APLIKASI MEDAN MAGNET PADA BENIH PADI TUA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 32 HDB

Penulis

  • Ibnu Nur Fauzi Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung
  • Dwijowati Asih Saputri Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung
  • Ika Listiana Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung

DOI:

https://doi.org/10.22437/biospecies.v19i1.49512

Kata Kunci:

Amorphophallus; Biodiversitas; Konservasi; Spesies Endemik; Taman Hutan Hujan

Abstrak

Beras merupakan komoditas pertanian terpenting di Indonesia. Sebagai makanan pokok beras mengandung karbohidrat, protein, dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh manusia. Tingkat konsumsi beras di Indonesia tergolong tinggi sehingga harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Salah satu cara meningkatkan hasil panen adalah penggunaan benih yang berkualitas. Benih padi yang beredar di pasaran seringkali sudah melewati masa batas edar (tua), menyebabkan penurunan viabilitas benih sehingga berakibat pada pertumbuhan tanaman. Perlu dilakukan upaya perbaikan pada benih yang telah melewati masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek paparan medan magnet dengan intensitas 0,2 mT pada benih padi tua varietas Inpari 32 HDB terhadap pertumbuhan vegetatifnya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Botani Universitas Lampung dan Desa Lumbirejo, Kabupaten Pesawaran, dari Juli hingga September 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan paparan medan magnet, yaitu 3 menit 54 detik, 7 menit 48 detik, 11 menit 42 detik, serta kontrol tanpa paparan. Pengamatan berlangsung selama 8 MST (minggu setelah tanam) atau 56 hari setelah penanaman dan diamati setiap dua minggu sekali. Parameter yang diamati meliputi luas daun, jumlah daun, tinggi rumpun padi, jumlah anakan per rumpun, serta berat basah dan berat kering tajuk dan akar. Hasil penelitian menunjukkan paparan medan magnet 0,2 mT hanya menimbulkan pengaruh pada fase awal pertumbuhan (2 MST) pada beberapa parameter seperti jumlah daun, tinggi tanaman, dan jumlah anakan. Namun, pengaruh tersebut tidak berlanjut pada fase vegetatif berikutnya. Parameter lain seperti luas daun serta biomassa tidak menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan. Dengan demikian, medan magnet pada intensitas ini tidak memberikan pengaruh yang stabil terhadap pertumbuhan vegetatif padi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-05

Cara Mengutip

Fauzi, I. N., Saputri, D. A., & Listiana, I. (2026). APLIKASI MEDAN MAGNET PADA BENIH PADI TUA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 32 HDB. Biospecies, 19(1), 67–75. https://doi.org/10.22437/biospecies.v19i1.49512

Terbitan

Bagian

Articles