Visualisasi Topeng Barongan di Blora, Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.22437/titian.v9i1.43750Kata Kunci:
Barongan, Blora, Brabowan, Home Industri, TopengAbstrak
One of the traditional crafts of the Indonesian people is masks, mask crafts almost every region or tribe has a tradition of making masks, especially masks made of wood, this is because Indonesia has many very fertile wood forests. The problem is what is the philosophical meaning of the Barongan mask in Blora. The research method uses qualitative descriptive. The results are that many craftsmen make their work made of wood, namely the village of Brabowan Blora, Central Java Province, one of the villages in Blora, the community lives from the craft of making barongan masks that utilize teak wood waste. The findings of this study are that the art of barongan masks is thriving in Blora so that it indirectly develops other infrastructure, one of which is the home industry for making barongan masks, with the existence of a home industry indirectly barongan masks continue to be produced in the village of Brabowan barongan masks live and can support other Blora people
Abstrak
Salah satu kerajinan tradisi masyarakat nusantara adalah topeng, kerajinan topeng hampir tiap daerah atau suku mempunyai tradisi pembuatan topeng terutama topeng yang terbuat dari bahan kayu ini disebabkan karena Indonesia banyak tumbuh hutan kayu yang sangat subur. Permasalahannya apa makna filosofis dari topeng Barongan di Blora. Metode penelitian, menggunakan deskriptif kualitatif. Hasilnya banyak pengrajin membuat karyanya terbuat dari kayu adalah desa Brabowan Blora Provinsi Jawa Tengah salah satu desa di Blora masyarakatnya hidup dari kerajinan membuat topeng barongan yang memanfaatkan limbah kayu jati. Temuan penelitian ini kesenian topeng barongan tumbuh subur di Blora sehingga secara tidak langsung menumbuh kembangkan infrastruktur lainnya salah satunya adalah home industri pembuatan topeng barongan, dengan adanya home industri secara tidak langsung topeng barongan terus di produksi di desa Brabowan topeng barongan hidup dan bisa menghidupi masyarakat Blora lainnya.
Unduhan
Referensi
Antika, T. L. (2024). Filosofi tari barong dan relevansinya terhadap kemampuan berbahasa siswa. Penelitian Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 9(2), 102–110. https://doi.org/https://doi.org/10.32696/jp2bs.v9i2.3786
Bagus, F., Pambudi, S., Studi, P., & Komunikasi, D. (2018). Kesenian Topeng Barongan Dalam Ritual Murwakala Di Kabupaten Blora. Suluh, 1(2), 189–202. https://www.google.co.id/books/edition/Berita_pustaka/e97fAAAAMAAJ?hl=en&gbpv=0%0Ahttps://ejournal.unisnu.ac.id/JSULUH/article/view/904/1115
Bahar, M. (2017). Melayu Sebagai Kawasan Budaya Nusantara Kontinuitas. Jurnal Titian, 1(2), 224–253. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/titian.v1i2.4230
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. In H. Salmon, C. Neve, & M. O’Heffernan (Eds.), Research Defign: Qualitative, Quantitative, and Mixed M ethods Approaches (Fifth Edit). SAGE Publication.
