OPTIMALISASI ZAT PENGATUR TUMBUH 2,4-D DAN BAP PADA PROLIFERASI KALUS KOPI LIBERIKA (COFFEA LIBERICA) SECARA IN VITRO.

Penulis

  • Rahmat Hidayat Program Studi Magister Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi
  • Lizawati Lizawati Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi
  • Rainiyati Rainiyati Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi
  • Zulkarnain Zulkarnain Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi
  • Eliyanti Eliyanti Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi
  • Elis Kartika Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/biospecies.v18i2.44922

Kata Kunci:

2,4-D; BAP; callus; liberica coffee; tissue culture

Abstrak

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta peran penting dalam perekonomian nasional. Di antara berbagai jenis kopi yang dibudidayakan di Indonesia, Coffea liberica memiliki potensi pengembangan yang besar, terutama di daerah seperti Provinsi Jambi. Namun, perbanyakan tanaman kopi liberika secara konvensional melalui biji atau stek masih menghadapi kendala, seperti rendahnya tingkat keberhasilan dan laju pertumbuhan yang lambat. Oleh karena itu, teknik kultur jaringan menjadi solusi alternatif untuk menghasilkan bibit kopi liberika secara massal, cepat, dan seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengaruh interaksi konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) auksin (2,4-D) dan sitokinin (BAP) terhadap pembentukan kalus kopi liberika secara in vitro. Eksperimen dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Universitas Jambi, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi 2,4-D yang terdiri atas dua taraf, yaitu 1 ppm (d1) dan 2 ppm (d2). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri atas lima taraf, yaitu 1 ppm (b1), 2 ppm (b2), 3 ppm (b3), 4 ppm (b4), dan 5 ppm (b5). Parameter yang diamati meliputi warna, Struktur, ukuran, dan berat kalori setelah 12 minggu kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara 2,4-D dan BAP berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Kalus dengan ukuran (2,66 cm) dan berat (2,90 g) tertinggi diperoleh pada kombinasi 1 ppm 2,4-D + 4 ppm BAP dan 2 ppm 2,4-D + 1 ppm BAP secara berurutan. Kalus berwarna putih kegelapan hingga hijau dan memiliki struktur remah atau kompak tergantung kombinasi ZPT. Kesimpulannya, kombinasi konsentrasi ZPT yang seimbang sangat menentukan keberhasilan proliferasi kalus kopi liberika, dan hasil penelitian ini memberikan dasar penting dalam pengembangan kultur jaringan kopi secara efisien

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-10

Cara Mengutip

Hidayat, R., Lizawati, L., Rainiyati, R., Zulkarnain, Z., Eliyanti , E., & Kartika, E. (2025). OPTIMALISASI ZAT PENGATUR TUMBUH 2,4-D DAN BAP PADA PROLIFERASI KALUS KOPI LIBERIKA (COFFEA LIBERICA) SECARA IN VITRO. Biospecies, 18(2), 28–35. https://doi.org/10.22437/biospecies.v18i2.44922

Terbitan

Bagian

Articles