuk Kepastian Hukum Pengakuan Hak Masyarakat Adat Papua Berdasarkan Asas Pemilu Berkeadilan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Silalahi, R. A. Y., & Zainulla, P. S. (2024). Noken Voting System in the Yahukimo Regency Election, Papua: An Analyzes. Jurnal Mengkaji Indonesia, 3(1), 122–136. https://doi.org/10.59066/jmi.v3i1.648
Sodiki, A. (2009). Konstitusionalitas Pemilihan Umum Model Masyarakat Yahukimo. Jurnal Konstitusi, 6(2), 1–6. https://www.mkri.id/public/content/infoumum/ejurnal/pdf/ejurnal_Volume%206%20Nomor%202,%20Juli%202009.pdf
Putusan dalam Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya Tahun 2024, 1 (2025).
Suryawan, I. N. (2018). Pemekaran Daerah dan Terbentuknya Kelas Menengah (Baru) Papua. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo, 2(2), 189–202. https://doi.org/10.21580/jsw.2018.2.2.2961
Suryawan, I. N. (2022). Terbentuknya “Kelompok Mencari”: Dinamika Jaringan Perantara (Brokerage) dalam Pemekaran Daerah Papua Barat Daya. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 10(1), 67–81. https://doi.org/https://doi.org/10.26593/jihi.v0i00.5971.67-81
Syofyan, A. (2012). Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat Menurut Hukum Internasional. FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 1–19. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v6no2.326
Tendean, M. (2020). Politik Hukum Menegakkan Konstitusi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006. Jurnal Al-Himayah, 4(1), 36–48. http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ah/article/view/1369
The Habibie Center. (2014). Peta Kekerasan di Indonesia (Januari-April 2014) dan Kekerasan Pemilu Legislatif 2014 (Issue 6).
Usfunan, J. Z., & Pondayar, Y. (2022). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Masyarakat Adat dalam Pemilihan Legislatif di Papua. Jurnal APHTN-HAN: Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara, 18(1), 277–289. https://doi.org/10.55292/japhtnhan.V1i2.53
Wanimbo, A. S. (2022). Sejarah Kepemimpinan Pemuda Baptis Papua. Widina Media Utama.
Wantik, M. (2022). Kajian Sistem Pilkada Melalui Noken di Kampung Abutpuk Kabupaten Jayawijaya Wamena Papua. Universitas Kristen Satya Wacana.
Wospakrik, D., & Thesiar, E. H. (2024). Perlindungan Noken Papua sebagai Warisan Budaya tak Benda. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora, dan Politik, 5(2), 1616–1631. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i2
Yahuli, R., & Sitabuana, T. H. (2024). Model Pemungutan Suara pada Pemilihan Umum 2024 di Provinsi Papua Pegunungan. UNES Law Review, 6(3), 8554–8561. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1737
Yahya, A., Dewi, D. A. S., & Noviasari, D. T. (2023). Politik Hukum Sistem Noken Pemilihan Kepala Daerah di Papua dalam Konsep Negara Hukum Pancasila. Borobudur Law and Society Journal, 2(2), 81–93. https://journal.unimma.ac.id/index.php/blastal/article/view/9468%0Ahttps://journal.unimma.ac.id/index.php/blastal/article/download/9468/4513
Young, I. M. (2002). Inclusion and Democracy. Oxford University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ardi Tri Yuwono, Andi Sebastian, Tung Ming De

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







