Karakterisasi Morfologi dan Patogenisitas Colletotrichum sp. dan Lasiodiplodia sp. dari Daun Kelengkeng yang Terinfeksi Penyakit Anraknosa dan Bercak Daun di Merangin
DOI:
https://doi.org/10.22437/biospecies.v19i1.45879Kata Kunci:
Antraknosa; Bercak Hawar; Colletotrichum; Lasiodiplodia; LonganAbstrak
Longan merupakan tanaman buah penting secara ekonomi yang banyak dibudidayakan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Namun, produksi longan seringkali terhambat oleh penyakit daun, terutama antraknosa dan hawar, yang secara signifikan mengurangi hasil panen dan kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi patogen jamur yang terkait dengan gejala antraknosa dan hawar pada daun longan yang dikumpulkan dari Pulau Rengas, Merangin Barat. Sampel daun yang menunjukkan gejala diisolasi dari jamur, kemudian dikarakterisasi secara makroskopis dan mikroskopis. Uji patogenisitas dilakukan secara in vitro untuk mengkonfirmasi potensi penyebab penyakit dari isolat tersebut. Dua spesies jamur yang berbeda diidentifikasi: Colletotrichum sp., yang menunjukkan koloni berwarna abu-abu seperti kapas dengan hifa bersepta dan konidia silindris, dan Lasiodiplodia sp., yang dicirikan oleh koloni berbulu berwarna abu-abu gelap hingga hitam dan konidia elips hingga obovoid. Secara in vitro, inokulasi daun longan yang sehat dengan isolat ini menghasilkan perkembangan lesi karakteristik: bintik-bintik abu-abu kecoklatan untuk Colletotrichum sp. dan lesi nekrotik gelap untuk Lasiodiplodia sp., yang mengkonfirmasi patogenisitasnya. Temuan ini konsisten dengan laporan sebelumnya yang mengaitkan genus ini sebagai penyebab antraknosa dan hawar pada longan dan tanaman tropis lainnya. Studi ini merupakan laporan pertama tentang Lasiodiplodia sp. yang terkait dengan penyakit bercak hawar pada daun longan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Juanita Hibatullah, Mutia Safitri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
























