Pendampingan Pengelolaan Objek Wisata Alam Sungai Batu Putih Melalui Konsep Community Based Tourism Di Desa Pasar Singkut, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun
DOI:
https://doi.org/10.22437/jphk.v2i1.43813Keywords:
Pendampingan, pengelolaan, wisata alamAbstract
Objek wisata alam Sungai Batu Putih yang berada di Dusun V, Desa Pasar Singkut, Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun merupakan objek wisata rintisan masyarakat yang berpotensi untuk dikembangkan melalui konsep pengelolaan berbasis masyarakat karena masyarakatnya terutama kelompok pengelola memiliki minat dan etos kerja yang tinggi dalam mengelola wisata. Ikon utama objek wisata alam ini adalah wisata air atau pemandian Sungai Batu Putih Patok 41, dimana tempat ini memiliki bebatuan putih dan air yang bersih disertai alam yang masih natural dan asri. Disamping itu kawasan ini masih terjaga dari aktifitas perusakan alam seperti tambang liar dan pembalakan hutan liar. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra (kelompok pengelola wisata) adalah selama ini pengelolaan objek tersebut kurang terorganisasi karena minimnya pengetahuan dan kecakapan teknis pengelolaan wisata, disamping itu pengelolaannya dilakukan secara sukarela oleh masyarakat yang peduli atau berminat terhadap objek wisata. Kemudian, area ini belum dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Selama ini masyarakat lebih mengandalkan sumber penghasilan dari hasil pertanian dan hasil perkebunan karena belum mengetahui bagaimana memanfaatkan alam sebagai objek wisata yang mampu menopang perekonomian mereka selain dari hasil perkebunan dan pertanian. Kegiatan pengabdian ini akan mendampingi kelompok Wisata Sungai Batu Putih dengan menggunakan konsep community-based tourism (CBT) dalam mengelola objek wisata guna menjaga keberlanjutan pengelolaan objek wisata sehingga memberikan kontribusi terhadap penghasilan masyarakat yang terlibat atau bersinggungan dalam pengelolaan wisata. Konsep ini penting untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal, pembentukan kelembagaan wisata, pengelolaan daya tarik wisata secara partisipatif, promosi secara masif dan terciptanya kegiatan usaha masyarakat. Kegiatan pendampingan pengelolaan daya tarik wisata ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terdiri dari kelompok pengelola wisata dan pemerintah desa yang memiliki peran masing- masing untuk menciptakan pengelolaan daya tarik wisata yang efektif. Kegiatan pendampingan akan dilakukan dengan pembekalan mengenai pengelolaan wisata berbasis masyarakat, pelatihan pengelolaan wisata, dan pendampingan pengelolaan secara praktis.
Downloads
References
Artikel/Buku/Laporan
Ardhiyani, Raysa Puteri, and Herry Mulyono. “Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web Sebagai Media Promosi Pada Kabupaten Tebo.” Jurnal Manajemen Sistem Informasi 3, no. 1 (2018): 953–72.
Ansell, C. and Gash, A. (2007) ‘Collaborative Governance in Theory and Practice’, JPART (Journal of Public Administration Research and Theory), 18, pp. 543–571. doi: 10.1093/jopart/mum032.
Brahmanto, E., Hermawan, H., & Hamzah, F. (2017). Strategi Pengembangan Kampung Batu Malakasari Sebagai Daya Tarik Wisatawan Minat Khusus. Jurnal Media Wisata
Dewi, M.H.U.,Fandeli, C., & Baiquni, M. (2013) Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Karwistara
F.Weber, Janianto Damanik dan Helmut. “Strategi Pengembangan Fasilitas Guna Meningkatkan Daya Tarik Minat Wisatawan Di Darajat Pass (Waterpark) Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut.” Universitas Pendidikan Indonesia, no. 10 (2019): 9–30.
Fildzah A’inun N, Hetty Krisnani, Rudi Saprudin Darwis. PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM. 2015.
Purnomo. (2011). Pengaruh Faktor Individual Wisatawan dan Kinerja Bauran Pemasaran Terhadap Nilai Jasa Pariwisata Alam. Jurnal JMHT XVII (1): 10-16.
Raysa Puteri Ardhiyani, Herry Mulyono. (2018). Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web Sebagai Media Promosi Pada Kabupaten Tebo, Program Pascasarjana Magister Sistem Informasi. STIKOM Dinamika Bangsa Jambi Jurnal Manajemen Sistem Informasi Vol. 3, No. 1.
Zakaria, F. and Suprihardjo, R. D. (2014) ‘Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan’, Jurnal Teknik Pomits, 3(2), pp. 245–249.
Wibowo Almais, Agung Teguh, Abd. Rouf, A’la Syauqi, Mochamad Imamudin, Dyah Febriantina Istiqomah, Akbar Roihan, and Shinta Rizki Firdina Sugiono. “Media Promosi Desa Wisata Menggunakan Desa.Id Desa Gampingan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang.” J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat 6, no. 2 (2021): 219–25. https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v6i2.2692.
Peraturan Hukum
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan.
UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa
Internet
Rekapitulasi Data KK dan Jiwa SDGS Desa Pasar Singkut.2020
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wahyu Rohayati, Riri Maria Fatriani, M. Yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
All writings published in this journal are the personal views of the authors and do not represent the views of this journal and the author's affiliated institutions. Author(s) retain copyrights, and this work is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License) (CC.BY.4.0).

