Kualitas Fisik Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach) Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera)

Physical Quality of Elephant Grass (Pennisetum purpureum Schumach) Silage with the Addition of Moringa Leaf (Moringa oleifera)

Penulis

  • Rahmi Dianita Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi-Indonesia
  • Ayu Susilawati Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi-Indonesia
  • A. Rahman Sy Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi-Indonesia
  • Ahmad Yani Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi-Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22437/jiiip.v28i2.34321

Kata Kunci:

Karakteristik fisik, Moringa oleifera, Pennisetum purpureum Schumach, Silase

Abstrak

Latar Belakang: Pengawetan hijauan berkualitas rendah menjadi silase dengan penambahan hijauan berkualitas tinggi dari kelompok legum dan atau hijauan rambah lainnya seperti daun kelor (Moringa oleifera) dapat dilakukan untuk menghasilkan pakan berkualitas secara fisik dan kimia dan sekaligus menjaga ketersediaan hijauan secara berkesinambungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik silase rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan penambahan daun kelor (Moringa oleifera). Metode: Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan daun kelor dengan taraf P0 = rump5ut gajah (100%) tanpa (kontrol), P1 = rumput gajah (95%) + daun kelor (5%), P2 = rumput gajah (90%) + daun kelor (10%), P3 = rumput gajah (85%) + daun kelor (15%). Hasil: Perlakuan silase rumput gajah dengan penambahan daun kelor tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna, aroma, tekstur, keberadaan jamur, dan kadar air (KA) silase. Pada perlakuan silase rumput gajah dengan penambahan daun kelor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase penyusutan, bobot akhir silase, dan bahan kering (BK) silase. Bahan Kering (BK) pada perlakuan silase rumput gajah dengan penambahan daun kelor 10% dan 15% menunjukkan tidak berbeda nyata dan pada silase rumput gajah dengan penambahan daun kelor 5% menunjukkan berbeda nyata (P<0,05). Kesimpulan: Silase rumput gajah dengan penambahan daun kelor pada taraf 10% yang terbaik. Secara umum, silase rumput gajah dengan penambahan daun kelor mempunyai warna, aroma, tekstur yang baik dengan keberadaan jamur yang masih bisa ditolerir.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Rahmi Dianita, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi-Indonesia

 

 

Ayu Susilawati, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi-Indonesia

 

 

A. Rahman Sy, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi-Indonesia

 

 

Ahmad Yani , Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi-Indonesia

 

 

Referensi

Abrar, A., dan Fariani, A. (2019). Pengaruh Proporsi bagian Tanaman terhadap Kualitas Fisik Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Peternakan Sriwijaya, 8(1), 21-27.

Ali, N., Suhartina, S., dan Irma, S. S. (2022). Uji organoleptik silase komplit di Desa Bala Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. Maduranch: Jurnal Ilmu Peternakan, 7(1), 1-5.

AOAC. (1990). Official Methods of Analysis 15th Eds. Agricultural Chemicals, Contaminants, Drugs. Vol. 1. Association of Official Analytical Chemists Inc. USA.

Denaneer, T. A., Sidiq, M., Ayuningsih, B., dan Dhalika, T. (2021). Pengaruh lumpur kecap pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung terhadap kandungan zat makanan silase yang dihasilkan. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan, 3(1), 32-39.

Dewhurst, R. J., Fisher, W. J., Tweed, J. K., and Wilkins, R. J. (2003). Comparison of grass and legume silages for milk production. 1. Production responses with different levels of concentrate. Journal of Dairy Science, 86(8), 2598-2611.

Dianita, R., Ubaidillah, Rahman A. Sy., dan Yani, A. (2021). Waktu panen dan pengolahan sekunder terhadap kualitas daun kelor (Moringa oleifera). Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan, Universitas Jambi.

Dianita, R., Rahman, A. Sy., Ubaidillah, dan Yani, A. (2015). Kandungan protein kasar dan kecernaan protein silase dalam berbagai campuran jerami jagung-legum Indigofera zollingeriana. Dalam: Prosiding Seminar Nasional IV HITPI, Purwokwerto 18-20 Oktober 2015, p 234-237.

Elferink, S. J.W.H. O., Driehuis, F., Gottschal, J. C., and Spoelstra, S. F. (2000). Silage fermentation processes and their manipulation. In: Mannetje L t’. 2000. Silage Making in the Tropics with Particular Emphasis on Smallholders. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Plant Production and Protection Papers, 17-30.

Foidl, N., Makkar, H. P. S., and Becker, K. (2001). The potential of Moringa oleifera for agricultural and industrial uses. In: The Miracle Tree: The Multiple Uses of Moringa. Wageningen, The Netherland, 45-76.

Gopalakrishnan, L., Doriya, K., and Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Journal Food science and human wellness, 5(2), 49-56.

Helmi, S. (2016). Pengembangan Rumput Gajah Sebagai Pakan Ternak. Seri Inovasi Pembangunan. Serambi Pertanian 9(1). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Aceh.

