The Inheritance System and Functional Changes of Niti Naik Mahligai Dance in Siulak Mukai Tengah, Kerinci Community Jambi Regency

Penulis

  • I Dewa Ayu Sri Utari Universitas Jambi, Indonesia
  • Zaini Bin Abbas ZMW Music School, Malaysia
  • I Dewa Nyoman Supenida Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indoesia

DOI:

https://doi.org/10.22437/titian.v9i2.49663

Kata Kunci:

inheritance, system, functionl changes, dance

Abstrak

This study aims to explain the inheritance system and changes the function of dance Niti naik Mahligai community Siulak Middle Mukai Kerinci in Jambi. By using qualitative data, descriptive analytical method used is done with data collection techniques in which there are literature study, observation, interviews, and the data were analyzed. As to analyze the approach of science and art, as well as using multiple inheritance dance theory, change theory, and the theory of functions. The results of the study dance inheritance system Niti naik Mahligai a kinship system vertically as seen from the genetic mechanisms that they have a blood relationship. Besides, the system is legally customary inheritance is matrilineal system according to (maternal lineage). On the other hand changes the function of climbing Niti naik Mahligai dance influenced by modernization, technology, and is also influenced by internal and external factors.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem pewarisan dan perubahan fungsi tari Niti Naik Mahligai pada Masyarakat Siulak Mukai Tengah Kabupaten Kerinci Jambi. Dengan menggunakan data kualitatif, Metode yang digunakan deskriptif analitis yang dilakukan dengan teknik pengumpulan data yang didalamnya terdapat studi pustaka, observasi, wawancara, kemudian data yang diperoleh dianalisis. Adapun untuk menganalisis menggunakan pendekatan ilmu budaya, serta menggunakan beberapa teori pewarisan tari, teori perubahan, dan teori fungsi. Hasil penelitian sistem pewarisan tari Niti Naik Mahligai merupakan sistem kekeluargaan secara vertikal yang dilihat dari mekanisme genetik yang masih mempunyai hubungan darah. Selain itu sistem pewarisan secara hukum adat adalah menurut sistem matrilineal (garis keturunan pihak ibu). Disisi lain Perubahan fungsi tari Niti Naik Mahligai dipengaruhi oleh modernisasi, teknologi, dan juga dipengaruhi faktor internal serta eksternal.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adhiputra, A. N. G. (2013). Cross-cultural counseling [Konseling lintas budaya]. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Bela, B. (2022). Perubahan secara Tekstual Asyiek Niti Naik Mahligai menjadi Tari Niti Naik Mahligai Masyarakat Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi 1995-2020. DESKOVI: Art and Design Journal, 5(1), 36–38. https://doi.org/10.51804/deskovi.v5i1.1769

Bela, Hartati. M., & Mahdi Bahar. (2022). Continuity and change of the Niti Naik Mahligai dance in the Siulak Mukai community, Kerinci Regency, Jambi Province. Jurnal Prabung Seni, 1(2). https://online-journal.unja.ac.id/jmpps/article/view/23620

Boskoff, A., as cited in Tjetjep Rohendi Rohidi. (2002). Changes and growth of technology [Perubahan dan pertumbuhan teknologi]. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Daryustri. (2010).”Local genius circle & thoughts on art and culture”. Yogyakarta: Multi Grafindo.

Debi, Pardian. (2019).”The magical aspects in Niti Naik Mahligai dance in Mukai Tengah Village, Siulak Mukai District, Kerinci Regency, Jambi Province”. e-Skripsi, Universitas Andalas.

Hermien Kusmayati, A.M. (2000). Parade of performing arts in traditional ceremonies in Madura. Yogyakarta: Tarawang Press.

Jazuli,M. (2008). Pendidikan seni budaya, Cultural arts education Dance learning supplement. Semarang: UNNES Press.

Kuntowijoyo. (2008). Explanation of history. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Laksono, M. A., & Asril, A. (2022). Asyiek Niti Mahligai dance in metal relief works]. Jurnal Gorga.

Mukhlis., Yetti, H., Despita, W, F., Yetri, A., Wardiman, D. (2025) Resilience and Cultural Adaptation of the Kerinci Indigenous Community: Navigating Tradition in a Modernizing World. Indigenous Southeast Asian and Ethnic Studies, 1(1), 17-34. https://doi.org/10.32678/iseaes.v1i1.15

Mulgiyanto, S. (2003). Tradition and innovation, Some issues in Indonesian dance. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Pebrianti, E., Asriati, A. (2013). The existence of Asik Niti Naik Mahligai dance in Siulak Mukai Village, Siulak Subdistrict, Kerinci Regency. Jurnal Seni Tari, 21(2), 107–128.

Soedarsono, S., Djoko, et al. (1985). Gamelan, dramatari, and Javanese comedy. Yogyakarta: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Soedarsono, S., Djoko. (2001). Research methodology in performing and visual arts. Bandung: MSPI (Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia).

Sutrisno, M., Putranto, H. (2005). Theories of culture. Yogyakarta: Kanisius (Member of IKAPI).

Syafri Sairin. (1992). Some notes on Minangkabau cultural change. Padang: UNAND.

Yoety. (1985). Traditional cultures on the verge of extinction: A popular reading. Jakarta: Ministry of Education and Culture.

Zulfaidah, R. A., Khatimah, H., et al. (2024). Spiritual values and uniqueness in the Asek dance ritual of Kerinci. Jurnal Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.

Diterbitkan

2025-12-01

Cara Mengutip

Utari, I. D. A. S., Abbas, Z. B., & Supenida, I. D. N. (2025). The Inheritance System and Functional Changes of Niti Naik Mahligai Dance in Siulak Mukai Tengah, Kerinci Community Jambi Regency . Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 9(2), 408–421. https://doi.org/10.22437/titian.v9i2.49663

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.