Pendekatan Mahzab Frankfurt dalam Memahami Kebangkitan Nasionalisme-Etnosentrisme di Eropa
DOI:
https://doi.org/10.22437/jisipunja.v8i2.38666Kata Kunci:
Dialektika, Mahzab Frankfurt, Nasionalisme - Etnosentrisme, Sayap Kanan, Sosial DemokrasiAbstrak
Kegagalan partai sosial-demokrasi dalam mengatasi masalah ekonomi, imigrasi, dan ketidakpuasan sosial telah berkontribusi pada munculnya ideologi kanan di Eropa, yang menguntungkan kelompok-kelompok seperti Partai Demokrat Swedia, PVV di Belanda, dan AfD di Jerman. Partai-partai ini mengusung kebijakan anti-imigran, anti-Islam, dan skeptisisme terhadap Uni Eropa, sambil memperkuat narasi nasionalisme-ethnosentrisme. Kecenderungan ini muncul sebagai respons terhadap ancaman terhadap identitas nasional yang ditimbulkan oleh kebijakan imigrasi. Pendekatan dialektis Mahzab Frankfurt cocok untuk mempelajari bagaimana struktur sosial, politik, dan ekonomi berinteraksi dalam membentuk kecenderungan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana ketidakpuasan terhadap kebijakan sosial-demokrasi dan krisis ekonomi berkontribusi pada kebangkitan nasionalisme - ethnosentrisme, dengan menggunakan metode dialektis untuk memahami hubungan antara ketidakstabilan sosial dan munculnya nasionalisme - ethnosentrisme.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Muhammad Vicky Afris Suryono

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