Kojo, R. M., Rustandi, D., Tulung, Y. R. L., & Malalantang, S. S. (2015). Pengaruh penambahan dedak padi dan tepung jagung terhadap kualitas fisik silase rumput gajah (Pennisetum purpureum cv. hawaii). Zootec, 35(1), 21-29.

Koten, B. B. (2010). Kualitas Fisik Silase Buah Semu Jambu Mete Pada Berbagai Level Tepung Gaplek Dan Lama Pemeraman. Partner, 17(1), 18-22.

Kurniawan. W, Wahyono, T., Sandiah, N., Has, H., La Ode Nafiu, Napirah, A. (2015). Evaluasi kualitas dan karakteristik fermentasi silase kombinasi sorgum stay green (Sorghum bicolor L. Moench) – Indigofera zolingeriana dengan perbedaan komposisi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 6(1):62-69.

Marhaeniyanto, E., Marawali, S. S., & Rinanti, R. F. (2022). Penggunaan EM4 dan aditif berbeda pada silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, 7(2), 83-90.

Nasjum, M. R. P. (2020). Kualitas silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) dengan penambahan legum gamal (Gliricidia maculata) dan lamtoro (Leucaena leucocephala). Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Noviadi, D., Harjono, dan Sutaryono, Y. A. (2018). Pengaruh Level Legum Terhadap Kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Campuran Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dan Daun Turi (Sesbania grandiflora) Dengan Additive Inhibitor Asam Formiat. Publikasi Ilmiah, Fakultas Peternakan. Universitas Mataram.

Prabowo, A., Susanti, A. E., dan Karman, J. (2013). Pengaruh penambahan bakteri asam laktat terhadap pH dan penampilan fisik silase jerami kacang tanah. Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Veteriner, 495–499.

Pratiwi, I., Fathul, F., dan Muhtaridin. (2015). Pengaruh penambahan berbagai starter pada pembuatan silase ransum terhadap kadar serat kasar, lemak kasar, kadar air, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen silase. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(3), 116-120.

Pretz, J. (2020). Understanding the process of corn silage fermentation and starch availability. https://www.hubbardfeeds.com/sites/default/files/2020-09/Hubbard%20Blog_Corn%20Silage%20Fermentation_September2020_0.pdf. Diakses 2 Juni 2024.

Rahmawati, I., Widjaya, N., Nurjannah, S., Suryanah, S., Permana, H. (2024). Uji organoleptik, jamur, dan pH silase rumput pakchong yang diberi suplemen organik cair herbal. COMPOSITE: Jurnal Ilmu Pertanian, 6(2): 112-119. DOI: https:/doi.org/10.37577/composite.v6i2.696

Rukmana, H. R. (2005). Rumput unggul (Hijauan Makanan Ternak). Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Sandi, S., Laconi, E. B., Sudarman, A., Wiryawan, K. G., dan Mangundjaja, D. (2010). Kualitas nutrisi silase berbahan baku singkong yang diberi enzim cairan rumen sapi dan Leuconostoc mesenteroides. Jurnal Media Peternakan, 33(1), 25-25.

Sidiq, F., Widyastuti Y., Putri F. J., dan Ridwan R. (2014). Pengaruh taraf inklusi legum Acacia villosa terhadap kualitas silase gabungan rumput–legum yang diberi aditif berupa Lactobacillus plantarum 1A-2 dan dedak padi. Prosiding Seminar Nasional dan Forum Komunikasi Industri Peternakan. Bogor.

Steel, R. G .D. and Torrie, J. H. (1991). Prinsip dan Prosedur Statistika. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Subekti, E. (2009). Ketahanan pakan ternak Indonesia. Jurnal Mediagro, 5(2), 63–71.

Sulistyo, H. E., Subagiyo, I., dan Yulinar, E. (2020). Kualitas silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) dengan penambahan jus tape singkong. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 3(2), 63-70.

Supriadi, W. (2018). Pengaruh level legum terhadap karakteristik fisik silase campuran rumput gajah (Pennisetum purpureum) dan daun turi (Sesbania grandiflora) dengan additive inhibitor asam formiat. Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Mataram.

Wati, W., Mashudi, S., dan Irsyamawati, A. (2018). Kualitas silase rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) dengan penambahan Lactobacillus plantarum dan molasses pada waktu inkubasi yang berbeda. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis. 1(1), 45-53.

Zahera, R., Purwanti, J., dan Evvyernie, D. (2022). Populasi mikroba rumen, fermentabilitas, dan kecernaan suplementasi daun kelor dalam ransum sapi perah secara In Vitro. Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, 20(3), 117-122.

Zakariah, M. A. (2016). Potensi Kulit Buah Kakao Sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Pusaka Almaida, Makassar.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-09

Cara Mengutip

Dianita, R., Susilawati, A., Sy, A. R., & Yani , A. (2025). Kualitas Fisik Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach) Dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera): Physical Quality of Elephant Grass (Pennisetum purpureum Schumach) Silage with the Addition of Moringa Leaf (Moringa oleifera). Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(2), 143–153. https://doi.org/10.22437/jiiip.v28i2.34321

Terbitan

Bagian

Research Report

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.