ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PASIEN DI RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG

Authors

  • Deisye Wewengkang Universitas Sangga Buana
  • Abdul Gani Sidqi Universitas Sangga Buana
  • Rulia Rulia Universitas Sangga Buana
  • Ayu Laili Rahmiyati Universitas Sangga Buana
  • Vip Paramarta Universitas Sangga Buana

DOI:

https://doi.org/10.22437/jmk.v14i03.48418

Abstract

Rumah sakit merupakan institusi padat karya, modal, teknologi, dan regulasi yang tidak terlepas dari berbagai risiko, termasuk risiko kematian pasien. Data di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong menunjukkan bahwa angka kematian pasien yang diukur melalui indikator Net Death Rate (NDR) dan Gross Death Rate (GDR) masih berada di atas standar nasional. Mortalitas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi pasien, kesalahan medis, keterbatasan fasilitas, keamanan dan higienitas rumah sakit, faktor psikososial, serta keadaan darurat dan bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko terintegrasi dan faktor-faktor yang memengaruhi mortalitas pasien di RSUD Sele Be Solu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan teknik non-probability total sampling sebanyak 79 responden. Analisis data dilakukan dengan uji regresi berganda melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap mortalitas pasien (F = 2,589; p = 0,025) dengan kemampuan penjelasan sebesar 10,9%. Secara parsial, kondisi pasien dan penyakit (p = 0,009), keamanan dan higienitas rumah sakit (p = 0,004), serta keadaan darurat dan bencana (p = 0,043) berpengaruh signifikan, sedangkan kesalahan medis, keterbatasan fasilitas, dan faktor psikososial tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, efisiensi teknis rumah sakit bervariasi, dengan pemborosan pada biaya obat dan gaji pegawai di Triwulan I–II. Analisis risiko terintegrasi mengidentifikasi 17 risiko, termasuk 7 risiko ekstrem terutama aspek klinis, yang memerlukan mitigasi prioritas untuk menekan mortalitas pasien.

 

Kata kunci: Manajemen Risiko Terintegrasi, Efisiensi Teknis, Mortalitas pasien.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afni, W. N. (2024). Fungsi Peran Interprofesional Education (IPE) di Rumah Sakit Wilda Nur Afni. University of North Sumatra, December, 0–8.

Agustini, Grashinta, A., Putra, S., Sukarman, Guampe, A., Akbar, S., Lubis, A., & Maryati, I. (2020). Metode penelitian kualitatif (Teori & panduan praktis analisis data kualitatif) (Issue May 2024).

Allegranzi, B., & Pittet, D. (2009). Role of hand hygiene in healthcare-associated infection prevention. Journal of Hospital Infection, 73(4), 305–315. https://doi.org/10.1016/j.jhin.2009.04.019

Allegranzi, B., Nejad, S. B., Combescure, C., Graafmans, W., Attar, H., Donaldson, L., & Pittet, D. (2011). Burden of endemic health-care-associated infection in developing countries: Systematic review and meta-analysis. The Lancet, 377(9761), 228–241. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(10)61458-4

American Psychiatric Association. (2022). DIAGNOSTIC AND STATISTICAL MANUAL OF MENTAL DISORDERS. American Psychiatric Association.

Creswell, J. W., & Clark, V. L. P. (2018). Designing and Conducting Mixed Methods Research (3rd ed.). SAGE Publications.

Coelli, T. J., Rao, D. S. P., O’Donnell, C. J., & Battese, G. E. (2005). AN INTRODUCTION TO EFFICIENCY AN INTRODUCTION TO EFFICIENCY Spri mger. 349.

Imansyah, N., Sya’adah, D., Yulikarmen, Siswanto, L., Gahayu, S. A., Fitriasari, N., Evanita, L., & Harianja, F. (2023). Pedoman Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Lainnya Bidang Kesehatan. Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan, 1–24.

ISO 31000. (2018). International Standard ISO 31000: Risk management - Principles and guidelines. Iso 31000, 1, 36.

Kemenkes RI. (2008). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2022a). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit. Keputusan Menteri Kesehatan, 19(8), 1–342.

Kementrian Kesehatan RI. (2017). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG KESELAMATAN PASIEN.

Makary, M. A., & Daniel, M. (2016). Medical error-the third leading cause of death in the US. BMJ (Online), 353(May), 1–5. https://doi.org/10.1136/bmj.i2139

Martin-Delgado, J., Martínez-García, A., Aranaz, J. M., Valencia-Martín, J. L., & Mira, J. J. (2020). How Much of Root Cause Analysis Translates into Improved Patient Safety: A Systematic Review. 524–531. https://doi.org/10.1159/000508677

Pemerintah Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. 187315, 1–300.

Sugiyono. (2019). METODE PENELITIAN KUANTITATIF KUALITATIF DAN R&D. BANDUNG: ALFABETA.

World Health Organization. (2016b). Integrating mental health into primary care. Israel Medical Association Journal, 18(2), 124–125. https://doi.org/10.1016/s0270-6644(09)70342-x

World Health Organization. (2021). GLOBAL PATIENT SAFETY ACTION PLAN 2021–2030 Towards eliminating avoidable harm in health care.

Downloads

Published

2025-09-19

How to Cite

Wewengkang, D., Sidqi, A. G., Rulia, R., Rahmiyati, A. L., & Paramarta, V. (2025). ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PASIEN DI RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG. Jurnal Manajemen Terapan Dan Keuangan, 14(03), 1412–1423. https://doi.org/10.22437/jmk.v14i03.48418