UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR HAIR TONIC EKSTRAK JAMUR KUPING HITAM (Auricularia polytricha) TERHADAP PERTUMBUHAN Malassezia furfur

Penulis

  • Nabila Dwi Evanjeli Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, Jambi
  • Retni Sulistiyoning Budiarti Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, Jambi
  • Dara Mutiara Aswan Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, Jambi
  • Harlis Harlis Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, Jambi
  • Raissa Mataniari Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, Jambi
  • Husmayani Muny Putri Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/biospecies.v19i1.46274

Kata Kunci:

Antijamur; Auricularia polytricha; Hair Tonic; Malassezia furfur

Abstrak

Indonesia memiliki kekayaan hayati berupa berbagai jenis jamur, salah satunya jamur kuping hitam (Auricularia polytricha) yang diketahui mengandung senyawa kimia dengan potensi menghambat pertumbuhan jamur patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hair tonic ekstrak jamur kuping hitam terhadap pertumbuhan Malassezia furfur dan konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan M. furfur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yakni: P0: hair tonic merk X, P1: hair tonic tanpa ekstrak, P2: hair tonic ekstrak jamur kuping hitam dengan konsentrasi 10%, P3: 30%,  P4: 50%, dan P5: 70% dengan 4 kali pengulangan. Parameter yang diamati yaitu diameter zona hambat yang menunjukkan aktivitas antijamur dengan konsentrasi terbaik, serta uji evaluasi hair tonic (uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, dan uji iritasi). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DNMRT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan hair tonic ekstrak jamur kuping hitam berpengaruh terhadap pertumbuhan M. furfur. Hasil uji DNMRT menunjukkan P0 berbeda signifikan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan P1 juga berbeda signifikan dengan perlakuan lainnya. Hair tonic ekstrak 10% (P2), 30% (P3), 50% (P4) tidak berbeda signifikan. Hair tonic dengan konsentrasi tertinggi 70% (P5) berbeda signifikan dengan perlakuan lainnya dan memiliki kategori antijamur sangat kuat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat aktivitas antijamur hair tonic ekstrak jamur kuping hitam terhadap pertumbuhan M. furfur dan konsentrasi terbaik hair tonic antijamur yaitu konsentrasi 70%.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-05

Cara Mengutip

Evanjeli, N. D., Budiarti, R. S., Aswan, D. M., Harlis, H., Mataniari, R., & Putri, H. M. (2026). UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR HAIR TONIC EKSTRAK JAMUR KUPING HITAM (Auricularia polytricha) TERHADAP PERTUMBUHAN Malassezia furfur. Biospecies, 19(1), 58–66. https://doi.org/10.22437/biospecies.v19i1.46274

Terbitan

Bagian

Articles