Analisis pengaruh ketimpangan gender terhadap kemiskinan di Provinsi Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.22437/jpe.v20i4.49421Kata Kunci:
poverty, gender inequality, labor force participationAbstrak
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan multidimensional yang masih menjadi isu utama pembangunan di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketimpangan gender terhadap kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Gorontalo pada periode 2019–2023. Kemiskinan sebagai variabel terikat diukur melalui jumlah penduduk miskin di Kab/Kota Provinsi Gorontalo, sedangkan ketiga indikator ketimpangan gender sebagai variabel bebas yaitu rasio tenaga kesehatan perempuan terhadap laki-laki, rasio rata-rata lama sekolah (RLS) perempuan terhadap laki-laki, dan rasio tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan terhadap laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel, menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Analisis data dilakukan menggunakan model pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, tenaga kesehatan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan, rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan, dan tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Gorontalo. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kesetaraan gender, khususnya melalui partisipasi angkatan kerja, dapat berkontribusi pada pengurangan tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo.
Kata Kunci : Kemiskinan, Ketimpangan Gender
Unduhan
Referensi
Abdul Irawati, Risnawati, Olilingo, F. Z., & Payu, B. R. (2023). Determinan kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan, 1(2), 20–36.
Cholily, V. H. (2024). Analisis kebijakan program pendidikan dan kesehatan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan, 3(5).
Direja, S., & Paramitasari, N. (2022). Pengaruh ketidaksetaraan gender pada pendidikan terhadap kemiskinan di Provinsi Banten. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 27(1), 58–70.
Islami, N., & Anis, A. (2019). Pengaruh upah minimum provinsi, pendidikan, dan kesehatan terhadap kemiskinan di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 1(3), 939–948.
Jasmine, K. (2019). Analisis ketimpangan gender terhadap pertumbuhan ekonomi. Jurnal Ekonomi Pembangunan, (2), 16–50.
Langoday, T. O., & Man, S. (2024). The role of population growth, education level, and labor force participation rate on poverty level in Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 12(2).
Matondang, K. A., Nasution, N. F., Hasibuan, Z. H., & Siagian, A. P. (2024). Analisis pengaruh tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) dan indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. MANTAP: Journal of Management Accounting, Tax and Production, 2(2), 460–468.
Maulani, T. A. (2019). Pengaruh kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran per kapita terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Pembangunan dan Pemerataan, 8.
Arham, M. A., Akib, F. H. Y., & Fitriani, S. (2023). Analisis faktor sosial ekonomi terhadap kemiskinan. Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan (JSEP), 1(1), 1–9.
Soraya, K. P. (2023). Analisis pengaruh angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2018–2021 (Skripsi). Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Saleh, S. E., Igirisa, A., & Bumulo, F. (2023). Analisis faktor pembangunan terhadap kemiskinan daerah. Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan (JSEP), 1(1), 1–9.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anandia Biludi, Irawati Abdul, Sri Endang Saleh

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






