ANALISIS POLA TERBENTUKNYA DINASTI POLITK DESA NYOGAN KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.22437/jisipunja.v8i2.37557Kata Kunci:
Politik, Disati, Kekuasaan, loyalitas, keluargaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola terbentuknya dinasti politik Kepala Desa Nyogan di
Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Serta penyebab dinasti politik masih dikuasai oleh satu
keluarga, yaitu keluarga Harun Muhammad Dun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode
kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis
dilakukan dengan menggunakan teori Klientalisme Politik. Klientalisme dapat dipahami sebagai relasi
kuasa antara aktor politik yang memberikan sesuatu (patron) dengan pihak yang menerima (klien). Hasil
penelitian ini menemukan bahwa, pola terbentuknya dinasti politik Desa Nyogan karena adanya relasi
antara Kepala Desa dengan Perseroan Terbatas (PT) dan tokoh masyarakat. Jaringan sosial yang luas serta
loyalitas dari berbagai pihak menyebabkan dinasti politik di Desa Nyogan masih kokoh. Ketergantungan
masyarakat terhadap Kepala Desa, mengindikasikan kuatnya jaringan klientalisme yang berlangsung dari
satu periode ke periode berikutnya. Hubungan patron-klien yang disebabkan oleh rasa balas jasa atas
pelayanan-pelayanan yang dilakukan Kepala Desa, membuat masyarakat sulit untuk berpaling memilih
pihak yang lain.
Unduhan
Referensi
A, Hicken. (2011). Clientelism, Annual Review of Political Science.
Agustinus, Leo. (2014). “Politik Lokal dan Otonomi Daerah”. Bandung: Alfabeta.
Aspinall, E., & Berenschot, W. (2019). Democracy for sale: Pemilihan umum, klientelisme, dan negara di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Baskara, A. (2020). “Dinasti Politik Keluarga Jokowi”, hlm: 18
Moleong, L.J. (2014) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muno, W. (2010), “Conceptualizing and measuring clientelism. In paper to bepresented at the workshop on Neopatrimonialisme in Various World Regions, GIGA German Institute of Global and Area Studies.”
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Inteperentif dan Konstruktif. Bandung ALFABETA.
Aspinall, E., & Sukmajati, M., (2014), “Politik Uang di Indonesia: Patronase dan Klientalisme Pada Pemilu Legislatif”.
Aspinall, E., (2014), When Brokers Betray: Clientelism, Social Networks and Electoral Politics in Indonesia. Critical Asian Studies, (4), 545-570.
Muno, W., (2010), “Conceptualizing and measuring clientelism. In paper to bepresented at the workshop on Neopatrimonialisme in Various World Regions, GIGA German Institute of Global and Area Studies.” (Hamburg).
Pratama, R.A., (2017). Patronase dan Klientalisme pada PILKADA serentak kota Kendari tahun 2017. Jurnal Wacana Politik, 2(1), 33-45.
Rijali, A., (2018). “Analisis Data Kualitatif,” Jurnal Ilmu Dakwah, Vol 17 No. 33.
Siregar, M. T., dkk. (2021). Politik Dinasti Dalam Kepemimpinan Desa Mangaledang Lama Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. PERSPEKTIF, 10(2), 678-691.
Susanti, M. H., (2017). Dinasti Politik dalam Pilkada di Indonesia. Journal of Government and Civil Society, 1(2), 112.
Asiana, D. (2020). “Dinasti Politik Pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Tanggerang Selatan Tahun 2020”, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nasional.
Mawardi, F.I. (2021), “Analisis Pola Terbentuknya Dinasti Politik Kepala Daerah Di Kabupaten Bogor”, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Nugroho, J. “Panjang Akhirat Politik Megawati Sukarnoputri”. https://thediplomat.com/2023/02/the-long-political-afterlife-of-megawati-sukarnoputri/ diakses pada tanggal 18 Agustus 2023.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Fitriani Susanti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