Dektisa, A., Sutanto, R., & Eklessia, M. (2022). Implementasi Seni Mural Kreatif Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Bagi Jemaat GKJW Sukun Malang. Journal of Service Learning, 8(2), 186–195. https://doi.org/10.9744/share.8.2.186-195
Elnissi, S., Rahim, M. A., & Suryana, W. (2022). Memotion of Fragrance. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(1), 325. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i1.492
Firliyana, N., Afria, R., & Fardinal. (2023). Nilai-Nilai Kultural dalam Pakaian Adat Perempuan Pada Masyarakat Melayu di Kawasan Seberang Kota Jambi Kajian Etnolinguistik. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 7(2), 425–434. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/titian.v7i2.29977
Harmaen, D. (2020). Keberagaman dan Kearifan Lokal Dalam Komunikasi Budaya Jawa Barat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 1–23. https://journal.unpas.ac.id/index.php/linimasa/article/view/17682
Hasanah, U. (2019). Arak-Arakan Simbol Warak Ngendog Sebagai Media Dakwah. Al-I’lam: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 3(1), 55. https://doi.org/10.31764/jail.v3i1.1367
Jihannita, J., Fadly, W., Ekapti, R. F., Luthfiana, D., & Widowati, A. (2024). The Development of Science Module Integrated with Ethnoscience of Singo Barong Mask to Improve Scientific Literacy and Cultural Preservation Attitudes. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 5(2), 356–363. https://doi.org/10.46843/jiecr.v5i2.790
Kartika, S. D. (2018). Karya Seni Sanggit: Perjumpaan Tradisi Modern Dalam Paradigma Kekaryaan Seni Rupa. Jurnal Budaya Nusantara, 2(1), 216–228. https://doi.org/10.36456/b.nusantara.vol2.no1.a1715
Kathryn Roulston. (2008). The SAGE Encyclopedia of Research Methods Vol 1 & 2. In L. M. Given (Ed.), The SAGE Encyclopedia of Qualitative Research methods. SAGE Publication. https://repository.bbg.ac.id/bitstream/515/1/The_Sage_Encyclopedia_of_Qualitative_Research_Methods.pdf
Klinsando, A. H., Ponimin, P., & Anggriani, S. D. (2023). Bentuk dan Teknik Penggarapan Topeng Barongan Kucingan di Tulungagung. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(2), 236–255. https://doi.org/10.17977/um064v3i22023p236-255
Kuncoroputri, S. A., Pandanwangi, A., & Suryana, W. (2023). Ekspresi Visual Human Emotion Dalam Karya Seni Lukis. Aksara, 9(3), 1511–1518. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.37905/aksara.9.3.1511-1518.2023
Mustaqin, K. (2014). Ornamen Liong Pada Atap Kelenteng Di Jawa Tengah Dan Diy: Studi Kasus Kelenteng Tay Kak Sie, Kelenteng Tien Kok Sie, Dan Kelenteng Tjen Liong Kiong. KIONG [Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta]. http://repository.isi-ska.ac.id/1046/1/Tesis Khairul Mustaqin.pdf
Nopianti, R. (2020). Topeng Kelana. Indonesiana Platform Kebudayaan-Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan -Direktorat Jenderal Kebudayaan. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/topeng-kelana/
Nurdien, M. F., & Wisnu. (2021). Perkembangan Kesenian Barongan Blora Gembong Amijoyo pada tahun 1964-1998. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, 10(2), 1–11. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/issue/view/2263
Rohidi, T. R., & Sabana, S. (2015). Seni grafis sebagai ekspresi budaya dan jejak teraannya dalam kancah seni rupa dan pendidikan seni di indonesia. Imajinasi, IX(2), 79–88. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/imajinasi/issue/view/702
Septian, V. L., Effendi, I. Z., & Pandanwangi, A. (2022). The Vibrant of Harmony. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(1), 187. https://doi.org/10.37905/aksara.8.1.187-194.2022
Setiawan, F., & Handayaningrum, W. (2020). Budaya Visual Dalam Tradisi Siklus Kehidupan Masyarakat Jawa Di Tulungagung. Ars: Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 23(1), 1–12. https://doi.org/10.24821/ars.v23i1.3560
Taylor, S. J., Bogdan, R., & DeVault, M. L. (2016). Qualitative Reseach Methods (4th Editio). John Wiley & Sons, Inc.
Yani, A. (2011). Pengaruh Islam Terhadap Makna Simbolik Budaya Keraton-Keraton Cirebon. Holistik, 12(01), 16. file:///C:/Users/ACER/Downloads/82-296-1-PB (2).pdf
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Wawan Suryana, Muhamad Ali Rahim (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






















