KORELASI KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN KADAR SULFUR DIOKSIDA (SO2) DAN KLOROFIL THALLUS LICHEN SEBAGAI BIOINDIKATOR PADA TEGAKAN POHON ANGSANA (Pterocarpus Indicus Willd.) DI KAWASAN INDUSTRI MEDAN II
DOI:
https://doi.org/10.22437/biospecies.v18i2.46547Kata Kunci:
Correlation; Lichen Chlorophyll; Sulfur Dioxide; Traffic DensityAbstrak
Pencemaran udara menjadi masalah lingkungan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Kepadatan lalu lintas akan berdampak langsung pada meningkatnya berbagai jenis gas emisi buang, salah satunya adalah sulfur dioksida (SO2). Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran udara lebih jauh adalah melakukan pemantauan kualitas udara dengan biomonitoring pemanfaatan lichen sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis spesies lichen yang dijadikan sebagai bioindikator pada tegakan pohon Angsana (Pterocarpus indicus Willd.), untuk menganalisis korelasi kepadatan lalu lintas dengan kadar sulfur dioksida (SO2) pada thallus lichen, untuk menganalisis korelasi kepadatan lalu lintas dengan kadar klorofil pada thallus lichen, dan untuk menganalisis korelasi kadar sulfur dioksida (SO2) dengan kadar klorofil pada thallus lichen di Kawasan Industri Medan II. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode jelajah (road sampling method) pada tegakan pohon Angsana di lokasi penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa diperoleh Lichen Lepraria incana dan Drinaria picta sebagai bioindikator di kedua lokasi penelitian. Korelasi kepadatan lalu lintas dengan kadar sulfur dioksida pada thallus lichen menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat antara kepadatan lalu lintas dan kadar SO₂ dengan nilai Pearson correlation sebesar 0,985 dan nilai signifikansi (p-value) 0,015. Karena p-value < 0,05, maka hubungan ini signifikan secara statistik. Korelasi kepadatan lalu lintas dengan kadar klorofil pada thallus lichen menunjukkan adanya korelasi negatif kuat dan juga signifikan secara statistik (p-value < 0,05) dengan nilai Pearson Correlation sebesar -0,958 dengan nilai signifikansi 0,042. Korelasi kadar sulfur dioksida (SO2) dengan kadar klorofil pada thallus lichen menunjukkan adanya korelasi negatif kuat, namun tidak signifikan secara statistik karena p-value > 0,05 dengan nilai Pearson Correlation sebesar -0,943 dengan p-value 0,057.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
























